• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Tingkatkan Lapangan Pekerjaan, AGTI Apresiasi Pemerintah Perkuat Hilirisasi Industri Tekstil dan Garmen Nasional

Tingkatkan Lapangan Pekerjaan, AGTI Apresiasi Pemerintah Perkuat Hilirisasi Industri Tekstil dan Garmen Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 19 January 2026

Tingkatkan Lapangan Pekerjaan, AGTI Apresiasi Pemerintah Perkuat Hilirisasi Industri Tekstil dan Garmen Nasional

Jakarta – Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI) mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat hilirisasi industri tekstil dan garmen nasional sebagai langkah strategis untuk meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan. Sektor tekstil dan garmen dinilai memiliki peran vital sebagai industri padat karya yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian nasional sekaligus menjaga stabilitas sosial di berbagai daerah.

 

Ketua Umum AGTI, Anne Patricia Sutanto, menilai perhatian langsung Presiden terhadap industri tekstil dan garmen merupakan sinyal politik dan ekonomi yang sangat kuat bagi keberlanjutan sektor tersebut. Menurutnya, penguatan hilirisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai tambah produk dalam negeri, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap perluasan kesempatan kerja formal. “Industri tekstil dan garmen memiliki peran strategis dalam penciptaan lapangan kerja dan menjaga stabilitas sosial-ekonomi nasional,” ujar Anne.

 

AGTI menekankan bahwa penempatan industri tekstil dan garmen sebagai sektor strategis perlu segera ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret di tingkat kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah. Anne menilai komitmen nasional harus diterjemahkan dalam regulasi yang berpihak, instrumen fiskal yang tepat sasaran, serta mekanisme pelaksanaan yang efektif di lapangan agar industri mampu tumbuh berkelanjutan dan menyerap tenaga kerja secara optimal.

 

Terkait arahan Presiden mengenai revitalisasi rantai pasok, AGTI memandang penguatan supply chain tekstil harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Struktur rantai pasok yang panjang membutuhkan kebijakan terintegrasi agar industri nasional mampu meningkatkan daya saing dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

 

Anne menilai penguatan industri hulu dalam negeri menjadi langkah penting, meski dalam jangka pendek impor bahan baku masih dibutuhkan untuk menjaga kelancaran produksi. “Impor bahan baku bagi produsen yang patuh aturan perlu berjalan cepat dan efisien agar daya saing industri tetap terjaga,” katanya.

 

Selain itu, AGTI menilai hilirisasi industri tekstil dan garmen menjadi kunci peningkatan nilai tambah sekaligus memperkuat peran sektor ini sebagai penyerap tenaga kerja. Dengan hilirisasi yang konsisten, industri tekstil nasional diharapkan mampu naik kelas, tidak hanya sebagai produsen bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tinggi yang mampu bersaing di pasar global.

 

Anne juga menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dan pengembangan industri permesinan dalam negeri. Menurutnya, ketergantungan terhadap mesin impor masih tinggi sehingga penguatan industri pendukung, termasuk penguasaan teknologi dan semikonduktor, perlu menjadi bagian dari agenda industrialisasi nasional. Langkah tersebut diyakini mampu mendorong penerapan Industri 4.0 sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas tenaga kerja.

 

Ke depan, AGTI berharap arahan Presiden Prabowo dapat segera diwujudkan dalam kebijakan teknis yang konkret, termasuk deregulasi perizinan, penyediaan energi yang kompetitif, serta dukungan fiskal dan pembiayaan yang tepat sasaran. Dengan kebijakan yang terintegrasi dan konsisten, AGTI optimistis industri tekstil dan garmen nasional mampu memperkuat daya saing, memperluas lapangan pekerjaan, dan kembali menjadi tulang punggung manufaktur padat karya Indonesia.

Kualitas Hunian Jadi Fokus Percepatan Program 3 Juta Rumah

October 11, 2026

Tiga Juta Rumah Berkualitas Dipastikan lewat Pengawasan Rumah Subsidi

October 11, 2026

Kualitas Hunian Jadi Fokus Percepatan Program 3 Juta Rumah

By Kata IndonesiaOctober 11, 20260

Kualitas Hunian Jadi Fokus Percepatan Program 3 Juta Rumah Oleh Prasetyo Mulya Percepatan Program 3…

Tiga Juta Rumah Berkualitas Dipastikan lewat Pengawasan Rumah Subsidi

By Kata IndonesiaOctober 11, 20260

Tiga Juta Rumah Berkualitas Dipastikan lewat Pengawasan Rumah Subsidi Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pengawasan…

Pemerintah Tekankan Kualitas Bangunan dalam Program 3 Juta Rumah

By Kata IndonesiaOctober 11, 20260

Pemerintah Tekankan Kualitas Bangunan dalam Program 3 Juta Rumah Jakarta – Pemerintah terus mempercepat Program…

Koperasi Merah Putih Catat Transaksi Besar, Perputaran Usaha Desa Menguat

By Kata IndonesiaOctober 11, 20260

Koperasi Merah Putih Catat Transaksi Besar, Perputaran Usaha Desa Menguat Jakarta* – Koperasi Desa/Kelurahan Merah…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.