• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Dukung Ganjar Menjadi Presiden 2024

Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Dukung Ganjar Menjadi Presiden 2024

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 13 August 2023

Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Dukung Ganjar Menjadi Presiden 2024

SUMATERA BARAT — Ratusan tokoh masyarakat yang terdiri dari para tokoh agama hingga tokoh adat di Minangkabau Sumatera Barat mendukung penuh Ganjar Pranowo untuk menjadi Presiden pada tahun 2024 mendatang.

Ulama kharismatik Sumbar, Tuanku Bagindo Muhammad Letter menjelaskan bahwa Capres PDI Perjuangan itu memang sangat layak menjadi pemimpin masa depan bangsa karena memiliki rekam jejak yang baik dan mempunyai pengalaman.

“Pak Ganjar memiliki kemampuan serta pengalaman dalam memimpin, baik di legislatif maupun sebagai pemimpin Provinsi Jawa Tengah selama dua periode. Semoga yang dicalonkan ini bisa menjadi pemimpin yang membangun Bangsa dan Budaya,” katanya.

Kemudian, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Fauzi Bahar menyebut bahwa memang Ganjar Pranowo merupakan pemimpin sederhana, jujur dan mampu memahami aspirasi masyarakat.

“Sosoknya yang sederhana, bersahaja, dan mengerti masyarakat bawah ini sudah terlihat di diri Pak Ganjar sejak dulu di legislatif maupun kini saat menjadi Gubernur Jawa Tengah,” ungkapnya.

“Dengan berkumpulnya tokoh masyarakat, tokoh ninik-mamak, menjadi sesuatu yang otentik untuk menyampaikan dukungan kepada Pak Ganjar,” kata Fauzi.

Di sisi lain, Buya Masoed Abidin menyebutkan bahwa dilakukannya ijtima ulama di Sumbar tersebut karena mereka semua sudah mengetahui siapa sosok paling tepat untuk melanjutkan kepemimpinan Indonesia masa depan.

“Kami memilih sosok yang tepat, Alhamdulillah sudah tahu orangnya (Ganjar Pranowo). Semoga dengan ijtima ulama ini melahirkan keputusan yang baik, sehingga menjadi negeri yang lebih kuat,” kata dia.

Tidak bisa dipungkiri bahwa memang sosok Ganjar Pranowo sendiri merupakan figur yang paling tepat untuk menjadi pemimping bangsa.

Hal tersebut juga tercermin dari hasil survai yang dilakukan oleh lembaga Surabaya Survey Center (SSC), yang menunjukkan angka elektoral pemimpin berambut putih itu mencapai 33,5 persen di Jawa Timur dan menjadi yang paling tinggi dari kandidat lain.

Direktur SSC Mochtar W Oetomo mengungkapkan bahwa tingginya elektabilitas Ganjar Pranowo di Jatim lantaran kuatnya persepsi masyarakat kalau dirinya memang sosok paling tepat untuk melanjutkan semua program Presiden Jokowi.

Bukan hanya itu, namun pemimpin berusia 54 tahun tersebut juga telah berhasil menguasai wilayah ‘arek’.

“Kalau kami bicara Jawa Timur jantungnya ada di wilayah ‘arek’ karena pusatnya di sini, mau ke barat ataupun ke timur lewat wilayah ‘arek’. Semua media juga menyebarkan informasi dari wilayah ini, wajar kalau sampai hari ini masih unggul di Jawa Timur,” ujarnya.

“Kedatangan beliau yang cukup sering ke Jawa Timur bisa dikatakan berdampak pada elektabilitasnya,” ujar Mochtar.

Penelitian tersebut dilaksanakan pada periode tanggal 25 Juli hingga 3 Agustus 2023 di sebanyak 83 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur dengan mengambil 1.200 responden.

***

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

July 12, 2026

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif

July 12, 2026

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi Jakarta – Pemerintah terus mempercepat langkah…

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif Oleh : Gavin Asadit Pembangunan kesehatan nasional…

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko 

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko  Oleh Ananda Rusdian Upaya membangun bangsa yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang berpusat di fasilitas kesehatan formal semata. Tetapi negara juga hadir menjangkau kelompok-kelompok yang berada dalam posisi rentan, baik karena kondisi sosial, lingkungan hidup, maupun keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk itu, peluncuran Kick-Off Nasional Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 532 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia dipandang sebagai langkah strategis sekaligus berkeadilan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa hak atas kesehatan menjangkau seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik. Program ini menegaskan bahwa pemerintah mulai menempatkan kesehatan sebagai hak dasar yang harus diakses oleh semua orang tanpa kecuali. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arahan Presiden adalah agar program kesehatan menyasar seluruh masyarakat, termasuk ratusan ribu warga binaan di lapas dan rutan. Pernyataan itu penting karena memperlihatkan perubahan cara pandang negara bahwa warga binaan bukan sekadar objek pembinaan hukum, melainkan tetap subjek pembangunan yang berhak memperoleh perlindungan kesehatan secara layak. Langkah ini menjadi semakin relevan ketika melihat tingginya ancaman tuberkulosis di lingkungan pemasyarakatan. Data yang disampaikan pemerintah menunjukkan prevalensi TB di lapas mencapai 0,54 persen, lebih tinggi daripada rata-rata nasional yang berada di kisaran 0,3 persen. Angka tersebut tidak boleh dibaca sebagai statistik semata, melainkan sebagai peringatan serius bahwa lembaga pemasyarakatan merupakan ruang berisiko tinggi bagi penularan penyakit menular. Kepadatan hunian, sirkulasi udara yang terbatas, interaksi intensif antarpenghuni, serta mobilitas petugas menciptakan situasi yang memungkinkan penyebaran TB berlangsung lebih cepat. Jika tidak ditangani dengan pendekatan luar biasa, lapas dapat menjadi titik rawan penularan yang berdampak bukan hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi petugas, keluarga, dan masyarakat luas ketika proses keluar-masuk penghuni berlangsung. Karena itu, keputusan menjadikan lapas sebagai salah satu sasaran utama skrining TB merupakan kebijakan yang sangat rasional. Budi mengingatkan bahwa TB tidak boleh diremehkan, tetapi juga tidak boleh ditakuti secara berlebihan karena pengobatannya tersedia dan peluang sembuh sangat besar apabila kasus ditemukan lebih awal. Di sinilah skrining rutin, termasuk melalui foto rontgen dada, menjadi instrumen yang sangat penting. Pendekatan ini tidak hanya berguna untuk menemukan kasus aktif, tetapi juga mencegah penularan berantai dan menurunkan angka kematian akibat TB. Pada saat yang sama, pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan secara menyeluruh juga membuka ruang deteksi dini terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal. Ini sangat penting karena kelompok berisiko sering kali tidak memiliki akses pemeriksaan rutin, sehingga penyakit baru diketahui ketika sudah memasuki stadium berat. Budi menekankan pentingnya menjaga indikator kesehatan dasar seperti tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol. Pembangunan kesehatan tidak cukup berfokus pada pengobatan, tetapi harus diarahkan pada pencegahan, perubahan perilaku, dan pengenalan faktor risiko sejak awal. Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung deteksi dini dan percepatan eliminasi TB. Sikap tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan di lapas tidak dapat dibebankan hanya kepada Kementerian Kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan serius dari institusi yang mengelola lingkungan pemasyarakatan. Koordinasi mengenai sarana dan prasarana klinik lapas dan rutan menjadi langkah penting agar skrining tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berlanjut menjadi layanan diagnosis, pengobatan, pemantauan, dan pencegahan yang berkesinambungan.…

CKG dan Skrining TBC Nasional Diperluas untuk Perkuat Deteksi Dini Penyakit

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

CKG dan Skrining TBC Nasional Diperluas untuk Perkuat Deteksi Dini Penyakit Jakarta – Pemerintah memperluas…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.