• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Tetap Taat Prokes Meskipun Kasus Menurun

Tetap Taat Prokes Meskipun Kasus Menurun

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 15 May 2022

Tetap Taat Prokes Meskipun Kasus Menurun

Oleh : Eduardus Airlangga

Protokol kesehatan (Prokes) wajib ditaati walau kasus Corona menurun. Ketaatan terhadap Prokes diharapkan dapat menjaga tren positif pengendalian Covid-19, sehingga dapat mempercepat transisi pandemi ke endemi.

Tak terasa kita sudah menjalani masa pandemi selama lebih dari dua tahun. Selama ini keadaan berubah drastis dan banyak orang lebih menjaga kesehatan dan kebersihan diri, karena takut terkena Corona.

Namun sayangnya saat ini mereka sudah lalai dan tidak memakai masker ketika bepergian, mungkin karena merasa aman ketika jumlah pasien Corona menurun.

Menurut data dari Tim Satgas Covid, per tanggal 11 mei 2022, jumlah pasien Corona hanya 400-an orang. Angka ini jauh berkurang jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu. Namun walau jumlah pasien mengalami penurunan, masyarakat tetap wajib taat protokol kesehatan agar tidak tertular Corona.

Dicky Budiman, Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia menyatakan bahwa pandemi belum berakhir meski ada penurunan kasus Corona dan ada sejumlah pelonggaran kegiatan masyarakat. Namun Corona masih ada dan bahkan terus bermutasi.
Varian baru Corona, menurut Dicky Budiman, berisiko menyebabkan ledakan kasus baru. Terutama di daerah-daerah yang cakupan vaksinasinya rendah, sehingga rawan menularkan kelompok Lansia (lanjut usia) dan anak-anak. Dalam artian, jangan sampai mereka jadi korban Corona gara-gara keluarganya tidak taat protokol kesehatan.
Klaster keluarga memang patut diwaspadai karena bisa jadi ayah atau ibu yang bekerja di luar, membawa droplet berisi virus Covid-19. Jika mereka tidak taat Prokes maka akan kena Corona gejala ringan dan menularkannya ke anak-anak di rumah. Ketika ini yang terjadi maka jumlah pasien Corona akan naik lagi.
Kita tentu tidak mau jumlah pasien Covid naik, bukan? Oleh karena itu tetaplah menaati protokol kesehatan, meski jumlah kasus Corona menurun drastis. Memakai masker bukan hanya karena lolos dari razia petugas, tetapi merupakan sebuah kesadaran karena tidak mau tertular Corona di luar sana.
Apalagi Corona varian Delta dan Omicron bisa menular lewat udara sehingga bahaya saat masyarakat tidak pakai masker di sebelah orang tanpa gejala (OTG). Banyak orang yang tidak tahu siapa saja di sekitarnya yang berstatus OTG. Jangan sampai kena Corona gara-gara bergaul erat dengan OTG dan melalaikan protokol kesehatan.
Selain pemakaian masker, patuhi juga poin lain dalam protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan air mengalir. Untuk pemilik toko atau tempat umum lain, selalu sediakan tempat mencuci tangan dengan sabun antiseptik (bukan dengan sabun cuci piring). Antisipasi Corona wajib dilakukan, selain dengan scan aplikasi peduli lindungi, juga dengan menyediakan tempat cuci tangan yang representatif.
Masyarakat juga wajib untuk menaati protokol kesehatan seperti menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Jika ada undangan pesta pernikahan maka datang saja lalu pulang cepat-cepat, untuk menghindari kerumunan. Tuan rumah menyediakan makanan dalam kotak untuk dikonsumsi tamu undangan di rumah, bukan di dalam gedung.
Sementara itu, pengurangan mobilitas dilakukan dengan mengurangi keluar rumah, kecuali jika ada kegiatan penting seperti bekerja dan sekolah. Untuk berbelanja bisa via online dan saat ini masyarakat dimudahkan dengan jasa kurir yang bisa mengantar dan membelikan barang apa saja yang ada di dalam kota.
Masyarakat diimbau untuk tetap taat protokol kesehatan walau kasus Corona menurun drastis. Prokes wajib dijaga karena pandemi belum selesai. Tetaplah pakai masker dan menaati Prokes lain agar selamat dari bahaya Corona.

)* Penulis adalah kontributor pertiwi Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.