• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Seni Merangkul dan Tingginya Kepuasan Terhadap Kinerja Presiden Prabowo

Seni Merangkul dan Tingginya Kepuasan Terhadap Kinerja Presiden Prabowo

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 16 February 2026

Seni Merangkul dan Tingginya Kepuasan Terhadap Kinerja Presiden Prabowo

Oleh: Ganesh Lepen Wengi

Angka 79,9 persen bukan sekadar statistik, ia adalah cermin relasi antara pemimpin dan masyarakat tentang bagaimana legitimasi dibangun, dirawat, dan dinegosiasikan. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto yang mencapai 79,9 persen menunjukkan bahwa kepercayaan sosial terhadap arah kepemimpinan nasional sedang berada pada titik yang relatif kuat.

 

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan bahwa hasil survei nasional mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen, yang menandakan kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap arah kepemimpinan nasional. Ia menjelaskan bahwa tingginya kepuasan tersebut dipengaruhi oleh persepsi publik terhadap ketegasan Presiden dalam pemberantasan korupsi, program-program bantuan kepada rakyat, serta kebijakan yang dinilai memiliki bukti konkret di lapangan. Burhanuddin juga menekankan bahwa generasi muda menjadi basis penting dukungan karena melihat kepemimpinan Prabowo mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan sembari membangun fondasi jangka panjang.

 

Sebagaimana kekuasaan, legitimasi tidak hanya lahir dari prosedur elektoral, melainkan dari pengalaman sehari-hari warga. Ketika bantuan sosial terasa nyata, ketika stabilitas keamanan terjaga, dan ketika narasi pembangunan memiliki arah, maka kepercayaan tumbuh sebagai hasil interaksi sosial yang berulang. Angka kepuasan tinggi menjadi indikasi bahwa sebagian besar warga merasa negara hadir dalam horizon kehidupan mereka.

 

Namun kepemimpinan bukan hanya soal hasil kebijakan, melainkan juga soal gaya. Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai Presiden Prabowo bukan sosok yang anti-kritik. Ia menyampaikan bahwa Prabowo memahami bagaimana menangani kritik, termasuk dengan berdialog dan merangkul berbagai pihak. Hendri bahkan menanggapi pernyataan Presiden dalam rapat nasional yang menyebut “kalau tidak suka dengan kebijakan saya, tarung di 2029” sebagai ekspresi manusiawi, bukan sikap anti-kritik. Dalam tafsirnya, pernyataan tersebut menunjukkan respons emosional yang wajar, bukan penutupan ruang dialog.

 

Dari perspektif budaya politik Indonesia, respons terhadap kritik sering kali menjadi indikator kedewasaan demokrasi. Seorang pemimpin yang bersedia mendengar, meski tidak selalu menyetujui, sedang memainkan peran sebagai broker of meaning—penghubung berbagai aspirasi yang berbeda. Kemampuan merangkul ini bukan sekadar retorika, melainkan seni menjaga kohesi sosial di tengah keberagaman pandangan.

 

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan penekanan yang menarik. Ia menyatakan bahwa tingkat kepuasan publik yang tinggi diposisikan sebagai refleksi kepercayaan masyarakat, bukan tujuan utama pemerintahan. Menurut Prasetyo, fokus Presiden tetap pada percepatan program prioritas yang menyentuh kebutuhan rakyat, khususnya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas pendidikan. Pernyataan ini penting karena menunjukkan kesadaran bahwa legitimasi harus terus diperbarui melalui kerja nyata, bukan sekadar dirayakan sebagai capaian.

 

Dalam kerangka analisis kebijakan, ini adalah bentuk ritual accountability—bahwa pemerintah menyadari dirinya berada dalam relasi timbal balik dengan warga. Kepuasan hari ini tidak menjamin kepuasan esok hari. Ia harus dijaga melalui konsistensi tindakan.

 

Sikap serupa disampaikan Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Ia menegaskan bahwa tingginya tingkat kepuasan publik tidak membuat pemerintah mengabaikan suara minoritas yang menyatakan ketidakpuasan. Menurut Dasco, sekitar dua persen publik yang tidak puas justru dipandang sebagai masukan penting untuk perbaikan kebijakan ke depan. Dalam tradisi demokrasi deliberatif, suara kecil bukan ancaman, melainkan koreksi moral.

 

Di sisi lain, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Kurnia Ramadhana, menambahkan bahwa isu pemberantasan korupsi menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam memperkuat kepercayaan publik. Menurutnya, ketegasan Presiden dalam menangani praktik korupsi telah ikut memperkokoh legitimasi sosial pemerintahan saat ini. Dalam masyarakat yang telah lama terpapar narasi kebocoran anggaran dan penyalahgunaan kewenangan, kehadiran simbol ketegasan hukum menjadi elemen penting dalam membangun rasa keadilan kolektif. Hal ini menciptakan persepsi bahwa negara benar-benar hadir untuk menegakkan aturan tanpa pandang bulu.

 

Kepercayaan publik yang tercermin dalam angka 79,9 persen dapat dipahami sebagai bentuk social contract yang sedang bekerja antara pemerintah dan masyarakat. Publik memberikan dukungan karena melihat arah kebijakan yang jelas, ketegasan dalam penegakan hukum, serta komitmen terhadap keterbukaan. Namun, kontrak sosial ini bersifat dinamis dan tidak dapat dianggap selesai. Ia membutuhkan kesinambungan kerja, ruang dialog yang terjaga, serta kemampuan pemerintah untuk terus merespons kritik dengan sikap terbuka dan solutif.

 

Dalam konteks ini, kepemimpinan matang mampu mengubah kritik menjadi energi perbaikan. Keberanian Presiden Prabowo untuk mendengar dan merangkul berbagai pandangan layak terus dirawat, proses pemerintahan pastinya akan berjalan makin sehat dan adaptif. Kritik yang dikelola dengan baik ini dapat menjadi kompas moral dan intelektual yang membantu pemerintah menyempurnakan kebijakan ke depannya.

 

Jika seni merangkul perbedaan terus dipertahankan, dan kerja nyata tetap menjadi poros utama, maka legitimasi yang hari ini tercermin dalam angka 79,9 persen berpotensi berkembang menjadi modal sosial jangka panjang. Modal ini penting untuk menjaga stabilitas di tengah dinamika politik nasional, sekaligus menjadi landasan kuat bagi transformasi bangsa menuju pemerintahan yang lebih responsif, transparan, dan inklusif.

 

*) Pengamat Kebijakan Publik

Sekolah Rakyat Percepat Pembangunan SDM Generasi Muda Papua

July 27, 2026

Integrasi Akhlak dan Kompetensi Global: Universitas Darunnajah Tegaskan Komitmen Cetak SDM Berkarakter dan Berdaya Saing Tinggi

July 27, 2026

Sekolah Rakyat Percepat Pembangunan SDM Generasi Muda Papua

By Kata IndonesiaJuly 27, 20260

Sekolah Rakyat Percepat Pembangunan SDM Generasi Muda Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing. Di tengah tantangan pembangunan yang masih dihadapi berbagai daerah, kehadiran Program Sekolah Rakyat di Papua menjadi langkah strategis pemerintah untuk memastikan bahwa setiap anak bangsa memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan berkualitas. Dimulainya pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Papua di Kampung Maribu, Kabupaten Jayapura, menjadi penanda bahwa pemerataan pendidikan tidak lagi berhenti pada wacana, melainkan diwujudkan melalui langkah konkret yang menjangkau wilayah dengan tantangan geografis dan sosial yang kompleks. Peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat oleh Wakil Gubernur Papua menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi pendidikan di Tanah Papua. Program ini tidak sekadar menghadirkan bangunan sekolah, tetapi membangun sebuah ekosistem pendidikan yang dirancang untuk menjawab berbagai persoalan mendasar yang selama ini menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua. Konsep Sekolah Rakyat yang menyediakan layanan pendidikan gratis berbasis asrama merupakan jawaban atas berbagai kendala akses pendidikan yang selama ini dialami masyarakat di wilayah pedalaman maupun daerah terpencil. Jarak antarkampung yang jauh, keterbatasan sarana transportasi, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga sering kali menjadi faktor yang menyebabkan anak-anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan secara berkelanjutan. Dengan sistem asrama, peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang lebih kondusif, akses pendidikan yang berkesinambungan, sekaligus pembinaan karakter yang menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F. Rumaropen menilai pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi Papua yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi. Menurutnya, kehadiran sekolah tersebut menjadi bukti bahwa negara hadir untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak Papua dalam memperoleh pendidikan berkualitas sebagai bekal meningkatkan kesejahteraan hidup di masa depan. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan pendidikan diposisikan sebagai fondasi utama dalam menciptakan kemajuan daerah yang berkelanjutan. …

Integrasi Akhlak dan Kompetensi Global: Universitas Darunnajah Tegaskan Komitmen Cetak SDM Berkarakter dan Berdaya Saing Tinggi

By Kata IndonesiaJuly 27, 20260

JAKARTA — Menghadapi dinamika persaingan global yang semakin ketat dan kompleksitas tantangan di masyarakat, Universitas…

PFII sebagai Momentum Indonesia Memperdalam Pasar Keuangan dan Menjaga Rupiah

By Kata IndonesiaJuly 26, 20260

PFII sebagai Momentum Indonesia Memperdalam Pasar Keuangan dan Menjaga Rupiah Oleh: Dhita Karuniawati Pengesahan Undang-Undang…

Transaksi Valas di PFII Bisa Menjadi Penopang Baru Stabilitas Rupiah

By Kata IndonesiaJuly 26, 20260

Transaksi Valas di PFII Bisa Menjadi Penopang Baru Stabilitas Rupiah Oleh: Bagas Nurahman Pusat Finansial…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.