• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Tokoh Masyarakat Dukung Otsus Papua Diperpanjang

Tokoh Masyarakat Dukung Otsus Papua Diperpanjang

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 1 March 2021

Oleh : Rebecca Marian

Otonomi khusus (otsus) Papua yang akan diperpanjang tahun 2021, sangat didukung oleh para tokoh masyarakat. Mereka merasa program ini sangat bermanfaat, karena ada kemajuan di Bumi Cendrawasih dalam bidang ekonomi dan infrastruktur. Selain itu, otsus juga disalurkan untuk beasiswa, sehingga anak-anak Papua makin cerdas.

Presiden Jokowi sejak menjabat tahun 2014 (periode pertama) memiliki perhatian besar pada masyarakat Papua, bahkan tercatat sebagai kepala negara yang paling sering mengunjungi Bumi Cendrawasih. Beliau memang ingin agar ada pemerataan pembangunan baik di Indonesia barat maupun timur. Sehingga ingin memajukan wilayah Papua.

Salah satu langkah yang dilakukan oleh pemerintah untuk memodernkan Papua adalah dengan otonomi khusus. Program ini dimulai sejak 2001 dan berlangsung selama 20 tahun, sehingga berakhir 2021. Otsus akan diperpanjang, dan seluruh tokoh masyarakat di Bumi Cendrawasih menyetujuinya, karena mereka merasakan manfaatnya.

Simon Kossay, Kepala Suku Rukun Keluarga di Pegunungan Tengah di Keerom menyatakan bahwa ia dan 12 suku Pegunungan Tengah dalam wadah RKPT setuju akan perpanjangan otsus jilid 2. Karena rakyat Papua butuh percepatan pembangunan, yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Mereka juga mengapresiasi Presiden Jokowi yang sering mengunjungi Papua.

Simon melanjutkan, ada evaluasi pada otsus jilid 2. Semoga pada periode ini, pembangunan dilakukan hingga pelosok Papua. Dalam artian, tidak ada ketimpangan antara kemajuan di Jayapura dan di Yakuhimo. Selain itu, Simon juga berharap evaluasi otsus mengatur bahwa pejabat setingkat Lurah harus dipegang oleh warga asli Papua, sehingga program ini mengutamakan OAP (orang asli Papua).

Memang dalam otsus jilid 1, Gubernur dan Wakil Gubernur harus warga asli Papua. Saat ini Lukas Enembe menjadi Gubernur Papua dan Dominggus Mandacan menjabat sebagai Gubernur Papua Barat. Mereka adalah putra Papua. Namun para tokoh masayrakat berharap agar pejabat di bawahnya juga berasal dari Papua.

Dukungan dari para tokoh masyarakat di Papua menunjukkan bahwa program ini berhasil, karena memajukan wilayah di sana. Sehingga kepala suku dan rakyatnya setuju pada otsus jilid 2. Mereka senang karena berkat otsus, ada sejumlah infrastruktur yang dibangun. Misalnya Jembatan Youtefa, Bandara Internasional Sentani, Jalan Trans Papua, dll.

Selain itu, otsus dinilai berhasil karena bermanfaat pada bidang kesehatan. Sejumlah Rumah Sakit dan Puskesmas dibangun dengan dana otsus, tak hanya di Jayapura tapi hingga ke pelosok. RS dan pusat kesehatan itu dilengkapi dengan alat kesehatan yang lengkap. Juga dokter, bidan, dan tenaga kesehatan lain yang andal. Sehingga masyarakat Papua yang berobat atau rawat inap bisa lekas sembuh.

Otonomi khusus juga sangat bermanfaat bagi rakyat Papua, terutama pada anak-anak. Mereka mendapatkan beasiswa sehingga bisa melanjutkan sekolah dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Para putra Papua yang cerdas juga bisa mengajukan beasiswa kuliah hingga ke Universitas di luar negeri, dan menunjukkan bahwa mereka tidak identik dengan keterbelakangan.

Setelah lulus kuliah, maka para alumni beasiswa otsus bisa mengabdikan diri di kampung halaman, dan menjadi pengajar. Ada juga yang berprestasi dan diangkat jadi pegawai negeri sipil. Kehidupan mereka pun membaik karena punya pekerjaan yang memiliki gaji layak. Sehingga bisa memutus mata rantai kemiskinan di sana.

Otonomi khusus sangat bermanfaat bagi warga Papua. Oleh karena itu, para tokoh masyarakat menyetujui perpanjangan otsus tahun 2021, karena ada berbagai kemajuan di Bumi Cendrawasih. Rakyat Papua tak hanya bisa menikmati infrastruktur dan kemudahan mobilitas, tetapi juga mendapatkan beasiswa, fasilitas kesehatan, dan lain-lain.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

September 8, 2026

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

September 8, 2026

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan dan Informasi Akurat Hadapi Risiko Bencana Oleh: Camelia Kencana Risiko bencana merupakan…

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Hadapi Ancaman Bencana Tanpa Panik, Pemerintah Pastikan Respons Cepat Terus Berjalan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan…

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat…

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Jaga Indonesia, Persatuan dan Kritik Konstruktif Jadi Kunci Mengawal Prabowo-Gibran Oleh : Gavin Asadit Menjaga persatuan nasional menjadi salah satu kunci penting dalam mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus berkembang, masyarakat memiliki peran strategis untuk memastikan perbedaan pandangan tetap berada dalam koridor demokrasi yang sehat. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan pendapat. Sebaliknya, persatuan dapat diwujudkan dengan menjadikan perbedaan sebagai bagian dari proses demokrasi, sekaligus memastikan setiap kritik disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Situasi bangsa yang kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun permusuhan ataupun memperlebar polarisasi di tengah masyarakat. Dukungan terhadap pemerintahan juga tidak harus dipahami sebagai sikap yang menutup ruang kritik. Masyarakat tetap mempunyai hak untuk memberikan masukan, melakukan pengawasan, dan menyampaikan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah. Hal terpenting adalah kritik tersebut disampaikan dengan cara yang bertanggung jawab serta didasarkan pada kepentingan publik. Kritik konstruktif justru dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pemerintahan. Masukan dari masyarakat dapat membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih luas, terutama ketika sebuah program masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.