• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Taat Prokes saat Bersilaturahmi di Momentum Idul Fitri

Taat Prokes saat Bersilaturahmi di Momentum Idul Fitri

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 3 May 2022

Taat Prokes saat Bersilaturahmi di Momentum Idul Fitri

Oleh : Muhammad Zaki

Idul Fitri kita rayakan dengan bahagia karena bisa mudik lalu bersilaturahmi dengan keluarga dan kawan-kawan. Namun saat bertamu atau menerima tamu harus tetap ingat untuk memakai masker dan menaati protokol kesehatan lai karena Corona masih ada di sekitar kita.

Semaraknya Idul Fitri diwarnai dengan silaturahmi, mulai dari keluarga inti, kerabat jauh, tetangga, hingga kawan lama. Semuanya seolah larut dalam kegembiraan dan mengobrol secara asyik karena lama tidak bertemu. Tamu-tamu datang silih berganti dan menikmati kue kering serta hidangan lain yang tersedia.

Namun di momen bahagia berhari raya ini kita harus tetap taat protokol kesehatan karena pandemi masih ada dan belum selesai. Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan menaati protokol kesehatan saat beraktivitas, termasuk di hari Idul Fitri.

Apalagi jika ada komorbid atau lansia, maka akan lebih rawan kena Corona jika tidak berhati-hati saat silaturahmi.

Para lansia memang lebih rentan terkena Corona karena rata-rata punya komorbid, apalagi jika mereka belum divaksin sama sekali. Ketika menerima tamu maka harus hati-hati dan jangan mau jika diajak bersalaman. Bukannya tidak sopan tetapi dari sentuhan kulit bisa membawa droplet yang bisa saja mengandung virus Covid-19. Terlebih di masa pandemi kita sudah biasa untuk salaman jarak jauh dan hal itu dimaklumi.
Memang saat ini kasus Corona sedang menurun dan jumlah pasiennya hanya berkisar 300-an per hari. Namun kita tidak boleh lengah dan melupakan protokol kesehatan saat silaturahmi lebaran. Penyebabnya karena ketika banyak yang lalai maka takut akan terjadi kenaikan kasus dan pandemi bisa lebih lama lagi durasinya.
Prof Wiku menambahkan, ketika silaturahmi lebaran maka waspada juga akan tamu yang berstatus orang tanpa gejala. Apalagi jika kena Corona gejala ringan maka hanya terlihat seperti flu biasa padahal ia sedang diserang oleh virus Covid-19.
Oleh karena itu meskipun menerima tamu saudara dekat, tetaplah memakai masker untuk proteksi. Bagikan juga masker di dalam paket angpao agar para tamu mengenakannya. Jangan sepelekan masker karena bisa memproteksi diri dari droplet yang mengandung virus Covid-19.
Patuhi juga protokol kesehatan yang lain seperti jaga jarak. Jika sebelum pandemi kita bersilaturahmi dengan bertamu ramai-ramai maka sekarang tidak bisa karena tidak ada jaga jarak. Untuk mengakalinya maka di ruang tamu kursinya dipindah dulu ke tempat lain dan diganti dengan karpet. Para tamu bisa lesehan dan berbincang-bincang dengan lebih lapang tetapi juga wajib jaga jarak dan tak boleh berdempetan.
Untuk memproteksi diri maka setelah ada tamu yang pulang, semprot dulu ruang tamu dengan cairan antiseptik. Ketika ada tamu lagi maka berikan mereka sebotol kecil hand sanitizer agar langsung digunakan untuk membersihkan tangan. Nanti saat mereka pulang maka ruangan disemprot lagi, dan seterusnya.
Setelah selesai menerima tamu atau bertamu maka tutuplah rumah dan langsung mandi, keramas, dan berganti baju. Sedangkan pakaian yang kotor dicuci dengan air panas agar lebih higienis. Kebersihan rumah juga wajib dijaga agar tidak ada virus apapun saat lebaran, yang bisa menghancurkan kebahagiaaan saat berhari raya.
Idul Fitri harus kita jalani dengan hati yang bahagia karena bisa silaturahmi dengan sanak saudara dan kawan. Namun jangan lengah dan melepas masker serta melanggar protokol kesehatan. Ingatlah bahwa saat ini kita masih dalam masa pandemi sehingga wajib menaati protokol kesehatan, demi keselamatan bersama.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

 

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

August 22, 2026

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

August 22, 2026

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor Oleh: Aziz Rahman Ketika ketidakpastian…

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

​Bikin Terenyuh! Aksi Nyata LAZNAS Darunnajah Bikin Para “Pahlawan Jalanan” Tersenyum Lebar

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Di tengah dinamika mobilitas ibu kota yang digerakkan oleh para pekerja lapangan, eksistensi petugas Penanganan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.