• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Vaksinasi Covid-19 Indonesia Lampaui Target WHO

Vaksinasi Covid-19 Indonesia Lampaui Target WHO

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 19 November 2021

Vaksinasi Covid-19 Indonesia Lampaui Target WHO

Oleh : Savira Ayu

Pemerintah Indonesia patut diapresiasi karena menyelenggarakan vaksinasi dengan sangat baik, bahkan melebihi target dari WHO. Pelaksanaan vaksinasi memang dipercepat agar terbentuk kekebalan kelompok, sehingga kita bisa bebas Corona secepatnya.

Pandemi membuat kehidupan manusia berasa dijungkirbalikkan. Efeknya sangat terasa, tak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Krisis ekonomi global bisa terjadi karena menurunnya daya beli masyarakat, dan hampir semua kalangan masyarakat terkena imbasnya. Akan tetapi pandemi bisa diakhiri jika semua orang sudah divaksin, karena terbentuk kekebalan kelompok.

Indonesia termasuk negara tercepat dalam melaksanakan vaksinasi, jika dibanding dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara. Pada akhir tahun 2020 lalu vaksin sinovac sudah dipesan dan program vaksinasi nasional dimulai para Maret 2021. Masyarakat juga berbondong-bondong mendaftar untuk vaksinasi karena ingin bebas Corona secepatnya.
Kegesitan pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi membuahkan hasil. Juru bicara Tim Satgas Penanganan Covid Prof Wiku Adisasmit menyatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi Corona di Indonesia melebihi target dari WHO, yakni sudah lebih dari 40%, dan semuanya sudah 2 kali suntik. Hal ini amat bagus karena kita bisa bebas dari masa pandemi secepatnya, karena syaratnya adalah minimal 75% orang di 1 wilayah sudah divaksin.
Hika lebih dari 40% yang divaksin berarti hampir setengah dari WNI sudah disuntik, hanya dalam waktu 8 bulan. Memang Kementrian Kesehatan menargetkan program vaksinasi nasional akan selesai dalam waktu 18 bulan, dan tidak mustahil target ini akan lebih cepat selesai. Penyebabnya karena target suntikan dinaikkan lagi.
Jika Kemenkes mentargetkan ada 1 juta suntikan vaksinasi Corona di Indonesia, maka dinaikkan lagi jadi 2 juta, bahkan 2,3 juta. Kenaikan target ini dirasa wajar karena memang vaksinasi harus berkejaran dengan waktu. Logikanya, makin banyak yang divaksin maka makin sedikit yang kena Corona, sehingga pandemi bisa berakhir dan kita tak lagi ketakutan akan virus Covid-19.
Untuk mencapai target 2,3 juta suntikan per hari maka pelaksanaan vaksinasi dengan strategi baru. Jika dulu injeksi hanya dilakukan di Puskesmas atau RS besar, maka saat ini juga dilaksanakan secara massal. Misalnya di tanah lapang, di aula sekolah atau universitas, kantor kelurahan, bahkan di dalam pusat perbelanjan.
Vaksinasi massal dilaksanakan tetap dengan prokes ketat sehingga ada jaga jarak dan ketika antri sambil duduk, kursinya juga diatur agar agak berjauhan. Semua orang mulai dari panitia sampai peserta vaksinasi memakai masker dan mencuci tangan. Semua ini dilakukan agar tidak membuat kluster baru.
Untuk menarik minat orang yang mau divaksin maka panitia penyelenggara sering mengiming-imingi dengan hadiah, bisa berupa sembako, susu, bahkan voucher. Hadiah ini diberi karena ada masyarakat yang masih takut untuk divaksin, tetapi jika ada doorprize maka mereka yang pecinta gratisan akan datang dengan senang hati.
Selain vaksinasi massal maka dilaksanakan pula vaksinasi door to door, untuk mendukung pencapaian target vaksinasi oleh pemerintah. Sehingga petugaslah yang mendatangi masyarakat, ke perkampungan, perumahan, hingga sekolah. Sebuah mobil disiapkan dengan tenaga kesehatan dan tentu box-box berisi vaksin, yang siap disuntikkan dengan jarum steril.
Pemerintah berusaha keras agar target vaksinasi nasional diperpendek, dari 18 bulan jadi 12 bulan saja. Saat ini target hampir tercapai setengahnya, sehingga masih akan digenjot. Sehingga makin banyak masyarakat yang mendapatkan haknya untuk divaksin dan tidak akan terteror oleh penularan Corona (tentunya dengan menaati Prokes).

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Kurangi Ekspor Gas demi Perkuat Kemandirian Energi Nasional

October 29, 2026

Penindakan OPM Ciptakan Kedamaian dan Rasa Aman Warga Papua

October 29, 2026

Pemerintah Kurangi Ekspor Gas demi Perkuat Kemandirian Energi Nasional

By Kata IndonesiaOctober 29, 20260

Pemerintah Kurangi Ekspor Gas demi Perkuat Kemandirian Energi Nasional JAKARTA – Sejak 24 Oktober 2026,…

Penindakan OPM Ciptakan Kedamaian dan Rasa Aman Warga Papua

By Kata IndonesiaOctober 29, 20260

Penindakan OPM Ciptakan Kedamaian dan Rasa Aman Warga Papua Oleh : Frans Nawipa Kedamaian dan…

Penindakan OPM di Nduga, Upaya Menjaga Papua Tetap Aman dan Kondusif

By Kata IndonesiaOctober 29, 20260

Penindakan OPM di Nduga, Upaya Menjaga Papua Tetap Aman dan Kondusif Oleh : Loa Murib…

Lindungi Masyarakat Papua, Aparat Keamanan Tindak Anggota OPM di Nduga

By Kata IndonesiaOctober 29, 20260

Lindungi Masyarakat Papua, Aparat Keamanan Tindak Anggota OPM di Nduga NDUGA – Aparat keamanan berhasil…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.