• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Ulangi Keberhasilan Terdahulu, Indonesia Sukses Selenggarakan AIPA ke-44

Ulangi Keberhasilan Terdahulu, Indonesia Sukses Selenggarakan AIPA ke-44

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 9 August 2023

Ulangi Keberhasilan Terdahulu, Indonesia Sukses Selenggarakan AIPA ke-44

Oleh: Ferdiansyah Putra

Indonesia telah sukses menyelenggarakan Sidang Umum ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) yang ke-44 tahun 2023 dan mengulangi prestasi penyelenggaraan event-event internasional terdahulu. Keberhasilan penyelenggaraan ini tidak saja ditandai dengan kelancaran acara tersebut, namun juga lahirnya sejumlah kesepakatan-kesepakatan baru.

Diketahui sejumlah resolusi telah disepakati oleh para perwakilan parlemen Asia Tenggara dalam Sidang Umum AIPA ke-44, antara lain Draf Resolusi untuk mewujudkan ASEAN menjadi kawasan yang lebih baik. Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Sukamta mengatakan bahwa dalam sidang AIPA tersebut, para perwakilan Parlemen ASEAN menyepakati tiga draf resolusi untuk ASEAN yang stabil dan sejahtera.

Ketiga draf resolusi tersebut yaitu, pertama resolusi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif untuk ASEAN bebas narkoba. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan ‘AIPA Council on Dangerous Drugs’ (AIPACODD) di Bogor pada 29 Mei-1 Juni 2023 lalu.

Resolusi kedua, menurut Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI tersebut adalah usulan Indonesia terkait untuk mobilisasi aksi parlemen dalam mempromosikan green jobs (pekerjaan yang ramah lingkungan) dan keahlian untuk mendukung transisi ekonomi hijau.
Draf resolusi ketiga adalah resolusi usulan Malaysia yakni upaya untuk mengatasi tantangan ketenagakerjaan terkait pengangguran yang dihadapi oleh generasi muda dan orang-orang yang kehilangan tempat tinggal.
Dalam sidang AIPA ke-44 ini, parlemen Asia Tenggara juga menyepakati ‘Young Parliamentarians’ menjadi Komite Khusus Parlemen Muda. Terkait hal itu, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Putu Supadma Rudana menjelaskan bahwa Komite Khusus Parlemen Muda AIPA terdiri dari setiap wakil delegasi yang berusia di bawah 45 tahun.
Legislator asal Bali itu menjelaskan skema atau mekanisme bahwa Young Parliamentarians ini telah menjadi sesuatu yang penting, karena sebelumnya mungkin hanya side event saja. Namun dengan adanya kesepakatan ini, sudah menjadi sebuah komite khusus dimana Young Parliamentarians secara aktif juga terlibat
Selain itu, Indonesia sendiri khususnya DPR RI secara aktif mendorong kolaborasi atau bekerja sama dengan kawasan ASEAN yang lebih intensif untuk mengimplementasikan konsep green ekonomi sesuai dengan usungan tema yang dibawa. Bahkan, dengan adanya sidang tersebut, berbagai tantangan mengenai masyarakat, lingkungan dan pertumbuhan di kawasan akan teratasi dengan baik. Artinya bahwa, peran Indonesia disini sangat penting karena melahirkan dampak-dampak positif bagi kawasan ASEAN hingga dunia.
Momen langka yang ditunjukkan Indonesia kepada dunia kali ini menjadi salah satu bentuk komitmennya untuk memberikan perhatian yang penuh terhadap isu-isu yang sedang berkembang. Diantaranya mengenai demokrasi, human right, politik, ekonomi, sosial budaya, kepemudaan, lingkungan hingga isu kesetaraan gender.
Pertemuan Sidang AIPA ke-44 ini telah menghasilkan diskusi-diskusi aktif para perwakilan parlemen yang negaranya turut membahas persoalan dunia dan juga berusaha untuk menyelesaikannya. Diskusi yang terjalin dalam Sidang AIPA kali juga menyepakati bahwa peran parlemen lebih responsif untuk mengawal kestabilan dan kesejahteraan kawasan Asia Tenggara dengan mengacu kepada konsep ekonomi hijau.
Pelaksanaan sidang AIPA ke-44 kali ini membawa Indonesia menjadi penggerak utama untuk mewujudkan ASEAN agar menjadi kawasan yang bersatu dan kuat. Seluruh peserta yang berpatisipasi dalam Sidang AIPA ke-44 merasakan dampak positif yang diberikan oleh Indonesia melalui penguatan peran aktif parlemen dalam menyelesaikan berbagai isu-isu di kawasan dan juga global.
Apresiasi juga perlu diberikan kepada pihak DPRI RI hingga aparat keamanan seperti TNI/Polri hingga Badan Intelijen Negara (BIN) yang telah berupaya dengan maksimal menyiapkan seluruh keperluan Sidang AIPA ke-44 yang diadakan di Jakarta tahun 2023 ini. Konsep yang matang dan isu-isu yang dibawakan kali ini tidak lepas dari peran aktif DPR RI dalam memperhatikan dan peduli dengan persoalan yang ada. Keberhasilan Indonesia selaku tuan rumah memang patut dicontoh negara yang lain di kawasan ASEAN.
Upaya Indonesia selaku tuan rumah dalam pelaksanaan Sidang Umum AIPA ke-44 ini memang sama sekali tidak bisa disepelekan begitu saja. Seluruh hal telah dilakukan dan diupayakan agar perhelatan event pertemuan antar anggota dewan dari negara-negara ASEAN bisa berlangsung dengan lancar dan aman.
Seluruhnya adalah demi bisa semakin memajukan dan mendapatkan berbagai macam kesepakatan untuk bisa membawa dampak perubahan yang baik bagi kemajuan ASEAN sendiri secara jauh lebih signifikan. Tidak luput pula, dalam pelaksanaan sidang itu, terdapat banyak isu yang disorot, seperti salah satunya adalah terkait dengan Young Parliamentarians of the AIPA, di mana peran dari seluruh kaum muda dalam proses pengambilan keputusan terus diperkuat pula sebagai bentuk cerminan atas bagaimana aspirasi seluruh generasi muda itu yang semakin menuntut akan relevansi hingga prograsifitas.
Pelaksanaan event internasional berupa Sidang Umum AIPA ke-44 yang dipimpin dan menjadikan Indonesia sebagai tuan rumahnya telah berhasil dan berjalan dengan penuh kelancaran. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara ASEAN yang sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata, karena mampu mengulangi kesukseskan kepemimpinan dalam melangsungkan berbagai event internasional dan berhasil pula membawa banyak dampak baik untuk ASEAN.

)* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial Politik

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.