• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»FIFA World Cup 2026, Mengapa Ronaldo Jadi Sasaran Kritik

FIFA World Cup 2026, Mengapa Ronaldo Jadi Sasaran Kritik

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 18 June 2026

Oleh: M Yusuf Chudlori

Striker papan atas bersinar di laga pembuka Piala Dunia. Lionel Messi mengukir hattrick, Kylian Mbappe, Erling Haaland, Harry Kane mencetak brace. Hanya Ronaldo yang menjadi macan ompong.

Gol tunggal Portugal bukan dilesakkan oleh Ronaldo, tapi lahir melalui sundulan kepala Joao Neves. Portugal membuka skor superkilat. Pertandingan baru berjalan 6 menit, Joao Neves sukses memanfaatkan umpan silang dari Pedro Neto.

Saya memprediksi gol-gol berikutnya akan mudah tercipta. Gawang RD Kongo akan menjadi lumbung gol bagi Portugal. Tidak lama lagi, Ronaldo pasti menambah keunggulan. Tapi prediksi saya jauh meleset.

Serangan Portugal buntu dan Ronaldo mlempem. RD Kongo malah bisa membalas gol dengan tundukan kepala juga. Skor imbang 1-1 tidak berubah, hingga peluit panjang dibunyikan.

Siapa pemain yang paling disorot dari hasil seri ini? Orang tidak perlu menebak-nebak lagi, pasti Ronaldo. Saya menyangsikan kenapa lini pertahanan Portugal tidak setangguh Perancis. Renato Veiga bermain jelek. Dia tampak keteteran mengawal barisan pertahanan. Tapi Renato Veiga tidak menjadi objek sasaran kritik.

Sasaran kritik kenapa Portugal gagal menang tetap mengarah pada Ronaldo. Penampilan Ronaldo dianggap sangat mengecewakan. Ronaldo terlalu bernafsu mencetak gol. Menerima umpan dari sisi kanan, Ronaldo tetap memaksakan diri menendang meskipun posisi tubuhnya hampir jatuh.

Seandainya dia cukup melakukan pergerakan tanpa bola, dan menyerahkan Bruno Fernandes menembak, peluang gol tercipta lebih tinggi. Nafsu mencetak gol ini di samping mempersempit ruang dan peluang bagi pemain lain, juga memperlihatkan tensi egoisme Ronaldo masih tinggi.

Ronaldo tidak aktif mencari celah dan lebih banyak menunggu. Ketika suplai bola ke dia tersendat, dia kehilangan sentuhan menembak bola. Ronaldo lebih teruji kesuburannya bukan sebagai goal getter. Ronaldo justru menikmati era produktivitas golnya ketika dia beroperasi sebagai pemain sayap.

Ronaldo membukukan rekor yang mencengangkan, 973 gol. Tapi sebagian besar gol itu diciptakan saat dia bermain di posisi sayap. Selama berseragam MU, Fergie tidak menempatkan Ronaldo menjadi striker tengah murni. Begitupun selama membela Madrid, posisinya tidak berubah. Ditangani tiga pelatih berbeda, Mourinho, Carlo Ancelotti, Zidane, Ronaldo tetap ditempatkan di posisi yang sama. Di Madrid inilah, ketajaman Ronaldo sebagai pemain sayap makin tidak terbendung.

Masih sanggupkah Ronaldo bermain di posisi sayap di usianya yang sangat veteran? Saya rasa Ronaldo harus bisa menakar dirinya sendiri. Saya menjagokan Portugal juara di piala dunia kali ini. Roberto Martinez harus berani mengambil keputusan. Kalau Ronaldo minim kontribusi dan hanya menjadi beban bagi Portugal, Roberto Martinez jangan memasukkan Ronaldo dalam skuad inti.*

M Yusuf Chudlori 

Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang Jawa tengah

Akademisi UI: Indonesia Perlu Ada Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber

July 23, 2026

Guru Besar UKI: Regulasi Anti Spionase Asing Penting untuk Lindungi Inovasi dan Kekayaan Intelektual Nasional

July 22, 2026

Akademisi UI: Indonesia Perlu Ada Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber

By Kata IndonesiaJuly 23, 20260

Akademisi UI: Indonesia Perlu Ada Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber *Jakarta* – Akademisi UI…

Guru Besar UKI: Regulasi Anti Spionase Asing Penting untuk Lindungi Inovasi dan Kekayaan Intelektual Nasional

By Kata IndonesiaJuly 22, 20260

Guru Besar UKI: Regulasi Anti Spionase Asing Penting untuk Lindungi Inovasi dan Kekayaan Intelektual Nasional…

Pengamat Intelijen: Pemerintah Perlu Memperkuat Sistem Keamanan Siber Guna Hadapi Ancaman Spionase Asing

By Kata IndonesiaJuly 22, 20260

Pengamat Intelijen: Pemerintah Perlu Memperkuat Sistem Keamanan Siber Guna Hadapi Ancaman Spionase Asing Jakarta -…

Pengamat Intelijen UI Tegaskan Indonesia Butuh Payung Hukum Hadapi Spionase Asing

By Kata IndonesiaJuly 22, 20260

Pengamat Intelijen UI Tegaskan Indonesia Butuh Payung Hukum Hadapi Spionase Asing Jakarta – Penguatan payung…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.