• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kuliner»Wajib Dicoba, Wisata Kuliner Di Jakarta Yang Legendaris

Wajib Dicoba, Wisata Kuliner Di Jakarta Yang Legendaris

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 22 September 2020

Oleh: Shania Saufa

Jakarta selain dinobatkan sebagai kota metropolitan dengan segala kemewahannya dan pergerakan ekonominya, kota ini juga memiliki segudang wisata kuliner yang lezat. Diantaranya adalah mempunyai pusat kuliner dari zaman dahulu yang dijaga dan dirawat turun temurun.

Beberapa tempat kuliner yang sudah ada sejak dahulu dan masih eksis hingga saat ini. Berikut daftar kuliner legendaris yang ada di Jakarta yang bisa kamu kunjungi.

1. Gulai Tikungan (Gultik)
Kalau kamu ke daerah Blok M Plaza, terutama dekat GOR Bulungan, untuk mencari kuliner di malam hari, biasanya pilihan jatuh ke Gultik alias Gulai Tikungan.

Kamu bisa menemukannya di sepanjang jalan Mahakam karena hampir semua pedagang kaki lima di sana menjual menu yang sama. Soal rasa hampir sama semua. Pas banget buat kamu yang lapar di malam hari. Untuk porsinya tergolong kecil. Mungkin disengaja seperti itu supaya kalau kurang kamu bisa nambah lagi. Gulai Tikungan ini di banderol mulai dari Rp. 10.000.

2. Bubur Ayam Barito
Bergeser sedikit ke daerah Barito, tepatnya di depan Taman Ayodya yang sebelumnya merupakan bagian dari pasar hewan Barito, ada Bubur Barito yang terkenal banget. Bubur ayam yang sudah ada sejak tahun 1992 ini dikenal gara-gara buburnya dilengkapi tambahan kuning telur yang bikin rasanya semakin gurih. Rasanya pun selalu konsisten dari tahun ke tahun.

3. Sate Ayam dan Kambing RSPP
Gerobak satai yang sudah berjualan sejak tahun 1960-an ini lokasinya persis di depan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) di Kebayoran Baru. Tidak heran satai ayam dan kambing yang dikelola oleh Haji Romli dan Pak Muri ini jadi lebih dikenal sebagai Sate Ayam RSPP. Rahasia yang bikin satainya enak banget adalah potongan daging yang gede-gede dan dikombinasikan dengan kulit sehingga membuat lemak melumer ke seluruh permukaan Satenya. Hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp. 35.000/prosi kamu sudah bisa mencoba satai RSPP ini.

Baca juga: Kenali Happy Hypoxia, COVID-19 Tanpa Gejala

4. Ragusa
Ingin menikmati hidangan pencuci mulut yang kualitasnya tidak lekang oleh waktu? Ragusa Italian Ice Cream bisa menjadi jujukan kamu. Salah satu tempat makan legendaris di Jakarta itu memang menyajikan hidangan pencuci mulut terbaik. Suasana tempo dulu juga terasa, mulai dari eksterior dan interior ruangan dan juga perabotan yang dimiliki.

Kamu juga bisa melihat pendiri Ragusa di tahun 1932, yaitu Luigia dan Vicenzo Ragusa serta anggota keluarga yang lain, seperti Pasquale dan Fransisco. Ada empat jenis es krim yang ditawarkan yaitu regular, premium, mixed dan fancy flavored. Kamu bisa memilih yang paling diminati, bayar dan langsung menikmatinya. Salah satu yang paling unik adalah Spaghetti Ice Cream. Dijamin bakal terpesona oleh rasanya, deh!

5. Restoran Trio
Didirikan pada 1947, tempat makan legendaris di Jakarta ini merupakan restoran yang menyajikan Chinese Food dengan cita rasa Kanton. Total ada lebih dari 200 menu makanan yang ditawarkan dengan 42 makanan yang direkomendasikan secara khusus untuk pelanggan, seperti ayam nan king, sup burung walet dan gohiong. Namun jika kamu tertarik menikmati menu yang paling menyita perhatian, silakan pilih sajian aneka mie atau ayam wud kee dan lumpia udang. Dijamin kamu akan mendapatkan pengalaman rasa yang tidak akan bisa ditemukan di tempat lain.

6. Martabak Pecenongan 65A
Harumnya panggangan kue martabak dengan aroma manis keju dan coklat beserta kacang mede berhasil membuat orang-orang ketagihan untuk menyantapnya. Tempat ini adalah alasan berdirinya seluruh cabang warung martabak di seluruh Jakarta, tak heran apabila martabak ini dinisbatkan sebagai salah satu kuliner legendaris Jakarta. Beberapa varian seperti oreo, red velvet, dan nutella pun juga menjadi bahan utama agar cita rasa martabak menjadi berwarna.

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

September 14, 2026

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

September 14, 2026

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026 Jakarta – Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu Koperasi…

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global Oleh : Gavin Asadit…

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.