• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Travel»Serasa di Luar Negeri, Indonesia juga Punya Wisata Padang Pasir

Serasa di Luar Negeri, Indonesia juga Punya Wisata Padang Pasir

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 12 September 2020

Laporan: Mutiaradha Syaifitri

Gurun pasir identik dengan negara-negara yang berada di Timur-Tengah. Tapi tahukah kamu, kalau di Indonesia juga ternyata terdapat wisata gurun pasir. Walaupun tidak seluas Gurun Sahara, gurun pasir di Indonesia juga tidak kalah bagus.

Berikut beberapa wisata padang pasir di Indonesia yang bisa kamu kunjungi.

1. Gumuk Pasir Sumalu
Gumuk Pasir Sumalu terletak di Toraja. Berbeda dengan kebanyakan gurun pasir, tekstur tanah di gurun pasir ini cenderung padat dengan bukit-bukit hijau yang mengelilingi. Pemandangannya yang indah cocok sekali untuk kamu berfoto-foto.

Selain itu, kamu juga bisa berseluncur dari atas gumuk, tapi harus tetap berhati-hati. Kalau hanya ingin menikmati suasananya, singgahlah sampai sore hari, karena kamu bisa menyaksikan keindahan langit senja di sini.

Baca juga: Kawasan Kota Lama Semarang Siap Menjadi Tuan Rumah Event Pariwisata

2. Gumuk Pasir Parangkusumo
Gumuk pasir ini berada di selatan Yogyakarta, tepatnya masih satu kawasan dengan Pantai Parangtritis. Gumuk pasir ini juga merupakan salah satu tempat wisata gurun pasir terkenal di Indonesia. Tahukah kamu, pasir yang ada di Gumuk Pasir Parangkusumo memiliki karakter yang sama dengan pasir yang ada di gurun pasir di negara Meksiko.

Di tempat ini, kamu bisa bermain sandboarding, berseluncur bebas dengan papan di atas lembutnya pasir. Selain itu, kamu juga bisa berfoto kece di sini. Banyak sekali spot menarik untuk kamu sekadar berfoto, seperti ayunan, gundukan pasir, dan tanaman yang biasanya ada di gurun. Waktu yang tepat untuk kamu berkunjung ke tempat ini adalah sore hari, agar bisa menikmati keindahan senja.

3. Padang Pasir Oetune
Padang pasir Oetune hampir mirip dengan yang ada di Bali, karena lokasinya berdekatan dengan pantai. Tempat ini berada di Nusa Tenggara Timur, luasnya mencapai 100 meter persegi di sepanjang pantai.

Akses menuju ke sini juga terbilang mudah, waktu tempuhnya sekitar 2,5 sampai 3 jam dari Kota Kupang. Jika sudah sampai di tempat ini, kamu akan terpesona dengan keindahan pasir yang terhampar di sini.

Berada di padang pasir ini seperti sedang menginjakkan kaki di dua tempat yang berbeda. Kalau ingin bermain air, kamu tinggal jalan saja ke Pantai Oetune.

4. Bukit Pasir Busung
Gurun pasir di Pulau Bintan ini merupakan bekas penambangan bauksit yang kini mengeras. Penambangan tersebut sudah dihentikan sejak orde baru dan terbengkelai hingga kini. Namun sekarang menjadi lokasi wisata favorit buat wisatawan karena Instagramable.

Keindahan yang ada di tempat ini bisa membuat kamu merasa tenang. Wisata ini juga wajib untuk kamu datangi saat sore hari sewaktu matahari hendak terbenam.

5. Padang Pasir Bromo
Siapa yang tidak mengenal wisata Gunung Bromo. Tempat wisata yang sering dikunjungi siswa sedang studi tour ini juga terdapat padang pasirnya. Gunung Bromo memang sudah sangat terkenal baik di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Waktu paling tetap untuk datang adalah di pagi hari untuk menikmati sunrise.

Hal menarik yang ada di tempat ini bukan hanya itu, sambil naik kuda kamu bisa merasakan embusan angin yang membawa pasir-pasir seperti di Gurun Sahara. Jika dibayangkan, mirip seperti yang ada di film layar lebar.

Jika kamu berkunjung ke tempat ini, sebaiknya kamu menggunakan pakaian yang tebal karena cuaca yang ada di tempat ini lumayan membuat kedinginan.

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak

September 15, 2026

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan

September 15, 2026

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak Oleh: Yandi Arya Adinegara Kebakaran hutan dan…

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan  Oleh : Catur Ronggo  Persoalan agraria di Indonesia tidak sekadar menyangkut siapa yang menguasai sebidang tanah. Di balik konflik lahan terdapat persoalan kepastian hukum, tumpang tindih regulasi, akses masyarakat terhadap sumber penghidupan, hingga ketimpangan pemanfaatan ruang. Karena itu, langkah pemerintah bersama DPR untuk menghadirkan kerangka hukum reforma agraria yang lebih komprehensif menjadi momentum penting untuk mengakhiri persoalan yang selama ini berlarut-larut. Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Ahmad Iman Sukri menilai kompleksitas konflik agraria menunjukkan kebutuhan terhadap aturan khusus yang mampu menjadi mekanisme penyelesaian secara lebih jelas. Menurutnya, persoalan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan tanah, tetapi juga bersinggungan dengan regulasi dan kepentingan antarsektor. Ia mencontohkan adanya desa yang berada dalam kawasan hutan serta persoalan masyarakat adat dan kelompok masyarakat lainnya. Karena itu, RUU Reforma Agraria diharapkan tidak berhenti pada norma, tetapi memiliki kekuatan untuk mengeksekusi keputusan penyelesaian konflik. Pandangan tersebut menjadi semakin relevan setelah RUU Reforma Agraria disahkan sebagai RUU inisiatif DPR dalam Rapat Paripurna pada 8 September 2026. Rancangan tersebut memuat 70 pasal dalam 16 bab, antara lain mengatur restitusi, redistribusi tanah, pemberdayaan penerima reforma agraria, serta gagasan pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional atau BRAN. Lembaga tersebut dirancang bertanggung jawab kepada Presiden dan memiliki tugas dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi reforma agraria. Bagi pemerintah, perkembangan tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun penyelesaian konflik yang tidak parsial. Kepastian mengenai siapa yang berwenang menangani persoalan, bagaimana keputusan dilaksanakan, serta bagaimana masyarakat memperoleh manfaat setelah mendapatkan tanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari reforma agraria. Tanpa mekanisme yang kuat, redistribusi tanah berisiko hanya menjadi proses administratif tanpa dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menawarkan pendekatan yang berangkat dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Ia mengusulkan agar pemerintah desa diberikan fungsi yang tegas dalam menerima pengaduan, mengidentifikasi fakta, memfasilitasi pemetaan, dan memediasi konflik lokal. Menurut Yandri, pelibatan desa penting karena konflik agraria kerap bersinggungan langsung dengan ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat. …

RUU Reforma Agraria, Harapan Baru Tingkatkan Kesejahteraan Petani

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

RUU Reforma Agraria, Harapan Baru Tingkatkan Kesejahteraan Petani Oleh : Radjiman Arif Ketimpangan penguasaan lahan…

ASPANJI Minta Revisi Perpres No 46 Tahun 2025, Pemerintah Wajib Berikan Uang Muka Kepada UMKM

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Ketua Umum Asosiasi Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia (Aspanji), Ir. Effendi Sianipar, meminta pemerintah mewajibkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.