• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Strategi Pengamanan Presidensi G20 Indonesia Telah Terjamin

Strategi Pengamanan Presidensi G20 Indonesia Telah Terjamin

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 4 November 2022

Strategi Pengamanan Presidensi G20 Indonesia Telah Terjamin

Oleh : Danar Gumilang

Banyak pihak telah menjamin adanya pengamanan pada pergelaran puncak Presidensi G20 Indonesia. Pasalnya berbagai macam strategi telah dikerahkan hingga semakin menjalin kuat kerja sama dan sinergitas dari unsur-unsur yang berkepentingan dalam tugasnya mengamankan KTT G20.

Dalam rangka bisa memastikan kelancaran serta kesuksesan penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia, khususnya pada pagelaran puncaknya di pertengahan November 2022 mendatang, memang salah satu hal yang sangat penting adalah mengenai aspek pengamanannya.
Mengenai hal tersebut, Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono menegaskan bahwa strategi pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang dilaksanakan di Bali sudah tersusun dengan sangat baik. Hal tersebut bisa dilihat dari kegiatan tactical floor game (TFG) yang sudah dilakukan oleh pihaknya.

Lebih lanjut, Wakapolri menjelaskan bahwa TFG sendiri memang suatu strategi yang dapat digunakan sebagai wahana untuk berkoordinasi dalam rangka merencanakan operasi agar masing-masing satuan tugas (satgas) bisa mengetahui peran fungsi mereka masing-masing secara tepat demi menyukseskan dan mendukung berjalannya kegiatan G20.

Sebagai informasi, tactical floor game sendiri merupakan sebuah taktik militer yang biasanya diterapkan untuk dapat berkoordinasi terkait dengan peran dari setiap pihak pasukan yang terlibat, entah itu berguna dalam konteks masa latihan ataupun ketika hendak melakukan manuver di lapangan.

Hal tersebut menjadi sangat penting, lantaran jika setiap unit satgas sama sekali tidak mengetahui apa tugas serta peran pokok mereka di lapangan, maka secara otomatis kinerja mereka pun akan menjadi kurang maksimal dalam proses pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan G20.
Maka dari itu, Komjen Gatot menyatakan bahwa kegiatan TFG tersebut menjadi sangat penting untuk bisa jauh lebih memantapkan kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam rangka pengamanan Presidensi G20 Indonesia. Selain itu, dirinya menambahkan bahwa tactical floor game sendiri juga merupakan tahapan dengan prosedur dan mekanis yang memang harus dilakukan dalam menjalankan sebuah latihan secara bertingkat dan berlanjut dari tahapan sebelumnya.
Wakapolri kemudian berharap bahwa dengan adanya pelaksanaan TFG itu, maka seluruh pihak pengamanan KTT G20, khususnya di pihak Polri sendiri bahkan mampu untuk menemukan beberapa hal yang mungkin selama ini masih belum mampu terprediksikan sehingga bisa mencegah atau melakukan upaya antisipasi.
Sementara itu, Kapolda Bali, Irjen Polisi Putu Jayan Danu Putra menyatakan bahwa kegiatan tactical floor game yang dilakukan tersebut diharapkan akan mampu untuk membantu pihak pengamanan Presidensi G20 Indonesia tatkala menghadapi berbagai macam situasi yang dinamis, utamanya pada saat pergerakan anggota yang sedang bertugas maupun pergerakan para delegasi pada saat KTT G20 tengah berlangsung.
Karena sama sekali tidak bisa dipungkiri, situasi serta kondisi yang ada di lapangan sangat amat bisa berubah sewaktu-waktu dengan sangat cepat. Sehingga tentu saja sangat penting seua pihak mampu mengantisipasi atau memiliki rancangan sebelumnya dalam upaya prediksi terkait kemungkinkan yang bisa saja terjadi.
Irjen Putu menambahkan bahwa pelaksanaan TFG itu memiliki tujuan agar bisa lebih mengetahui secara detail terkait seperti apa pelaksanaan pengamanan Presidensi G20 Indonesia bahkan mulai dari ring 1, ring 2 hingga ring 3 yang mana memang sangat dimungkinkan untuk terjadinya pergerakan yang dinamis sehingga pihak pengamanan menjadi semakin siap untuk menghadapi berbagai macam situasi.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Satake Bayu mengutarakan bahwa kegiatan tactical floor game memang merupakan hal penting untuk menunjang segala proses pelaksanaan pengamanan KTT G20 bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan. Selain itu, menurutnya Polda Bali memang terus berupaya untuk bisa benar-benar membuat perhelatan bergengsi tersebut sukses dilaksanakan bahkan dengan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi secara bersama dengan banyak stakeholder terkait yang ada di Provinsi Bali.
Bukan hanya sekedar melakukan latihan dengan cara TFG saja, melainkan keamanan laut di perairan Selat Bali juga terus diperketat menjelang puncak KTT G20. Bahkan seluruh pihak terkait di Banyuwangi pun dikerahkan untuk bisa terus melakukan pemantauan pada perkembangan situasi di Selat Bali.
Terkait hal tersebut, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa saat ini Banyuwangi sendiri terus bersinergi pula untuk bisa saling melengkapi pengamanan G20 sesuai dengan kapasitas pihaknya. Bahkan Ipuk memastikan kalau seluruh unsur pengamanan telah dilibatkan karena memang menjadi daerah penyangga G20; mulai dari BIN, TNI AL, TNI AD hingga Polri dan Basarnas sampai untuk pengamanan lainnya terus bersinergi demi pengamanan G20.
Menjamin adanya keberhasilan, kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia, termasuk bagi sektor pengamanan memang menjadi hal yang krusial. Pasalnya apabila KTT G20 sendiri bisa berjalan dengan berhasil, maka dampaknya juga akan sangat luas untuk masyarakat Indonesia sendiri. Maka dari itu segala daya upaya dan strategi terus dikerahkan oleh pihak pengamanan G20 untuk menjamin semuanya berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.