• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized» Sekolah Rakyat Bawa Kesetaraan Pendidikan, dari Wacana Jadi Layanan Nyata

 Sekolah Rakyat Bawa Kesetaraan Pendidikan, dari Wacana Jadi Layanan Nyata

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 11 October 2026

Sekolah Rakyat Bawa Kesetaraan Pendidikan, dari Wacana Jadi Layanan Nyata

Oleh: Yandi Arya Adinegara

Kesetaraan pendidikan sering kali diukur dari seberapa luas anak-anak memperoleh kesempatan untuk bersekolah. Padahal, persoalan pendidikan jauh lebih kompleks daripada sekadar tersedianya ruang kelas. Anak yang tumbuh dalam keluarga dengan keterbatasan ekonomi dapat menghadapi persoalan yang saling berkaitan, mulai dari akses terhadap fasilitas belajar, lingkungan pengasuhan, kemampuan akademik, hingga kondisi psikososial. Karena itu, pemerataan pendidikan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya membuka pintu sekolah, tetapi juga memastikan anak memperoleh dukungan untuk berkembang.

 

Dalam kerangka tersebut, Sekolah Rakyat menawarkan model yang menarik untuk dilihat bukan semata sebagai program pendidikan gratis, melainkan sebagai intervensi sosial melalui pendidikan. Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2025 menempatkan Sekolah Rakyat sebagai satuan pendidikan formal berbasis asrama pada jenjang dasar dan menengah. Model ini menekankan pembentukan karakter dan kecakapan hidup, dengan biaya penyelenggaraan pendidikan ditanggung pemerintah.

 

Desain tersebut memiliki arti penting karena kelompok sasaran Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Dengan pembiayaan yang ditanggung negara serta sistem asrama, hambatan ekonomi yang selama ini dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan berusaha dikurangi. Anak tidak hanya memperoleh layanan pembelajaran, tetapi juga lingkungan tempat tinggal, pengasuhan, pembinaan karakter, dan dukungan sosial dalam satu ekosistem.

 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf melihat asesmen sebagai fondasi penting dalam proses tersebut. Menurutnya, siswa Sekolah Rakyat memiliki latar belakang yang beragam karena penerimaan tidak didasarkan pada seleksi akademik, melainkan terutama menyasar keluarga dalam desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Karena itu, pemetaan kondisi fisik, kemampuan akademik dasar, mental, dan kerentanan psikososial diperlukan agar dukungan yang diberikan tidak disamaratakan.

 

Pandangan tersebut menunjukkan satu prinsip penting dalam pendidikan yang berkeadilan: perlakuan yang sama belum tentu menghasilkan kesempatan yang sama. Anak dengan kemampuan akademik berbeda membutuhkan strategi pembelajaran berbeda. Begitu pula anak yang menghadapi persoalan psikososial membutuhkan pendampingan yang tidak dapat digantikan hanya dengan tambahan jam pelajaran. Dalam konteks Sekolah Rakyat, hasil asesmen idealnya menjadi dasar bagi rencana perkembangan individual setiap siswa.

 

Konsekuensinya, keberhasilan sekolah tidak cukup dinilai dari capaian akademik. Saifullah menekankan bahwa Sekolah Rakyat juga diarahkan membangun karakter, keterampilan, kemampuan teknologi, dan kesiapan siswa untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Orientasi tersebut membuat pendidikan ditempatkan sebagai proses mempersiapkan anak menghadapi kehidupan, bukan sekadar menyelesaikan jenjang sekolah.

 

Sistem asrama kemudian menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut. Pendidikan berlangsung bukan hanya ketika guru menyampaikan pelajaran, tetapi juga melalui kebiasaan yang dibangun setiap hari. Kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, interaksi sosial, dan kemampuan mengelola diri dapat dilatih melalui kehidupan bersama. Namun, model ini sekaligus menuntut kualitas pengasuhan yang kuat karena ruang pendidikan menjadi jauh lebih luas daripada kelas.

 

Pengalaman di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Sukoharjo memberikan gambaran mengenai tantangan tersebut. Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai sistem boarding memberikan ruang strategis untuk membangun karakter peserta didik. Ia melihat masa awal siswa tinggal di asrama sebagai periode adaptasi yang penting karena mereka harus belajar mengurus diri sendiri, menjaga lingkungan, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, serta menjalani aktivitas bersama.

 

Dimensi pemerataan juga terlihat dari pelaksanaan Sekolah Rakyat di daerah. Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyoroti keberadaan 180 siswa di Sekolah Rakyat Kabupaten Natuna yang berasal dari jenjang SD hingga SMA. Mayoritas siswa berasal dari keluarga desil 1 dan 2. Menurut Muzani, fasilitas yang tersedia perlu dimanfaatkan secara optimal karena program tersebut merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia.

 

Perspektif tersebut memperluas makna Sekolah Rakyat. Program ini tidak hanya berbicara mengenai bagaimana anak dari keluarga miskin dapat bersekolah, tetapi juga mengenai bagaimana negara menciptakan kondisi agar mereka memiliki peluang yang lebih besar untuk mengubah masa depan. Pendidikan menjadi titik masuk untuk memutus kemungkinan berulangnya kemiskinan antargenerasi.

 

Meski demikian, tantangan terbesar Sekolah Rakyat justru dimulai ketika program memasuki tahap pelaksanaan secara luas. Kualitas pendidikan harus dijaga agar tidak timpang antarwilayah. Sistem asesmen harus benar-benar digunakan untuk menentukan intervensi, bukan berhenti sebagai administrasi. Jalur pendidikan lanjutan dan dunia kerja juga perlu disiapkan secara realistis. Di saat yang sama, evaluasi terhadap kehidupan asrama harus dilakukan secara berkala agar kebutuhan sosial dan perkembangan peserta didik tetap menjadi perhatian.

 

Kesetaraan pendidikan pada akhirnya bukan tentang memberikan sesuatu yang sama kepada semua anak, melainkan memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang cukup untuk mencapai potensinya. Sekolah Rakyat memiliki kerangka untuk bergerak ke arah tersebut karena pendidikan, pengasuhan, dan dukungan sosial ditempatkan dalam satu ekosistem. Tantangannya adalah menjaga agar gagasan itu konsisten diterjemahkan menjadi layanan yang berkualitas, terukur, dan berkelanjutan. Dengan begitu, pemerataan pendidikan dapat bergerak dari wacana kebijakan menjadi pengalaman nyata bagi anak-anak yang paling membutuhkan.

 

 

)*Penulis Merupakan Pengamat Sosial

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

November 7, 2026

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum

November 7, 2026

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum  Oleh: Citra Ann Pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang melibatkan sejumlah perwira tinggi Polri menjadi perhatian penting dalam upaya memperkuat supremasi hukum di Indonesia. Perkara yang menyasar komunikasi Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat negara, tokoh politik, media, hingga kalangan masyarakat sipil tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan kewenangan aparat. Penanganan kasus ini sekaligus menjadi ujian bagi komitmen institusi penegak hukum dalam memastikan tidak ada pihak yang kebal terhadap proses hukum. Praktik penyadapan pada dasarnya merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mendukung proses penegakan hukum dengan persyaratan dan mekanisme yang ketat. Namun, penggunaan kewenangan tersebut tanpa dasar hukum berpotensi berubah menjadi tindakan yang melanggar privasi dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, setiap tindakan pemantauan komunikasi harus memiliki tujuan yang sah, mengikuti prosedur, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai peraturan perundang-undangan. Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa dugaan penyadapan ilegal yang menyeret tiga perwira tinggi berinisial LSP, ASN, dan EH merupakan tindakan oknum, bukan kebijakan institusi Polri. Penegasan itu disampaikan menyusul pengungkapan dugaan penyadapan terhadap sejumlah nomor telepon milik pejabat negara dan berbagai kalangan masyarakat. Asep menjelaskan bahwa Polri telah memiliki Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010 sebagai pedoman pelaksanaan tugas Pusat Pemantauan Polri agar kegiatan pemantauan berjalan sesuai prosedur. Dugaan pelanggaran dalam perkara ini berkaitan dengan perintah penyadapan sejumlah nomor telepon tanpa prosedur yang sah dan tidak berhubungan dengan kepentingan penegakan hukum. Para tersangka juga diduga memerintahkan penghapusan berkas hasil sadapan dalam sistem Lawful Interception Management System (LIMS) pada Oktober 2026. Sementara itu, penyidik masih memeriksa seorang saksi berinisial SU untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut. Ketentuan mengenai penyadapan telah memberikan batasan yang jelas terhadap penggunaan instrumen pemantauan komunikasi. Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010, penyadapan hanya dapat dilakukan untuk kepentingan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, serta pemeriksaan di persidangan atas tindak pidana berdasarkan undang-undang. Pelaksanaannya juga harus memperhatikan perlindungan HAM, legalitas, kepastian hukum, perlindungan konsumen, dan kerahasiaan. Pengawasan terhadap kewenangan penyadapan menjadi bagian penting untuk mencegah aparat bertindak di luar batas hukum. Tanpa pengawasan dan pertanggungjawaban, teknologi pemantauan yang seharusnya membantu proses penyidikan justru dapat menimbulkan pelanggaran terhadap hak masyarakat. Karena itu, pengungkapan dugaan penyimpangan di lingkungan kepolisian perlu diikuti evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur dan penguatan pengawasan internal.…

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat JAKARTA – Kondisi perekonomian Indonesia dinilai…

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global  Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.