• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Siapakah Tokoh dibalik Pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi

Siapakah Tokoh dibalik Pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 18 July 2019

Oleh : Ismail (Pengamat Sosial Politik)

Impian rekonsiliasi yang mempertemukan Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto akhirnya terwujud. Berawal dari Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pertemuan berakhir usai makan siang di FX Senayan.

Sejumlah tokoh juga turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka diantaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Ketua TKN Erick Thohir dan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Keberadaan sosok Kepala BIN tentu cukup menyita banyak perhatian. Budi Gunawan yang sering disapa BG tersebut terlihat sibuk, ia berkoordinasi dengan Pramono, Erick Thohir dan Muzani.

Beredar kabar pula bahwa BG merupakan sosok penting dibalik pertemuan Jokowi dan Prabowo.
Pramono juga mengatakan bahwa BG telah melaksanakan tugasnya tanpa diketahui oleh banyak orang.

Selain itu beredar kabar pula bahwa BG sempat menggelar pertemuan tertutup dengan Prabowo di Bali beberapa waktu lalu. Meski sempat dibantah oleh BPN, namun akhirnya pertemuan tersebut telah dikonfirmasi oleh Partai Gerindra melaui anggota dewan pembina Partai Gerindra Maher Algadri, pertemuan tersebut hanya membahas terkait situasi keamanan dalam negeri. Tidak disinggung tentang rencana pertemuan Jokowi – Prabowo.

Tak hanya keempat orang tersebut, ternyata wakil presiden Jusuf Kalla juga diberitakan memiliki andil besar dalam pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi. Hal tersebut diamini oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono.

Bahkan Arief juga mengucapkan terimakasih kepada Jusuf Kalla atau upayanya dalam mempertemukan Capres 01 dan 02 tersebut. Arief menegaskan bahwa pertemuan tersebut akan menjadi langkah awal menuju Indonesia bekerja untuk menuju Masyarakat Adil Makmur.

Meski berbeda dukungan, Arief mengakui bahwa dirinya kerap berkomunikasi dengan Jusuf Kalla sejak 1 Mei lalu. Tujuannya adalah agar apapun hasil Pilpres dapat diterima kedua belah pihak dan kemudian mempersatukan lagi antara pendukung Jokowi dan Prabowo yang sempat terpolarisasi.

Dirinya menceritakan, setelah aksi 22 Mei pada Ramadhan lalu, ia dan Jusuf Kalla saling menelepon untuk mengatur pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo guna mencairkan suasana setelah kerusuhan 21 – 22 Mei 2019.

Bahkan sebelum dan sesudah putusan Mk, dirinya tetap selalu berkomunikasi dengan Jusuf Kalla guna mencari cara mempertemukan Jokowi dan Prabowo dengan tujuan agar masyarakat dapat bersatu kembali, dan tak ada lagi perpecahan antara 01 dan 02.

Pada suatu ketika Arief ditelepon oleh Jusuf Kalla, bahwa pada saat itu sudah saatnya Prabowo bertemu dengan Jokowi. JK pun mengusulkan supaya pertemuan tidak perlu terlalu formal dan tidak membahas politik. Arief kemudian menyampaikan ke Prabowo terkait usulan tersebut.

Hingga akhirnya segenap drama pilpres telah berakhr secara happy ending, pertemuan Prabowo dengan Jokowi menjadi sebuah tanda hancurnya polarisasi dan menguatnya rasa persatuan, tak luput Arief juga berterimakasih kepada Wapres Jusuf Kalla.

Tentunya upaya tersebut layak mendapat apresiasi, dimana pertemuan atau silaturahmi yang ditunggu – tunggu oleh masyarakat.

Pertemuan tersebut telah menjadi keteladanan akan sebuah sikap seorang negarawan. Kita semua tentu berharap agar hal tersebut dapat menjadi momentum untuk merekatkan suasana kebangsaan agar masyarakat kembali bersatu pasca pemilu.

Meskipun tidak sepenuhnya formal, pertemuan tersebut diharapkan bisa menjadi legitimasi persatuan antara para elite politik yang berkonsentrasi dalam Pemilu 2019.

Baik itu Jokowi dan Prabowo, pertemuan mereka telah memberikan energi positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini sudah sepatutnya menular kepada para tokoh politik agar bisa move on dari Pemilu 2019 dan kembali membangun bangsa dan negara.

Tak luput peran para tokoh besar untuk mewujudkan rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo juga harus diakui, merupakan upaya positif untuk dapat mendamaikan antara keduanya.

Kini sudah saatnya kita melupakan kompetisi yang telah berlalu, masyarakat telah mendapatkan sosok Presiden yang terpilih melalui demokrasi dan konstitusi. Permusuhan tentu tak ada gunanya malah hanya akan merepotkan negeri sendiri.

Persatuan adalah harga mati, yang harus diperjuangkan bersama – sama, menjadi pahlawan bukan hanya dengan mengangkat senjata untuk mengusir penjajah, menjadi pahlawan juga dapat berupa menjaga persatuan untuk tidak saling berseteru.

 

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.