Isu separatisme yang sekarang muncul di Papua disebut banyak kepentingan dan pelintirannya. Tak hanya di Papua, isu sama juga sudah banyak muatan kepentingannya di sejumlah negara.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri, Dr Damos Dumoli Agusman, saat webinar dengan tema “Separitism and Terroism in Papua” yang digelar Perhimpunan Eropa untuk Indonesia, akhir pekan lalu, dalam keterangannya, Senin (21/6).
“Isu separatisme di Papua kadang banyak pelintirannya. Separatisme selalu bertetangga dengan konflik. Harus diciptakan agar mimpi kemerdekaan itu tetap on atau terus ada,” kata Damos.
Separatisme yang menimbulkan konflik ini, menurut dia, berdimensi hak asasi manusia (HAM) yang ujung-ujungnya lari ke hak untuk merdeka.
“Konflik ini berdimensi HAM, dan ujung-ujungnya lari hak untuk merdeka. Biasanya isu HAM ini dicampur aduk. Ini yang kami cermati di publik,” kata dia.
Lewat Sekolah Rakyat, Negara Tegaskan Pendidikan Bukan Komoditas Program Sekolah Rakyat kembali ditegaskan sebagai wujud…
Sekolah Rakyat Ikhtiar Negara Penuhi Hak Dasar Cegah Komersialisasi Pendidikan Program Sekolah Rakyat terus diperkuat…
Penguatan Ekosistem Pangan Lokal Perkuat Keberhasilan MBG di Papua PAPUA — Upaya penguatan ekosistem pangan…
Pemerintah Optimalkan MBG Melalui Mama Papua dan Tenaga Lokal PAPUA - Peran mama-mama Papua kian…
Kampus Perkuat Ekosistem MBG , Riset dan Inovasi Jadi Fondasi Jakarta - Perguruan tinggi mulai…
Program MBG Perluas Akses Gizi dan Lapangan Kerja di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Program…