• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Teknologi»Waspadai Konten Hoax Pemilu di Medsos, Polri: Kita Takedown dan Blokir

Waspadai Konten Hoax Pemilu di Medsos, Polri: Kita Takedown dan Blokir

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 31 March 2023

Waspadai Konten Hoax Pemilu di Medsos, Polri: Kita Takedown dan Blokir

Jakarta — Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri terus melakukan patroli siber dan mengajukan takedown serta blokir pada konten dan berita hoax.

Bahkan patroli siber yang dilakukan tersebut selama 24 jam non-stop, dan bertujuan memang untuk menciptakan lingkup dunia maya yang kondusif menjelang Pemilu 2024.

“Kami dari Dirtipidsiber melakukan patroli siber selama 24 jam. Dan kita menemukan konten-konten berita hoax, kemudian yang mengandung unsur adu domba, sara, fitnah akan kita ajukan takedown dan blokir,” kata Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid Agustiadi.

Lebih lanjut, Brigjen Adi Vivid menambahkan bahwa upaya untuk melakukan takedown dan blokir tersebut dilakukan oleh pihaknya dengan menjalin kerja sama pihak Kemkominfo.

“Artinya permohonan pengajuan takedown atau blokir kepada Kementerian Informasi sudah melalui tahap asesmen,” ucapnya.

Sebagai informasi, untuk bisa menangani segala kasus di dunia maya, pihak Polri pun juga turut menggandeng banyak ahli lainnya seperti ahli ITE, bahasa, sosiologi hingga ahli pidana.

Kemudian, Dirtipidsiber Bareskrim Polri tersebut menjelaskan bahwa belakangan ini terus terjadi peningkatan konten-konten dan berita hoax di media sosial.

Maka dari itu, pihaknya juga secara otomatis mengalami peningkatan pula pada pengajuan konten untuk ditakedown dan diblokir.

“Kalau angka pastinya yang jelas banyak konten yang kita ajukan takedown dan blokir, yang jelas terjadi peningkatan, untuk realnya data ada di kami,” terangnya.

Menurut Brigjen Adi Vivid, memang kecenderungan masyarakat untuk terpolarisasi melalui media sosial masih cukup kuat. Namun pihaknya belum mengetahui secara riil bagaimana perbandingan dengan gelaran Pemilu 2019 lalu karena Pemilu 2024 ini belum terlaksana.

“Artinya akan membandingkan 2019 dan sekarang, kan sekarang belum termasuk. Artinya kalo membandingkan nanti di 2024. Baru bisa kita bandingkan angka di 2019 dibandingkan angka di 2024,” pungkasnya.

Dia menambahkan, bahwa untuk bisa benar-benar menghitung dan mengukur data mengenai bagaimana penyebaran hoax di media sosial, hal tersebut akan bisa diketahui secara riil setelah gelaran Pemilu terlaksana.

Dirinya mengakui bahwa pihak Ditipidsiber memang sama sekali tidak bisa bekerja sendirian, sehingga jelas sekali membutuhkan bantuan dari pihak atau lembaga lainnya.

Maka dari itu, kerja sama dengan pihak-pihak lain seperti BSSN, siber angkatan darat dan lainnya terus dilakukan.

Bagi Brigen Adi Vivid, kerja sama dengan banyak pihak menjadi sangat penting untuk bisa bersama-sama menciptakan dunia maya yang kondusif dalam menghadapi Pemilu 2024.

“Kami sudah menggandeng, artinya kami Dittipidsiber ini tidak bisa bekerja sendiri, ada BSSN, ada siber angkatan darat, kami rangkul semua untuk bagaimana kita bersama menciptakan dunia maya yang kondusif menghadapi (pemilu) 2024,” imbuhnya.

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

August 30, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG JAKARTA — Pemerintah mendorong Program…

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.