• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Stabilisasi Energi Nasional Didorong melalui Pengurangan Impor LPG

Stabilisasi Energi Nasional Didorong melalui Pengurangan Impor LPG

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 11 May 2026

Stabilisasi Energi Nasional Didorong melalui Pengurangan Impor LPG

Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah memperkuat strategi kedaulatan energi nasional dengan mengambil langkah-langkah konkret untuk menekan ketergantungan pada impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah kini mengakselerasi pengembangan energi alternatif berbasis sumber daya domestik, yakni Dimethyl Ether (DME) dan Compressed Natural Gas (CNG).

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pengembangan kedua proyek tersebut bertujuan menekan impor LPG nasional yang saat ini mencapai sekitar 7 juta ton per tahun.

 

“Devisa kita setiap tahun hanya untuk membeli LPG saja, sekitar Rp 130 sampai Rp 140 triliun. Apalagi kalau harga minyak dunia seperti sekarang, itu pasti lebih besar lagi. Dan subsidi kita, itu Rp 80 sampai Rp 87 triliun,” ujar Bahlil.

 

Salah satu pilar utama dalam pengurangan impor ini adalah hilirisasi batu bara menjadi DME. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, proyek ini menjadi bagian dari 13 Proyek Strategis Hilirisasi Nasional Fase II dengan total investasi mencapai Rp 116 triliun. Salah satu fokus utamanya adalah fasilitas produksi DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, yang ditargetkan memiliki kapasitas 1,4 juta ton per tahun.

 

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci kebangkitan ekonomi Indonesia.

 

“Menurut pendapat saya ini cukup bersejarah dan sangat membanggakan yaitu groundbreaking hilirisasi tahap kedua, yang mencakup 13 proyek strategis hilirisasi senilai kurang lebih Rp 116 triliun meliputi lima proyek di sektor energi 5 proyek di sektor mineral, 3 proyek di sektor pertanian,” tegas Prabowo.

 

Prabowo juga menambahkan bahwa pemerintahannya saat ini berkomitmen memperkuat fondasi yang telah dibangun oleh para presiden terdahulu untuk mencapai kemandirian energi.

 

DME sendiri merupakan energi alternatif yang secara kimiawi mirip dengan LPG, sehingga infrastruktur yang ada saat ini, seperti tabung dan tempat penyimpanan, dapat dimanfaatkan kembali dengan penyesuaian minimal. Selain itu, DME diklaim lebih ramah lingkungan karena mampu meminimalisir emisi gas rumah kaca hingga 20 persen.

 

Selain DME, pemerintah juga mulai menguji coba penggunaan CNG untuk skala rumah tangga dalam tabung ukuran 3 kg. Berbeda dengan LPG yang banyak diimpor, bahan baku CNG melimpah di dalam negeri, sehingga harganya diprediksi bisa jauh lebih terjangkau bagi masyarakat.

 

Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa penggunaan CNG sebenarnya sudah lazim di sektor perhotelan dan restoran dengan tabung 12 kg dan 20 kg. Namun, untuk penggunaan masyarakat luas, pemerintah sedang menyempurnakan teknologi tabung ukuran 3 kg yang lebih ringan.

 

“CNG itu sudah dilakukan kajian. Harganya jauh lebih murah, kurang lebih sekitar 30% lah lebih murah,” kata Bahlil.

 

Bahlil menjamin bahwa meskipun beralih ke energi alternatif, skema subsidi tetap akan dipertahankan guna melindungi daya beli masyarakat kecil.

 

“Arahan Bapak Presiden, baik itu CNG maupun LPG akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat,” pungkasnya.

 

Melalui integrasi proyek DME dan pemanfaatan CNG ini, pemerintah optimis stabilitas energi nasional akan semakin kokoh, defisit neraca perdagangan akibat impor energi dapat ditekan, dan masyarakat mendapatkan akses energi yang lebih murah serta berkelanjutan.

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus mendorong ekonomi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.