• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Serang Aparat di Masjid Saat Ramadhan, KST Papua Langgar HAM dan Hak Ibadah

Serang Aparat di Masjid Saat Ramadhan, KST Papua Langgar HAM dan Hak Ibadah

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 27 March 2023

Serang Aparat di Masjid Saat Ramadhan, KST Papua Langgar HAM dan Hak Ibadah

Oleh : Saby Kossay

Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua kembali menunjukkan kebengisannya dengan melakukan pelanggaran HAM dan juga bahkan melanggar kesepakatan internasional mengenai hak ibadah. Pasalnya, mereka melakukan penyerangan berupa tembakan kepada personel aparat keamanan gabungan di lingkungan masjid saat mengamankan ibadah tarawih ketika bulan suci Ramadhan.

Tepat pada hari Sabtu, tanggal 25 Maret 2023 kemarin, terdapat sebuah kejadian yang cukup menyita banyak perhatian di Distrik Ilu Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, khususnya yakni di Masjid Al Amaliah.

Bagaimana tidak, pasalnya kembali terjadi aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua. Mereka melakukan penembakan pada aparat gabungan yang terdiri dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ketika melakukan pengamanan ibadat tarawih.

Mengenai kejadian tersebut, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo menjelaskan bagaimana kronologi penembakan. Dirinya menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal ketika para aparat gabungan dari TNI dan Polri sedang melaksanakan pengamanan.

Ketika aparat gabungan tersebut sedang melakukan pengamanan untuk kegiatan ibadah tarawih masyarakat, secara tiba-tiba mereka langsung mendapatkan tembakan. Menurut Kombes Benny, tembakan yang mengarah kepada aparat gabungan ini berasal dari arah depan dari salah satu kios di lokasi kejadian.
Lebih lanjut, dia mengutarakan bahwa penembakan itu dilakukan oleh sebanyak 2 (dua) orang anggota KST Papua dengan menggunakan 1 (satu) pucuk senjata laras pendek dan juga 1 (satu) senjata laras panjang.
Atas kejadian penembakan yang dilakukan oleh KST Papua pada aparat gabungan tersebut, Kabid Humas Polda Papua ini mengungkapkan bahwa terdapat sebanyak 3 (tiga) korban, yang mana 2 (dua) diantaranya menjadi korban meninggal dunia.
Para personel gabungan dari TNI dan Polri yang menjadi korban yakni berasal dari anggota Koramil 1714-02/Ilu dengan nama Serda Riswar. Dirinya terkena luka tembak di bagian tulang belakang dan juga di dagu bagian bawah, menjadi korban meninggal dunia.
Kemudian, Kombes Benny menambahkan bahwa terdapat anggota dari Polsek Ilu atas nama Bripda Mesak Indey yang terkena luka tembak di bagian perut dan juga menjadi korban meninggal dunia. Sedangkan terdapat korban lain yang dalam keadaan sadar, yakni Brigpol M. Arif Hidayat terkena luka tembak di bagian paha.
Tentunya dengan adanya kejadian penembakan yang dilakukan oleh KST pada aparat keamanan tersebut, kemudian situasi di Kabupaten Puncak Jaya menjadi siaga satu. Menurut Kabid Humas Polda Papua, pihak Kapolres dan seluruh anggotanya sedang terus meningkatkan kewaspadaan untuk bisa mengantisipasi adanya kemungkinan serangan susulan yang dlakukan kembali oleh kelompok separatis tersebut terhadap anggota mereka di lapangan.
Bukan hanya sekedar meningkatkan kewaspadaan untuk bisa lebih mengantisipasi kemungkinan adanya serangan susulan, namun pihak Polri juga sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan supaya bisa dihukum sebagaimana ketetapan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Papua, Toni Wanggai mengaku bahwa dirinya sangat prihatin atas kejadian penembakan KST kepada aparat keamanan gabungan tersebut. Tidak hanya sekedar prihatin, namun dirinya juga menyesalkan kejadian penyerangan itu lantaran terjadi di lingkungan rumah ibadah, yakni di masjid.
Baginya, seharusnya rumah ibadah merupakan sebuah tempat yang bisa jauh dan terhindar dari segala bentuk aksi kekerasan. Lantaran apabila terjadi aksi kekerasan, apalagi sebuah penembakan dan teror yang menyebabkan jatuhnya korban meninggal dunia, tentu hal tersebut mampu mengganggu ketenangan umat dalam beribadah.
Bahkan dengan alasan apapun, sama sekali tidak dibenarkan apabila ada terjadi kekerasan namun dilakukan di lingkungan rumah ibadah. Menurut Toni, dengan adanya kejadian tersebut membuat psikologi umat Muslim yang ada di kawasan tersebut menjadi terganggu, padahal mereka sedang menjalankan ibadah puasa dan juga tarawih selama bulan Ramadhan.
Ia juga menyebutkan, kedua prajurit yang menjadi korban, meninggal dalam keadaan sahid karena sedang menjaga umat muslim yang sedang beribadah dan menjalankan tugas menjaga kedaulatan NKRI. Ia menilai, apa yang dilakukan KKB tidak terkait dengan isu agama sehingga Toni meminta semua pihak bisa melihat ini sebagai sebuah kejadian kriminal.
Dengan tegas, Ketua NU Papua tersebut menerangkan bahwa sebenarnya memang KST Papua terus mengincar para aparat keamanan bahkan serangan bisa jadi dilakukan di mana saja, namun kejadian itu secara kebetulan terjadi di tempat ibadah, yang mana seharusnya orang sangat membutuhkan ketenangan. Jelas sekali kalau serangan tersebut melanggar hak asasi manusia (HAM) dan melanggar kesepakatan internasional terkait hak ibadah.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal dui Yogyakarta

Pemerintah Tidak Beri Toleransi bagi Dapur MBG yang Abaikan Sanitasi

August 10, 2026

APBN untuk Sekolah Rakyat adalah Bukti Negara Berpihak pada Mobilitas Sosial 

August 10, 2026

Pemerintah Tidak Beri Toleransi bagi Dapur MBG yang Abaikan Sanitasi

By Kata IndonesiaAugust 10, 20260

Pemerintah Tidak Beri Toleransi bagi Dapur MBG yang Abaikan Sanitasi JAKARTA – Pemerintah memperkuat pengawasan…

APBN untuk Sekolah Rakyat adalah Bukti Negara Berpihak pada Mobilitas Sosial 

By Kata IndonesiaAugust 10, 20260

APBN untuk Sekolah Rakyat adalah Bukti Negara Berpihak pada Mobilitas Sosial  Oleh : Ricky Rinaldi Atmosfer pembangunan nasional dan pemerataan akses pendidikan di Indonesia kini memasuki babak baru yang sangat optimistis. Peringatan dan ikhtiar memperkuat pendidikan nasional bukan sekadar rutinitas pemenuhan kewajiban konstitusional, melainkan pilar utama dalam membangun fondasi kedaulatan bangsa serta memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Di tengah berbagai tantangan percepatan ekonomi global dan domestik, langkah berani pemerintah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program Sekolah Rakyat menjadi penanda nyata keberpihakan negara terhadap mobilitas sosial masyarakat. Wacana ini mengemuka seiring menguatnya komitmen nyata pemerintah untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan akses pendidikan berkualitas tinggi secara gratis dan memadai. Dua figur utama yang memberikan pemikiran konstruktif dalam wacana publik ini adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, yang secara aktif mengawal implementasi serta perluasan akses program, serta Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji, yang memberikan apresiasi sekaligus masukan berharga terkait penguatan kualitas pembelajaran. Kehadiran dua pandangan ini menunjukkan adanya sinergi yang harmonis antara eksekutif dan pakar pendidikan demi kemajuan masa depan anak bangsa. Perdebatan publik mengenai pembiayaan Sekolah Rakyat sejatinya menegaskan bahwa kebijakan strategis pemerintah berada di jalur yang tepat dalam mempercepat pemerataan pendidikan nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan komitmen tinggi pemerintah dalam mengoptimalkan peran APBN sebagai instrumen kesejahteraan rakyat. Dalam pandangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, alokasi anggaran untuk Sekolah Rakyat adalah investasi wujud nyata kehadiran negara untuk menghapus jurang ketimpangan sosial. Pengalokasian APBN ini diproyeksikan sebagai instrumen redistribusi ekonomi yang objektif dan berbasis data, sehingga setiap rupiah uang rakyat benar-benar menyasar masyarakat di lapisan bawah. Langkah cepat pemerintah ini memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup dan derajat sosial keluarga penerima manfaat. …

Sekolah Rakyat, Upaya Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi

By Kata IndonesiaAugust 10, 20260

Sekolah Rakyat, Upaya Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi Oleh: M. Naufal Fahri Kemiskinan tidak hanya berkaitan…

Sekolah Rakyat, Upaya Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi 

By Kata IndonesiaAugust 10, 20260

Sekolah Rakyat, Upaya Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi Oleh: M. Naufal Fahri Kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga terbentuk melalui keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup. Selama anak-anak dari keluarga miskin menghadapi hambatan memperoleh pendidikan yang layak, siklus kemiskinan akan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena itu, pembangunan manusia harus menjadi fondasi utama dalam strategi pembangunan nasional. Kehadiran Program Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa negara tidak sekadar memberikan bantuan sosial yang bersifat jangka pendek, melainkan membangun jalan keluar yang berkelanjutan melalui pendidikan. Sekolah Rakyat menjadi salah satu kebijakan paling strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Pembangunan dan pengoperasian sekolah berasrama tersebut mencerminkan perubahan pendekatan negara dari sekadar mengurangi dampak kemiskinan menjadi memutus akar penyebabnya. Pendidikan yang berkualitas membuka ruang mobilitas sosial, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, serta memperluas peluang memperoleh pekerjaan yang lebih baik di masa depan. Dengan demikian, investasi pada pendidikan merupakan investasi yang memberikan manfaat lintas generasi. Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2 atau 20 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah. Menurut Dirgayuza, seluruh kebutuhan pendidikan, pengasuhan, tempat tinggal, hingga kebutuhan dasar peserta didik dipenuhi oleh negara agar mereka dapat belajar dalam lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menghilangkan hambatan ekonomi yang selama ini menjadi penyebab utama anak-anak putus sekolah atau tidak memperoleh pendidikan yang layak. Langkah tersebut sekaligus mempertegas bahwa negara hadir secara nyata untuk memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh warga negara. Lebih jauh, Dirgayuza menilai Sekolah Rakyat merupakan implementasi konkret amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan kewajiban negara memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar serta memberdayakan masyarakat yang lemah sesuai dengan martabat kemanusiaan. Pandangan tersebut menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar layanan publik, melainkan hak konstitusional yang harus dapat dinikmati seluruh anak Indonesia tanpa memandang kondisi ekonomi keluarganya. Keberhasilan menuju Indonesia sebagai negara maju tidak hanya ditentukan oleh tingginya angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan negara menghadirkan keadilan dalam akses pendidikan. Semakin banyak anak dari kelompok rentan memperoleh kesempatan belajar yang berkualitas, semakin besar peluang Indonesia membangun sumber daya manusia yang unggul. Selain meningkatkan akses pendidikan, model sekolah berasrama juga memberikan ruang pembinaan karakter yang lebih komprehensif. Anak-anak tidak hanya memperoleh materi akademik, tetapi juga dibimbing untuk membangun disiplin, kemandirian, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan hidup yang dibutuhkan pada masa depan. Pendekatan tersebut menjadi penting karena kemiskinan sering kali disertai berbagai keterbatasan sosial yang memengaruhi proses tumbuh kembang anak. Dengan lingkungan belajar yang kondusif, negara berupaya memastikan setiap peserta didik memiliki peluang yang sama untuk mengembangkan potensinya secara optimal. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.