• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Travel»Tempat Wisata untuk Berziarah Umat Muslim yang Ada di Dunia

Tempat Wisata untuk Berziarah Umat Muslim yang Ada di Dunia

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 24 September 2020

Laporan: Mutiaradha Syaifitri

Ziarah merupakan kunjungan ke tempat yang dianggap suci atau mulia. Tempat-tempat tersebut bisa berupa makam, rumah ibadah, dan masih banyak lagi tempat yang dianggap suci.

Untuk berziarah, kita tidak hanya bisa mengunjungi makam saja. Tempat-tempat lain yang dianggap mulia dan mengandung sejarah Islam juga bisa dijadikan destinasi ziarah yang akan mendatangkan pahala dan juga pengetahuan tambahan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut tempat wisata untuk berziarah umat Muslim yang ada di dunia.

1. Masjid Jin, Mekkah, Arab Saudi
Masjid Al-Jin atau bisa disebut dengan Masjid Al-Bai’ah. Cerita di balik penamaan masjid ini adalah pada suatu masa, Rasulullah SAW sedang melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an (surat Ar-Rahman lebih spesifiknya). Kemudian, sekelompok Jin lewat dan terpukau akan lantunan dan makna dari surat tersebut. Setelah itu, mereka berbaiat atau mengakui bahwa Rasulullah SAW merupakan utusan dari Allah SWT.

Cerita ini sungguh menarik dan memperlihatkan kekuatan dari lantunan ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga banyak orang yang menjadikan masjid ini tujuan wisata religi mereka.

Baca juga: Mengutuk Aksi Kejam OPM Tembak Siswa SMK

2. Jabal Rahmah, Mekkah, Arab Saudi
Jabal Rahmah terletak di Mekkah, lebih tepatnya di sebuah bukit di Padang Arafah. Tempat ini menjadi lokasi bersejarah, karena merupakan tempat bertemunya Nabi Adam AS dan Siti Hawa.
Itu merupakan pertemuan pertama kali mereka setelah dipisahkan selama 200 tahun setelah diturunkan dari surga. Untuk mengenang pertemuan ini, dibangun tugu putih di puncak Jabal Rahmah.

Orang-orang yang sedang pergi umroh atau naik haji sangat sering mengunjungi tempat ini, karena terdapat nilai sentimentil tersendiri dari cerita di baliknya.

3. Makam Akzirat dan Turukhan, Bashkiria, Rusi
Tujuan ziarah pertama berada di Rusia, tepatnya di desa Bashkiria. Di Bashkiria, terdapat dua makam kuno dari abad ke-14 dan ke-12. Makam Akzirat merupakan makam yang dibangun pada abad ke-14 untuk Hj. Hussein-Bek, imam pertama di wilayah Bashkiria.

Selain makam Akzirat, terdapat juga makam Turukhan, seorang pengusaha muslim bijak yang dikatakan merupakan keturunan Genghis Khan.
Kedua makam ini dianggap sangat suci oleh warga di sekitar Bashkiria dan mendatangkan banyak pengunjung ziarah dari seluruh dunia.

4. Mata Air Auliya, Bashkiria, Rusia
Berada di Bashkiria, mata air Auliya ini tepatnya terletak di Gunung Aushtau, Pegunungan Ural Selatan dan berarti ‘suci’ dalam bahasa Bashkiria.
Tempat ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti penyakit pernapasan, pencernaan, dan juga batu ginjal. Jika ingin mengunjungi tempat ini, peziarah harus mendaki sampai puncak gunung Aushtau.

Destinasi ziarah satu ini memiliki satu keunikan yang meningkatkan daya tariknya: mata air Auliya hanya mengalir satu bulan saja pada akhir Mei sampai awal Juni, dan dikatakan hanya memiliki khasiat setelah tanggal 15 Mei.

5. Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin, Putrajaya, Malaysia
Masjid yang memiliki julukan ‘Masjid Besi’ dan berkonsep ramah lingkungan ini merupakan salah satu contohnya. Ini telah jadi tujuan wisata religi warga Malaysia dan juga dari mancanegara.
Masjid yang terletak di Putrajaya, Malaysia ini memiliki arsitektur yang sangat memukau dan dilengkapi dengan teknologi gas district cooling, sebuah alternatif pendingin yang lebih ramah lingkungan.

Di bagian dalam masjid terukir kaligrafi Asmaul Husna yang terlihat sangat apik, lalu bagian luarnya dikelilingi taman hijau dan air mancur yang menjadikan area sekitar masjid begitu asri

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

September 14, 2026

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

September 14, 2026

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026 Jakarta – Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu Koperasi…

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global Oleh : Gavin Asadit…

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.