• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Sinergitas Mewujudkan PON XX Papua Sehat dan Aman

Sinergitas Mewujudkan PON XX Papua Sehat dan Aman

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 17 August 2021

Oleh : Robert Pitiray

PON XX sangat istimewa karena diselenggarakan di masa pandemi Covid-19 dan dilaksanakan di Papua. Oleh sebab itu, diperlukan sinergitas bersama untuk mewujudkan PON XX Papua yang sehat dan aman, baik dari Corona maupun gangguan Kelompok Separatis Teroris (KST).

Tahun 2020 dijadwalkan penyelenggaraan PON ke-20 di Papua tetapi sayangnya ada pandemi Covid-19 yang menghantam dunia, sehingga acara ini diundur setahun. Lantas beberapa bulan sebelum jadwal (oktober 2021) ternyata masih saja ada Corona, bahkan pemberlakuan PPKM yang ketat. Namun ini bukan alasan lagi untuk kembali menunda lomba, karena panitia sudah punya strategi khusus agar acaranya aman dari virus Covid-19.

Salah satu usaha panitia agar tidak ada kluster Corona baru di arena PON XX adalah dengan menggunakan drone militer. Alat modern ini bisa memantau di sekitar arena pertandingan agar tidak terjadi kerumunan, sehingga jika ketahuan ada yang berdesak-desakan untuk menonton rombongan atlet, akan langsung dibubarkan. Hal ini dinyatakan oleh Ketua II PB PON Roi Letlora.

Roi menambahkan, drone ini sangat canggih karena bisa mendeteksi detail sampai ke wajah orang-orang di sekitar arena PON XX, bahkan mereka yang masuk dalam blacklist juga bisa terpampang nyata, sehingga bisa dilakukan tindakan pencegahan. Drone bisa menjangkau sampai 3KM dan sangat membantu untuk pengamanan acara sekaligus mencegah Corona.

Drone yang bentuknya pesawat mini akan mengamankan 3 arena PON, sehingga dipastikan seluruh pertandingan berjalan dengan aman dan tidak ada kerumunan massa. Selain memakai drone, pengamanan juga ditambah dengan aparat dan para pemuda Papua yang menjadi relawan. Mereka akan melakukan tindakan preventif agar tidak terjadi kerumunan dan kerusuhan atau situasi buruk lain.

Selain drone, upaya lain panitia untuk mengamankan acara ini dari kluster Corona baru adalah dengan vaksinasi. Seluruh panitia, atlet, dan offisial wajib diinjeksi vaksin agar memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19. Vaksinasi sangat penting karena pada berbagai pertandingan olahraga ada kontak fisik, sehingga mencegah terjadi penularan virus via droplet dari atlet yang ternyata OTG.

Saat pertandingan olahraga memang diperbolehkan untuk melepas masker karena akan sangat pengap dan menghambat pernafasan sang atlet. Misalnya di cabang olahraga renang dan sepakbola. Oleh karena itu, jangan sampai ada droplet yang tersebar dan akibatnya pertandingan dihentikan gara-gara Corona. PON XX adalah acara akbar sehingga wajib 100% sukses.

Selain atlet, panitia, dan offisial, maka masyarakat di sekitar arena PON XX juga mendapatkan vaksinasi. Hal ini dilakukan untuk membentuk kekebalan komunal agar semua orang bebas Corona. Sehingga baik di luar maupun dalam arena pertandingan tidak akan ada penyebaran virus Covid-19.

Untuk vaksinasi dan pengamanan dengan drone memang perlu dana khusus tetapi tidak perlu khawatir karena panitia akan mendapatkan anggaran yang cukup. Yang penting acara akan berjalan tanpa kerusuhan dan aman dari Corona. Sehingga masyarakat Papua amat bangga karena menjadi saksi, untuk pertama kalinya PON XX diselenggarakan di Bumi Cendrawasih.

Pengamanan PON XX dari ganasnya virus Covid-19 sudah dilakukan dengan maksimal. Saat ini tinggal menunggu waktu untuk pembukaan acara olahraga level nasional ini, oleh karena itu panitia terus bersiap dan memastikan seluruh orang mendapatkan injeksi vaksin. Jangan sampai ada kluster Corona baru yang bisa mengacaukan PON XX dan membuat semua orang merana.

Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Timika

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

September 17, 2026

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

September 17, 2026

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi  Oleh: Indah Prameswari Setiap September, ruang publik Indonesia kembali diwarnai refleksi mengenai berbagai peristiwa yang pernah menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Momentum ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami sejarah, memperkuat kepedulian terhadap nilai kemanusiaan, serta melihat pentingnya menjaga kehidupan demokrasi secara sehat. Refleksi terhadap masa lalu akan lebih bermakna apabila diarahkan pada upaya membangun masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, pembahasan mengenai September Hitam perlu ditempatkan dalam semangat dialog, penghormatan terhadap kebebasan berpendapat, dan tanggung jawab bersama agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi permusuhan di tengah masyarakat. Pengamat politik dari Indeks Data Nasional, Ayip Tayana, mengingatkan agar wacana September Hitam yang berkembang di media sosial tetap ditempatkan sebagai ruang refleksi dan aktivisme digital yang positif. Menurut Ayip, momentum tersebut perlu dijaga agar tidak bergeser menjadi mobilisasi massa yang didorong emosi dan kebencian, karena kondisi demikian justru dapat menjauhkan masyarakat dari tujuan membangun diskusi yang sehat. Ayip menilai penyampaian aspirasi melalui demonstrasi tetap merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Namun, ia mendorong mahasiswa dan masyarakat sipil mengevaluasi bentuk gerakan agar tidak berhenti pada pengerahan massa, melainkan diarahkan pada pembahasan yang lebih substantif mengenai pemulihan korban, efektivitas kebijakan, serta langkah pencegahan, sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi. Ia menekankan, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengambil peran sebagai penggerak solusi dengan memanfaatkan riset dan kajian berbasis bukti. Aspirasi yang disusun melalui data dan rekomendasi kebijakan dinilai dapat memperkaya proses penyelesaian persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus menjaga agar momentum September Hitam tetap produktif dan tidak terjebak dalam mobilisasi emosi. Di sisi lain, kewaspadaan terhadap potensi provokasi menjadi penting karena stabilitas sosial merupakan prasyarat bagi berlangsungnya kehidupan demokratis. Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang membawa nama Black September atau September Hitam. Kepolisian, menurut Alfred, telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat akibat ajakan aksi yang beredar di media sosial.…

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi Oleh: Rania Zafirah September kembali menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengingat berbagai peristiwa kelam dalam perjalanan bangsa. Istilah September Hitam berkembang sebagai simbol untuk mengenang sejumlah kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang masih menjadi bagian dari ingatan publik. Momentum tersebut penting karena mengingat sejarah bukan sekadar menghadirkan kembali luka masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Di tengah perkembangan teknologi informasi, proses mengingat berbagai peristiwa masa lalu semakin mudah dilakukan melalui media sosial. Berbagai arsip, dokumentasi, kesaksian, maupun kajian mengenai kasus HAM dapat diakses oleh generasi yang tidak mengalami langsung peristiwa tersebut. Kondisi ini membuka peluang terbentuknya ingatan kolektif yang lebih luas, sekaligus menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi tanpa konteks, opini, maupun narasi yang belum terverifikasi. …

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis Jakarta – Isu…

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi Jakarta – Sejumlah pihak mengingatkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.