• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Tetap Waspada Meski Kasus Positif Covid-19 Melandai

Tetap Waspada Meski Kasus Positif Covid-19 Melandai

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 23 October 2021

Tetap Waspada Meski Kasus Positif Covid-19 Melandai

Oleh : Zainudin Zidan

Pemerintah dianggap berhasil mengendalikan pandemi Covid-19 seiring melandainya kasus penularan virus Corona di Indonesia. Namun demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan selalu menerapkan Prokes guna mengantisipasi gelombang Covid-19 ketiga.

Puan Maharani selaku Ketua DPR RI, meminta kepada seluruh pihak agar tidak cepat berpuas diri apalagi sampai terbawa euforia dengan laju penularan Covid-19 yang melandai. Ia mengingatkan lonjakan penularan masih mungkin terjadi meski positivity rate nasional sudah di bawah 5% atau sesuai standar organisasi kesehatan dunia (WHO).

Tren laporan positif Indonesia sempat mengalami penurunan hingga hanya 620 kasus pada Senin, 11 Oktober lalu. Namun jumlahnya meningkat nyaris dua kali lipat dua hari kemudian pada tanggal 13 Oktober 2021, yakni sebanyak 1.233 kasus.

Puan menuturkan, potensi lonjakan kasus Covid-19 dalam jumlah besar masih tetap ada. Ia mengajak kepada semua pihak untuk terus waspada dan tidak cepat berpuas diri. Dirinya juga meminta agar pengawasan terhadap penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah terus diperketat sesuai dengan aturan masing-masing level. Aturan masuk mal, transportasi publik, tempat wisata dan sebagainya, tidak boleh kendor sedikitpun.
Puan mengingatkan akan adanya potensi mobilitas orang ang tinggi saat masa libur akhir tahun mendatang, yang dapat memicu lonjakan kasus. Terlebih, sejumlah daerah tujuan wisata sudah dibuka bagi wisatawan mancanegara.
Politikus dari fraksi PDI-Perjuangan tersebut juga meminta agar pemerintah gencar mempercepat vaksinasi serta memperkuat testint, tracing dan treatment (3T). Masyarakat juga diminta untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dirinya meyakini Indonesia bisa cepat pulih dari pandemi dengan kerja keras dan gotong royong seluruh pihak.
Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengingatkan dan meminta masyarakat Indonesia agar tidak euforia terlebih dahulu dan tidak lengah meski kasus covid-19 di Indonesia terus mengalami perbaikan atau penurunan kasus.
Ia berujar, meski angka kasus harian sudah jauh menurun, Nadia mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan yakni dengan rutin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Selain itu juga segera melakukan vaksinasi sesuai dengan jadwal masing-masing.
Diakui sebagai salah satu upaya proteksi kesehatan, Siti Nadia mengajak warga yang belum mendapatkan vaksinasi untuk segera mendapatkannya. Selain itu masyarakat jangan sampai terjadi kelengahan seperti terciptanya kerumunan dimana-mana dan akhirnya terjadi lonjakan kasus kembali. Apalagi, saat ini virus covid-19 bermutasi dan menyebabkan munculnya varian baru.
Siti menerangkan, tentunya pihaknya tidak ingin lalai dan lengah, sehingga dalam menghadapi lonjakan kasus covid-19. Kita juga harus mengantisipasi agar tidak kecolongan masuknya varian baru Covid-19 dengan memperketat pada pintu masuk negara Indonesia.
Untuk itu, kementerian kesehatan meminta kepada seluruh pihak terkait yang bertugas melakukan pengawasan di pintu masuk negara Indonesia, dapat saling berkoordinasi dalam memperketat pengawasan. Hal ini dilakukan demi Indonesia terhindar dari virus covid-19 varian baru. Mengingat pada varian baru ini, lebih cepat penularannya dan lebih sulit pengendaliannya.
Sementara itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya akan melakukan survei seroprevalensi secara berkala guna menyempurnakan deteksi kasus Covid-19 di masyarakat berdasarkan data riil. Seroprevalensi merupakan perhitungan jumlah individu dalam suatu populasi yang memperlihatkan hasil positif untuk suatu penyakit berdasarkan spesimen serologi atau serum darah.
Budi mengatakan, survei tersebut akan dilakukan enam bulan sekali di 34 provinsi. Sehingga, hasil survei tersebut dapat digunakan sebagai dasar membuat kebijakan ke depan. Tentu saja diharapkan dalam 2 bulan, survei yang bekerja sama antara WHO dengan Kementerian Dalam Negeri dan beberapa perguruan tinggi ini bisa kita lakukan di 100 kabupaten/kota.
Penurunan ini tentu saja menunjukkan bahwa kebijakan PPKM yang ditetapkan oleh pemerintah memiliki dampak positif. Tentu saja kebijakan terkait perpanjangan PPKM diambil dengan beragam pertimbangan.
Ia juga mengatakan, bahwa angka kematian harian terakhir berada di angka 270 kasus, dengan rata-rata sekitar 460 kasus. Budi juga menyebut jumlah ini sudah jauh dibandingkan dengan angka kematian yang mencapai 2.000 orang saat puncak kasus Covid-19.
Kasus terkonfirmasi positif memang sudah berkurang jauh, hal ini tentu saja sebuah prestasi yang patut dijaga agar pengalaman porak poranda pada bulan Juli 2021 lalu tidak terulang.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.