• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Seperti Presiden Jokowi, Para Tokoh Ini Mengutamakan Bahasa Aslinya Saat Berpidato

Seperti Presiden Jokowi, Para Tokoh Ini Mengutamakan Bahasa Aslinya Saat Berpidato

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 8 July 2019

Oleh : Alfisyah Kumalasari 

Terkait dengan keahlian dalam berbahasa inggris dengan pengucapan yang sempurna seperti penutur asli, tak semua orang di dunia ini bisa. Bahkan para pemimpin negara di dunia ini juga tak semua mau berbahasa Inggris meski dirinya mampu melafalkannya.
Meski begitu ada pula yang bisa berbahasa Inggris secukupnya meski pengucapannya memiliki aksen non-english. Seperti Presiden Indonesia Joko Widodo misalnya, dirinya berbicara bahasa Inggris dengan aksen medok Jawa.
Hal tersebut mendapat tanggapa dari Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang menyatakan bahwa kita harus bangga dengan logat kita.

Namun ternyata beberapa pemimpin negara juga dikenal lebih mengutamakan bahasa aslinya daripada menggunakan bahasa Inggris, seperti Perdana Menteri India Narendra Modi yang memilih tetap menggunakan bahasa India bahkan dalam pertemuan para pemimpin dunia.

Faktanya Modi memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang cukup mumpuni, hal tersebut dibuktikan ketika dirinya berbicara di Forum Pertemuan Global Pasar Bekembang pada 2013. Hal tersebut juga turut mengejutkan para hadirin, meski begitu, bila kita dengarkan melalui Youtube, aksen India yang diucapkan Modi tetap Jelas terdengar.

Jika memiliki kemampuan berbahasa Inggris, tentu akan memunculkan pertanyaan mengapa Modi memutuskan untuk tidak memakai bahasa Inggris? Ternyata ada alasan politis yang mendasarinya.

Modi menggunakan penerjemah ketika bertemu dengan Barrack Obama pada September 2014. Pilihan itu dinilai diambil berdasarkan pertimbangan domestik daripada memunculkan kekhawatiran lawan bicara menjadi bingung.

Bahasa Hindi adalah bahasa resmi India, bahasa Inggris bukan bahasa yang terlalu asing di negara tersebut, meskipun hanya ada 5 persen saja yang lancar dalam berbahasa Inggris.

Mahatma Gandhi pernah berkata “memberi jutaan pengetahuan bahasa Inggris adalah memperbudak mereka.”

Di Negara tersebut, urusan bahasa bisa menjadi persoalan politis, dimana kalangan lulusan sekolah atas biasanya membanggakan kemampuan bahasa Inggris mereka. Namun Modi Sendiri beraal dari keluarga yang sederhana dan tidak bersekolah di tempat elite.

Jika sosok Modi tampil bercakap – cakap menggunakan bahasa Inggris, maka kaum nasionalis Hindu tentu bisa merasa berjarak dengan sosok Modi. Orang dengan kemampuan berbahasa Inggris yang fasih di India identik dengan kaum elite sekuler yang kurang merakyat. Di samping itu, masih ada kesan tersisa bahwa bahasa Inggris seperti bahasa para penjajah.

Selain Modi, Presiden Prancis Periode 2012 – 2017 Francous Hollande juga masih mempertahankan gengsi sejarah, dimana bahasa Prancis pernah menjadi Lingua Franca. Meskipun ia sempat mengklaim bahwa dirinya memiliki kemampuan berbahasa Inggris lebih fasih daripada pendahulunya Nicholas Sarkozy.
“Seorang Presiden Prancis harus berbicara dalam bahasa Prancis,” tutur Hollande.

“Pemimpin Prancis perlu memahhami bahasa itu dan memiliki kemampuan untuk bertutur kata dengan lawan bicaranya. Namun saya tetap terikat pada bahasa Prancis dan kepada Francophonie (Organisasi negara – negara berbahasa Prancis),” tuturnya.

Selain itu Vladimir Putin ternyata juga belum lama belajar Bahasa Inggris, Presiden Russia yang lancar berbahasa Jerman tersebut juga sering berbincang dengan bahasa Russia. Vladimir Putin mengahu dirinya belajar bahasa Inggris beberapa tahun lalu, bukan sejak kecil. Dirinya juga tidak keberatan menggunakan bahasa Inggris untuk menekankan kalimat – kalimat tertentu supaya lebih dramatis.

Dikutip dari The Guardian dalam tulisannya pada tahun 2014, Putin masih belajar untuk mengucapkan huruf vokal bahasa Inggris. Dia jarang berbicara bahasa Inggris dan tak pernah berbahasa Inggris dalam agenda diplomatik formal.
Selain itu Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker yang dikenal lancar berbahasa prancis, jerman dan Inggris, mengatakan bahwa bahasa Inggris makin kehilangan arti pentingnya dewasa ini.

“Pelan tapi pasti, bahasa Inggris sedang kehilangan arti pentingnya di Eropa,” tutur Juncker dalam konferensi di Florence Mei 2017 silam.

Hal tersebut juga dilandasi oleh pendapat seorang Profesor dari diplomasi publik Universitas Southern California, Philip Seib, yang mengatakan kadang – kadang diplomat menolak berbicara dalam bahasa Inggris atas dasar nasionalisme.

Oleh karena itu apabila ada sebagian masyarakat atau netizen yang masih “nyinyir” dengan pidato Presiden Jokowi yang Java-english, mungkin wawasan diatas bisa menjadi pertimbangan sebelum melontarkan kritikan.

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

September 23, 2026

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan

September 23, 2026

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan Oleh: Nadira Citra Maheswari Program Makan Bergizi…

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional,…

Pemerintah Dorong Penilaian MBG agar Kualitas Menu dan Distribusi Terpantau

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Pemerintah Dorong Penilaian MBG agar Kualitas Menu dan Distribusi Terpantau Jakarta- Pemerintah melalui Badan Gizi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.