• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Studi Online Cegah Siswa Terpapar Corona

Studi Online Cegah Siswa Terpapar Corona

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 27 March 2020

Oleh : Ahmad Wiryawan

Angka penyebaran virus Corona yang semakin tinggi membuat pemerintah mengambil keputusan untuk merumahkan seluruh kegiatan yang dapat dikerjakan dari rumah sebagai bentuk pencegahan terjadap penyebaran Covid-19.

Demikian pun terjadi dalam dunia pendidikan nasional, mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai pada level universitas. Anak-anak dibawah umut 7 tahun yang biasanya menikmati proses pembelajaran dengan berinteraksi dan bermain harus mengorbankan hal tersebut dengan tinggal d rumah. Hal positif tentunya adalah kedekatan hubungan dengan keluarga akan semakin erat.

Pada tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas tidak jauh berbeda, lingkungan yang dulunya ramai dengan anak-anak yang lalu-lalang berpindah dari satu tempat ke tempat lain menjadi sepi karena kebijakan pemerintah merumahkan mereka semua. Belajar dari rumah mungkin bagi seluruh anak sekolah akan sangat setuju dengan kebijakan pemerintah tersebut, karena mereka tidak perlu bangun pagi dengan segala persiapan untuk masuk sekolah.

Jika dilihat lebih teliti lagi, banyak anak-anak yang memanfaatkan keputusan pemerintah tersebut sebagai kesempatan untuk berlibur bersama keluarga ataupun bermalas-malasan, namun di beberapa daerah tertentu justru dari pihak sekolah memberikan beban tugas yang cukup tinggi bagi anak didik mereka agar kualitas pengetahuan tetap terjaga.

Lain lagi bagi mahasiswa-mahasiswa yang mana mereka sudah terbiasa belajar dan mengerjakan tugas mandiri yang bertumpuk. sehingga belajar dari rumah bukan merupakan suatu hal baru sehingga adaptasi terhadap keputusan pemerintah tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Dinamika belajar dari rumah yang begitu beragam membuat Kementerian Pendidikan dan Kebuyaan (Kemendikbud) seolah-olah menyatakan satu suara menyikapi hal tersebut. Kemendikbud mengimbau para pendidik agar dapat menghadirkan belajar yang menyenangkan dari rumah bagi siswa dan mahasiswa.

Belajar dari rumah menurut Kemendikbud, tidak berarti memberikan tugas yang banyak kepada siswa atau mahasiswa, tetapi menghadirkan kegiatan mengajar yang efektif sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Tenaga pendidikan juga demikian yaitu melaksanakan tugas-tugas administrasi sekolah di rumah masing-masing.

Kolaborasi dengan sejumlah komunitas pendidikan untuk memberikan dukungan platform pembelajaran daring (online) perlu dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui dinas pendidikan terkait. Platform tersebut menyediakan konten-konten pembelajaran daring yang dapat diakses secara gratis oleh guru, orang tua dan anak.

Platform daring juga dapat diakses secara mandiri, jika ada daerah-daerah yang tidak memiliki mitra komunitas belajar. Beberapa platform layanan e-learning yang dapat diakses secara online adalah google classroom, google scholar dan e-learning kelas pintar yang merupakan kreasi technopreneur Indonesia.

Kebijakan belajar dari rumah bagi seluruh peserta pendidikan dikeluarkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah menyebarnya Covid-19. Kegiatan belajar mengajar konvensional tentunya melibatkan sejumlah banyak massa berkumpul yang dapat menyebabkan angka penyebaran meningkat.

Bukan hanya di Indonesia, melainkan semua negara yang terpapar Covid-19 menerapkan kebijakan yang sama. Untuk itu, diharapkan adanya dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar semua kebijakan pemerintah dapat berjalan demi kepentingan bersama.

Penulis adalah warganet tinggal di Tangerang

Menyasar Desil Terbawah, Sekolah Rakyat di Jalur yang Tepat

February 13, 2026

Sekolah Rakyat Prioritaskan Desil 1–2 Berbasis Data DTSEN

February 13, 2026

Menyasar Desil Terbawah, Sekolah Rakyat di Jalur yang Tepat

By Kata IndonesiaFebruary 13, 20260

Menyasar Desil Terbawah, Sekolah Rakyat di Jalur yang Tepat Oleh : Gavin Asadit Pemerintah menegaskan…

Sekolah Rakyat Prioritaskan Desil 1–2 Berbasis Data DTSEN

By Kata IndonesiaFebruary 13, 20260

Sekolah Rakyat Prioritaskan Desil 1–2 Berbasis Data DTSEN Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan…

Pemerintah Berikan Diskon Tiket Jelang Mudik Lebaran 2026

By Kata IndonesiaFebruary 12, 20260

Pemerintah Berikan Diskon Tiket Jelang Mudik Lebaran 2026 *JAKARTA* – Pemerintah kembali menunjukkan keberpihakannya kepada…

Menopang Ketahanan Energi Papua melalui Penguatan Produksi dan EBT

By Kata IndonesiaFebruary 12, 20260

Menopang Ketahanan Energi Papua melalui Penguatan Produksi dan EBT Oleh : Rivka Mayangsari Upaya memperkuat…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.