• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Terus Berlanjut, Keseriusan Indonesia Power Dalam Pengolaan Toss to Energy dan Pengembangan EBT

Terus Berlanjut, Keseriusan Indonesia Power Dalam Pengolaan Toss to Energy dan Pengembangan EBT

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 17 August 2019

PT Indonesia Power yang merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) yang bergerak di pembangkit listrik sangat serius dalam pengembangan EBT dan pengelolaan sampah menjadi energi. Seperti halnya PLTA Rajamandala yang dapat membantu program Citarum Harum.

Selain itu untuk pengelolaan sampah menjadi energi, IP mempunyai Program TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat). TOSS ini merupakan program unggulan CSR PT Indonesia Power bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN dengan memberdayakan kelompok masyarakat mulai dari proses pengumpulan sampah sampai dengan menjadi pellet yang pada akhirnya dapat digunakan untuk bahan bakar kompor anglo dan Gasifier untuk di pembangkit listrik.

Berlokasi di Ruang Rapat Kalingga 2 Hotel Aston Bandung (16/08) Direktur Utama Indonesia Power M. Ahsin Sidqi dengan didampingi oleh Direktur Pengembangan dan Niaga Adi Supriono serta para jajarannya bertemu dengan Sutijastoto selaku Dirjen EBTKE Kementerian ESDM beserta para staffnya untuk membahas tindak lanjut keseriusan PT Indonesia Power dalam pengelolaan TOSS untuk Energi Baru dan Terbarukan.

Dalam sambutannya Sutijastoto menjelaskan target utama dari EBT ialah cara membuat sesuatu yang baru agar dapat bernilai ekonomis, “Dalam mencapai target EBT yang kita utamakan adalah bagaimana kita meng-Create Economi Value, yang tentu saja bisa bermanfaat bagi Indonesia Power”, ujar Dirjen EBTKE.

Menutup sambutanya Sutijastoto menyampaikan harapannya untuk Indonesia Power yang begitu serius terhadap pengembangan EBT, “Diharapkan nantinya Indonesia Power bisa menjadi salah satu fundamental bagi pencapaian target EBT di Indonesia. Mari kita saling bahu membahu melalui sinergi BUMN”, tutup Toto

Selain yang disampaikan diatas DIRJEN EBTKE Kementerian ESDM juga memberikan apresiasi beberapa peluang dan potensi Energi Baru yg dapat digarap oleh IP untuk membantu mencapai target bauran ebt 23% pada tahun 2025. Saat ini Indonesia Power sedang menggarap 18 Project EBT yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Pertemuan kali ini fokus melaporkan beberapa inisiatif dari Indonesia Power terkait Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Dalam hal ini Kepala Bidang Riset, Inovasi Dan Knowledge Management PT Indonesia Power M. Soleh memaparkan perihal pemanfaatan pelet sampah untuk co-fairing di PLTU Jeranjang.

Setelah itu dilanjutkan oleh presentasi Rusdiansyah sebagai GM Unit Pembangkitan Saguling PT Indonesia Power melaporkan tentang pemanfaatan limbah enceng gondok sebagai briket yang nantinya bisa dijual ke industri tekstil. Manfaat dari hasil olahan limbah ini nantinya dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar untuk mesin disel yang dapat di distribusikan di Daerah Jawa Barat khususnya di Bandung dan sekitarnya.

Serangkaian dengan acara tersebut PT Indonesia Power dengan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM melaksanakan Upacara HUT ke-74 Republik Indonesia di PLTA Rajamandala, kali ini Dirjen EBTKE Kesdm bertindak sebagai Inspektur Upacara.

(17/8) Dalam sambutannya Sutijastoto menyampaikan bahwa Indonesia Power menjadi Perusahaan Pembangkit Listrik yang terdepan dalam pengembangan EBT, seperti halnya PLTA Rajamandala yang sangat membantu program Citarum Harum, karena air keluaran PLTA rajamandala dikembalikan ke sungai dan air menjadi lebih bersih setelah disaring di Intelake PLTA Rajamadala. Dan mengenai UP Saguling sebagai PLTA terbesar harus tetap melestarikan lingkungan agar keberlanjutan terjaga. Masalah gulma enceng gondok akan bisa ditanggulangi dijadikan TOSS yg bermanfaat bagi masyarakat dengan peningkatan ekonomi serta memelihara kelestarian danau dan keandalan pembangkit.

 

Ekonomi RI Dinilai Tetap Stabil Meski Rupiah Menghadapi Tekanan

November 2, 2026

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

November 2, 2026

Ekonomi RI Dinilai Tetap Stabil Meski Rupiah Menghadapi Tekanan

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Ekonomi RI Dinilai Tetap Stabil Meski Rupiah Menghadapi Tekanan Jakarta – Pemerintah menilai kondisi perekonomian…

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti…

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Banyuwangi yang didirikan tahun 1987 dan resmi…

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak Oleh : Gavin Asadit Pengawasan dari tingkat daerah menjadi bagian penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan memberikan manfaat bagi kesehatan anak. Seiring meluasnya pelaksanaan program di berbagai wilayah, kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga ketepatan distribusi harus dijaga secara konsisten. Pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, dan Badan Gizi Nasional (BGN) diperlukan agar makanan yang diterima peserta didik memenuhi standar keamanan dan gizi. BGN telah mendorong penguatan koordinasi pengawasan MBG melalui optimalisasi peran Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah serta rencana penempatan personel BGN pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini ditujukan untuk memperpendek rentang koordinasi antara pemerintah pusat dan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan bagi penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa besarnya cakupan program membutuhkan pembagian peran yang jelas agar pengawasan dapat berlangsung lebih dekat dengan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, personel BGN di daerah diharapkan dapat menjadi mitra koordinasi kepala daerah, mempercepat penanganan keluhan, dan membantu memastikan persoalan operasional segera ditindaklanjuti. BGN juga mendorong daerah yang belum membentuk Satgas MBG agar segera menyelesaikan pembentukannya. Hingga akhir Oktober, Satgas MBG telah terbentuk di 230 daerah. Penguatan tersebut diperjelas melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian SPPG di Daerah. Kebijakan ini mendorong gubernur, bupati, dan wali kota untuk terlibat dalam pemeriksaan berkala terhadap dapur MBG. Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada indikator kelayakan yang telah disiapkan BGN, sehingga penilaian tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga kondisi nyata fasilitas dan proses pengolahan makanan. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan dan pengawasan MBG. Menurutnya, kepala daerah dapat menggerakkan perangkat daerah terkait untuk memeriksa kelayakan SPPG dan menindaklanjuti temuan di wilayah masing-masing. Keterlibatan dinas kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, serta unsur pengawasan daerah memungkinkan pemeriksaan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari sanitasi hingga kualitas layanan. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.