• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Sertifikasi Tanah Adat di Papua Terus Meningkat, Film Pesta Babi Tidak Relevan

Sertifikasi Tanah Adat di Papua Terus Meningkat, Film Pesta Babi Tidak Relevan

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 8 March 2026

Sertifikasi Tanah Adat di Papua Terus Meningkat, Film Pesta Babi Tidak Relevan

*Papua* – Pemerintah melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua mendorong peningkatan sertifikasi dan pemetaan tanah ulayat di wilayah Papua termasuk Provinsi Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan bisa dilaksanakan tahun ini.

 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kanwil BPN Papua Roy Wayoi di sela-sela kegiatan silahturahmi ondoafi dan kepala suku se – Provinsi Papua di Jayapura.

 

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan apa yang disepakati bersama antara Kanwil BPN Papua dengan pemerintah daerah pada November 2025, yaitu percepatan sertifikasi tanah ulayat di Papua.

 

“Tanah di wilayah Papua mayoritas dimiliki oleh masyarakat adat sehingga diperlukan data pasti tentang kepemilikan tanah ulayat tersebut,” ujar Wayoi.

 

Lebih lanjut, Kakanwil BPN Papua Roy Wayoi mengatakan Karena hal ini sangat membantu kami dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang dalam kegiatan percepatan pendaftaran tanah baik secara massal maupun rutin berjalan sesuai dengan kepemilikan masyarakat adat.

 

Ia menjelaskan hal itu sangat penting untuk menghindari adanya konflik atau sengketa yang muncul di masa mendatang.

 

“Untuk itu, kami harapkan melalui pertemuan ondoafi dan kepala suku se Papua ada kesepahaman dan sinkronisasi dalam mendorong pemetaan tanah adat bisa berjalan di semua kabupaten,” jelasnya.

 

Dia menambahkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) baru menyerahkan sertifikat Hak Pengelolaan (HPL) tanah ulayat masyarakat adat Sawoi Hnya di Kabupaten Jayapura pada Oktober 2023.

 

“Kami berharap di tahun ada masyarakat adat yang mau sertifikat hak ulayat mereka,” tutupnya.

Pemerintah Antisipasi Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Hujan Ekstrem

October 13, 2026

Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai

October 13, 2026

Pemerintah Antisipasi Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Hujan Ekstrem

By Kata IndonesiaOctober 13, 20260

Pemerintah Antisipasi Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Hujan Ekstrem Jakarta – Pemerintah terus meningkatkan kesiapan menghadapi…

Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai

By Kata IndonesiaOctober 13, 20260

Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai JAKARTA — Ancaman bencana hidrometeorologi…

Listrik Tenaga Nuklir Digarap Bertahap untuk Perkuat Bauran Energi Nasional

By Kata IndonesiaOctober 13, 20260

Listrik Tenaga Nuklir Digarap Bertahap untuk Perkuat Bauran Energi Nasional JAKARTA — Upaya memperkuat ketahanan…

Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Berkapasitas 7 GW

By Kata IndonesiaOctober 13, 20260

Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Berkapasitas 7 GW Jakarta – Utusan Khusus Presiden Bidang…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.