• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Tanggapi Isu Papua, FPMSI Sampaikan Sikap dan Imbauan Bagi Warganet

Tanggapi Isu Papua, FPMSI Sampaikan Sikap dan Imbauan Bagi Warganet

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 30 August 2019

Forum Pegiat Media Sosial Independen  (FPMSI) melalui koordinator nasional nya menyatakan sikapnya terkait isu Papua yang terjadi mulai dari di Surabaya, Malang, hingga terakhir kerusuhan sampai sejumlah daerah Bumi Cendrawasih.

Hafyz Marshal selaku koordinator nasional mengatakan ada lima poin yang menjadi fokus pernyataan sikap FPMSI bagi kalangan warganet dan masyarakat.

“Intinya kami menyesalkan terjadinya rentetan peristiwa yang menyangkut saudara-saudara kita warga Papua. Kami minta diskriminasi bersifat rasial ini dihentikan,” ujar Hafyz melalui keterangan tertulisnya di Jakarta.

Hafyz juga meminta para pegiat media sosial dan pengguna sosmed saling menjaga kerukunan dan persatuan.

“Kita hindari pernyataan-pernyataan rasial dan diskriminatif di sosial media,” tegas dia.

“Jangan lagi terprovokasi. Kita sesama anak bangsa harus bersama-sama saling menjaga keutuhan NKRI,” tambahnya.

Berikut pernyataan FPMSI bagi kalangan warganet, diantaranya:

1. Menyesalkan peristiwa yang terjadi di Malang dan Surabaya yang juga disusul kerusuhan di beberapa wilayah Papua lainnya serta menghimbau semua warga bangsa menjaga situasi kondusif bahwa masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama dan ras adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

2. Mendesak negara untuk secara serius menghilangkan stigma rasial dan diskriminatif dalam setiap kehidupan bermasyarakat berbangsa, dan bernegara sesuai dengan Sila ke-2 Pancasila, UUD 1945, dan UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis serta menindak tegas pelaku pelanggaran tersebut.

3. Meminta pemerintah, aparat negara, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga negara Indonesia untuk tidak mengucapkan ujaran kebencian, penghinaan terhadap Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA), serta tindakan represif, diskriminatif, ataupun persekusi yang dilakukan di dunia maya terhadap sesama warga negara sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

4. Meminta kepada pegiat sosial media, Influencer sosial media dan pengamat sosial media untuk mengingatkan dan memantau terhadap setiap postingan dari pengikut sosial media nya  agar tidak terprovokasi pihak manapun yang menggangu keutuhan NKRI karena Papua merupakan bagian yang tak terpisahkan dari NKRI serta mewaspadai propaganda campur tangan asing terhadap kedaulatan NKRI.

5.  Menghimbau kepada seluruh komponen warganet untuk tidak menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian atas dasar SARA maupun informasi provokatif di media publik yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa sehingga pembangunan Indonesia khususnya di Papua yang gencar dilaksanakan selama ini tetap berjalan lancar.

Demikian pernyataan sikap dari FPMSI.

Pemerintah Salurkan Bantuan Beras untuk Puluhan Juta KPM pada HUT RI ke-81

August 5, 2026

 Sekolah Rakyat Buktikan Pendidikan Anak Miskin Kini Menjadi Prioritas Negara

August 5, 2026

Pemerintah Salurkan Bantuan Beras untuk Puluhan Juta KPM pada HUT RI ke-81

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Pemerintah Salurkan Bantuan Beras untuk Puluhan Juta KPM pada HUT RI ke-81 JAKARTA – Pemerintah…

 Sekolah Rakyat Buktikan Pendidikan Anak Miskin Kini Menjadi Prioritas Negara

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Sekolah Rakyat Buktikan Pendidikan Anak Miskin Kini Menjadi Prioritas Negara Oleh: Izzuddin Faris Ada masa…

Darurat TPPO! Pulung Agustanto Ungkap Biang Keladi Utamanya: Lapangan Kerja Nihil

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menjerat warga negara Indonesia terus menunjukkan tren yang…

Sekolah Rakyat Didorong Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data 

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Sekolah Rakyat Didorong Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data JAKARTA – Program Sekolah Rakyat terus…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.