• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Pemindahan Ibu Kota Negara Wujudkan Kemajuan Bangsa

Pemindahan Ibu Kota Negara Wujudkan Kemajuan Bangsa

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 18 March 2020

Oleh : Anggita Silaban

Dengan beban wilayah Jakarta yang sudah terlalu berat, gagasan terkait pemindahan ibukota bukanlah isapan jempol belaka. Pemindahan ibukota merupakan langkah yang difokuskan untuk pengurangan ketimpangan antarwilayah. Pemindahan Ibu Kota Negara juga merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kejayaan bangsa.

Presiden Joko Widodo menilai, selama ini, denyut kegiatan ekonomi secara umum masih terpusat di Jakarta dan Pulau Jawa. Sehingga Pulau Jawa menjadi sangat padat dan menciptakan ketimpangan dengan pulau-pulau di luar Jawa.
Untuk itu, Jokowi menuturkan rencana pemindahan ibukota ke Pulau Kalimantan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya ekonomi baru, sekaligus memacu pemerataan dan keadilan ekonomi di luar jawa.

Baca juga: Pemindahan Ibukota Percepat Pemerataan Pembangunan Nasional

Jokowi mengingatkan kepada jajarannya bahwa pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur bukan hanya sekedar pindah lokasi bekerja, melainkan lebih dari itu.

Bukan sekedar pindah lokasi, tapi ada transformasi, pindah cara kerja, budaya kerja, sistem kerja dan juga ada perpindahan basis ekonomi.

Ia juga menginginkan biaya kebutuhan hidup di Ibukota baru nantinya terjangkau bagi banyak pihak. Sehingga ibukota nantinya akan menjadi mesin penggerak smart ekonomi maka rancangan ibukota baru bukan hanya smart metropolis, yang nyaman, humanis dan zero emisi.

Ibu kota baru nantinya akan diisi dengan sistem pendidikan tinggi. Tidak hanya itu, Eks Gubernur DKI Jakarta pun berkomitmen ibu kota baru akan menjadi pusat inovasi global bagi para talenta potensial di berbagai wilayah.
Selain itu ia juga ingin membangun pusat riset dan inovasi kelas dunia yang menjadikan ibukota baru ini sebagai global inovation hub, menjadi titik temu inovasi global.

Sehingga pemindahan ibukota negara tidak hanya merupakan simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa.
Meski nantinya ibukota negara akan berpindah ke Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan menyambut baik keputusan pemerintah pusat untuk memindahkan ibukota ke Kalimantan Timur menggantikan Jakarta.

Gubernur Kalimantan Selatan, Syahbirin Noor menilai, selama ini pembangunan kurang dirasakan masyarakat Pulau Kalimantan.
Menurutnya dampak pembangunan terkesan lebih dirasakan oleh masyarakat Indonesia bagian barat. Dirinya mengistilahkan, ibarat sebuah kapal penumpangnya miring sehingga jalannya (pembangunan) tersendat.

Dipilihnya Kalimantan Timur, menurutnya akan memberikan angin segar kepada rakyat Indonesia karena pemerataan pembangunan akan bisa dirasakan seluruh wilayah Indonesia.

Dengan begitu, dirinya pun optimistis Indonesia akan segera menikmati pemerataan pembangunan yang akan membuat Indonesia semakin maju.
Sementara itu, Ketua Umum Arus Bawah Jokowi, Michael Umbas menilai, langkah pemindahan ibu kota ini sebagai gebrakan yang positif.

Menurutnya, pemindahan ibukota negara ini menjadi bukti bahwa Jokowi merupakan seorang pemimpin yang visioner, pendobrak dan mau keluar dari zona nyaman sekaligus cermin sikap sebagai negarawan. Ia pun yakin, bahwa generasi masa depan akan menuai manfaat dari pemindahan ibukota.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mendatangi lahan yang akan dijadikan ibukota baru. Dirinya menegaskan bahwa pemerintah ingin mewujudkan kota cerdas dan modern berstandar internasional.

Visi IKN Smart, Green, Beautiful dan Sustainable diterjemahkan melalui pengembangan kota yang berdampingan dengan alam melalui konsep forest city serta smart and intelligent city.

Melalui visi ini, Ibukota baru diharapkan dapat menjadi kota yang mengedepankan inklusi sosial dan modern dengan tetap memperhatikan kelestarian dan keberlanjutan lingkungan.
Konsep tersebut dianggap sebagai pilihan terbaik karena calon lokasi IKN berada di pulau Kalimantan yang memiliki karakter hutan hujan tropis dan berbagai ecologigal constraint.

Salah satu bentuk transformasi dari konsep ini yaitu penenkanan proporsi ruang 50 persen untuk ruang terbuka hijau yang juga akan mengedepankan peningkatan kualitas ekosistem serta perlindungan dan konservasi khususnya area-area yang memiliki Nilai Konservasi Tinggi (NKT).

Pemerintah juga telah menggelar ekspedisi terkait dengan desain ibukota negara baru, akhirnya terpilihlah konsep Rimba Nusa, dimana konsep tersebut justru akan melindungi dan memperbaiki hutan di lokasi ibu kota negara di Kalimantan Timur.

Tentu pemindahan Ibu Kota merupakan hajat besar yang harus mendapatkan suport dari banyak pihak, membangun kota modern tanpa merusak area konservasi tentu saja menjadi sebuah representasi sebuah kemajuan bangsa dan kejayaan bangsa di masa depan.

Penulis adalah warganet, tinggal di Bandung

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

September 17, 2026

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis

September 17, 2026

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi Oleh: Rania Zafirah September kembali menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengingat berbagai peristiwa kelam dalam perjalanan bangsa. Istilah September Hitam berkembang sebagai simbol untuk mengenang sejumlah kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang masih menjadi bagian dari ingatan publik. Momentum tersebut penting karena mengingat sejarah bukan sekadar menghadirkan kembali luka masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Di tengah perkembangan teknologi informasi, proses mengingat berbagai peristiwa masa lalu semakin mudah dilakukan melalui media sosial. Berbagai arsip, dokumentasi, kesaksian, maupun kajian mengenai kasus HAM dapat diakses oleh generasi yang tidak mengalami langsung peristiwa tersebut. Kondisi ini membuka peluang terbentuknya ingatan kolektif yang lebih luas, sekaligus menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi tanpa konteks, opini, maupun narasi yang belum terverifikasi. …

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis Jakarta – Isu…

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi Jakarta – Sejumlah pihak mengingatkan…

Koperasi Merah Putih Membuktikan Pemerintah Serius Menutup Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Koperasi Merah Putih Membuktikan Pemerintah Serius Menutup Kebocoran Subsidi Oleh : Catur Ronggo Kebocoran subsidi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.