• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Tindak Tegas Permainan Karantina

Tindak Tegas Permainan Karantina

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 5 February 2022

Tindak Tegas Permainan Karantina

Oleh : Laura Putri

Kebijakan karantina setelah bepergian dari luar negeri wajib ditaati semua pihak. Masyarakat mendukung tindakan tegas Pemerintah terhadap permainan karantina yang merupakan langkah skrining awal mencegah Covid-19.

Ketika virus Covid-19 varian Omicron sudah masuk ke Indonesia, maka terjadi lagi pengetatan di pintu masuk negeri, terutama di bandara. Seluruh orang yang baru datang dari luar negeri harus mau dikarantina agar terpantau, mereka positif Corona (terutama varian Omicron) atau tidak.

Karantina tidak bisa diganti dengan isolasi mandiri di rumah masing-masing karena bisa jadi mereka tidak disiplin.
Akan tetapi muncul aroma permainan kotor karantina yang membuat Presiden Jokowi bersikap tegas.

Beliau menegaskan, jangan sampai ada permainan dan harus dicegah saat ini juga. Dalam artian, jangan sampai karantina jadi ajang kecurangan dan kongkalingkong, atau saling kabur, sehingga bisa menaikkan kasus Corona (terutama varian Omicron) di Indonesia.

Permainan kotor yang dilakukan oleh oknum mulai terkuak ketika ada salah satu selebgram berinisial R yang ternyata tidak dikarantina, dan setelah tertangkap ia mengaku menyogok salah satu penjaga di sana. Tentu saja R melanggar UU Kekarantinaan dan didenda jutaan rupiah, serta terancam hukuman kurungan. Sebegai selebgram ia juga mendapat hukuman sosial berupa cemoohan dari banyak orang.
Kasus ini terus diselidiki agar jangan sampai ada yang terinspirasi dan juga menyiapkan uang sogokan. Permainan ini benar-benar kotor karena oknum mudah tergoda kilauan cuan lalu lupa berdisiplin dalam menunaikan tugasnya.
Sementara itu, ada juga modus lain untuk kabur dari karantina. Ada seseorang yang dites Corona saat karantina dan hasilnya positif, tetapi ia meminta tes pembanding, dan hasilnya negatif. Ia dengan liciknya menunjukkan hasil tes negatif lalu dibolehkan pulang. Akan tetapi hasil tes selanjutnya ternyata positif. Sehingga untuk mencegah hal ini terjadi lagi, tes harus dilakukan minimal 3 kali saat karantina.
Permainan kotor saat karantina harus diberangus karena sangat merugikan. Pertama, hal ini bisa menaikkan kasus Corona di Indonesia, terutama varian Omicron. Penyebabnya karena mayoritas pasien Omicron dari transmisi luar negeri. Mereka yang baru datang dari luar negeri jangan menyepelekan, karena varian virus ini tak hanya ada di Afrika dan sekitarnya, tetapi sudah di seluruh dunia.
Karantina wajib dilakukan karena bisa menekan kasus Corona di negeri ini dan seharusnya mereka yang baru datang dari luar negeri sadar bahwa mereka malah terselamatkan. Penyebabnya karena jika hanya isolasi mandiri lalu terkena Corona varian Omicron, tidak ada anosmia alias kehilangan fungsi penciuman. Mereka mengira sehat padahal sakit dan jangan sampai berujung kematian, apalagi jika belum vaksin lengkap.
Selain itu, para oknum yang memainkan karantina harus benar-benar diberi tindakan tegas, jika perlu mereka diberi hukuman keras sampai kehilangan posisinya. Ini bukanlah sebuah kekejaman, melainkan shock therapy agar tidak ada yang meniru tindakan jeleknya. Jangan sampai 1 kesalahan membuat efek domino negatif.
Saat semua orang tertib karantina maka mereka jadi penyelamat karena mencegah terjadinya serangan Corona gelombang ketiga di Indonesia. Jangan sampai gara-gara ada serangan lagi maka ada lonjakan kasus dan malah pintu keluar dan masuk Indonesia ditutup total, dan sungguh merugikan terutama di bidang ekonomi dan pariwisata.
Permainan licik saat karantina yang dilakukan oleh oknum nakal harus dilibas habis. Jangan sampai gara-gara 1 kecurangan, jumlah pasien Corona di negeri ini jadi naik lagi. Petugas harus kukuh dan tidak mudah tergoda sogokan jika ada yang mau kabur, karena jika menerimanya mereka sama saja mementingkan diri sendiri tapi merugikan Indonesia.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi institute

Verval Koperasi Merah Putih Dipercepat Tanpa Mengabaikan Standar Kelayakan

September 30, 2026

Pemerintah Pastikan Verval Koperasi Merah Putih Tentukan Status Layak Operasional

September 30, 2026

Verval Koperasi Merah Putih Dipercepat Tanpa Mengabaikan Standar Kelayakan

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Verval Koperasi Merah Putih Dipercepat Tanpa Mengabaikan Standar Kelayakan Oleh: Antonius Utomo Pemerintah terus mempercepat…

Pemerintah Pastikan Verval Koperasi Merah Putih Tentukan Status Layak Operasional

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Pemerintah Pastikan Verval Koperasi Merah Putih Tentukan Status Layak Operasional Jakarta – Pemerintah terus memperkuat…

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung Jakarta -…

Mengawal Kesiapsiagaan Bencana Sebelum Hujan Ekstrem Datang

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Mengawal Kesiapsiagaan Bencana Sebelum Hujan Ekstrem Datang   Oleh: Rizky Adinata Kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi perlu diperkuat sebelum hujan ekstrem datang, menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa musim hujan 2026/2027 memiliki pola yang perlu diwaspadai. Meski awal musim hujan diperkirakan berlangsung lebih lambat di sejumlah wilayah, jarak menuju puncak musim hujan relatif berdekatan sehingga potensi lonjakan curah hujan dapat meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gangguan pelayanan publik. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana tidak seharusnya baru dilakukan ketika hujan deras mulai menimbulkan dampak, tetapi harus dipersiapkan sejak jauh hari melalui koordinasi pemerintah dan partisipasi masyarakat. BMKG memprakirakan sebanyak 185 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 24,66 persen luas daratan Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Selanjutnya, sebanyak 266 ZOM atau 17,3 persen wilayah daratan diperkirakan menyusul pada Desember 2026. Di sisi lain, sebanyak 529 ZOM atau 61,08 persen wilayah mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan rata-rata klimatologinya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah perlu memahami karakteristik cuaca di wilayah masing-masing agar kebijakan kesiapsiagaan dapat disusun secara tepat dan tidak bersifat seragam. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah jarak antara awal musim hujan dengan puncak musim yang diperkirakan cukup dekat. Puncak musim hujan diproyeksikan terjadi pada Desember 2026 di 155 ZOM, Januari 2027 di 162 ZOM, dan Februari 2027 di 190 ZOM. Menurut Ardhasena Sopaheluwakan, kondisi tersebut perlu diantisipasi karena curah hujan tinggi dalam periode yang berdekatan dapat memicu bencana hidrometeorologi apabila kapasitas lingkungan dan infrastruktur tidak memadai. Meskipun durasi musim hujan pada sebagian wilayah diperkirakan lebih pendek, akumulasi curah hujan tidak berarti berada pada kondisi rendah. BMKG mencatat 510 ZOM atau sekitar 69,7 persen daratan berada dalam kategori curah hujan normal, sedangkan 147 ZOM atau 18,5 persen daratan diperkirakan berada di atas normal. Data tersebut memperlihatkan bahwa kesiapsiagaan tetap diperlukan karena besarnya curah hujan dan kondisi wilayah menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat risiko bencana. Karena itu, rekomendasi BMKG perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata lintas sektor. Di bidang pangan, pemerintah dapat menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas berumur pendek. Pada sektor air dan energi, kapasitas drainase, waduk, serta tampungan air perlu dioptimalkan. Sementara itu, sektor kesehatan perlu meningkatkan kewaspadaan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.