• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Satpol PP Bali Tingkatkan Penjagaan Demi G20 Sukses dan Kondusif

Satpol PP Bali Tingkatkan Penjagaan Demi G20 Sukses dan Kondusif

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 9 November 2022

Satpol PP Bali Tingkatkan Penjagaan Demi G20 Sukses dan Kondusif

Oleh : Made Prawira

Satpol PP Provinsi Bali terus berupaya untuk meningkatkan penjagaan dan pengamanan, termasuk juga peningkata ketertiban hingga kondusifitas di seluruh wilayah Pulau Dewata, khususnya di Kuta dan Kuta Selatan demi menjamin penyelenggaraan KTT G20 bisa berjalan dengan sukses dan lancar.

Menjelang pergelaran puncak KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022 mendatang salah satu aspek yang sangat diperhatikan adalah mengenai tingkat keamanannya. Maka dari itu, beberapa aparat terkait terus semakin menggencarkan patroli ketentraman dan ketertiban umum.

Hal tersebut dilakukan secara langsung oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), termasuk mereka juga melakukan penertiban pada beberapa spanduk, baliho hingga pemantauan layang-layang yang berada di sekitar venue pertemuan KTT G20 untuk memastikan supaya event internasional itu benar-benar lancar dilaksanakan.

Bahkan Kepala Satpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi pun juga menggencarkan adanya sidak terhadap penduduk pendatang, khususnya mereka yang mendatangi Desa Kutuh, Kuta Selatan.

Dirinya menjelaskan bahwa sidak yang dilakukan tersebut adalah sebuah upaya bersama untuk bisa mewujudkan penjagaan akan stabilitas keamanan dan kenyamanan bersama menjelang KTT G20.

Ternyata dalam sidak yang dilakukan oleh Satpol PP Bali, mereka mencoba untuk mendatangi sebanyak 14 indekos dan nyatanya masih ditemukan beberapa penghuni indekos yang masih belum terdaftar dalam aplikasi penduduk nonpermanen Desa Kutuh. Tidak terdaftarnya beberapa penghuni indekos disinyalir karena memang adanya kelalaian yang terdapat pada pemilik indekos itu.
Pihak pemilik indekos diduga memang masih belum melakukan pelaporan ke pihak desa. Mengetahui adanya kelalaian tersebut, sontak pihak petugas Satpol PP langsung memberikan teguran kepada pemilik indekos termasuk juga kepada penduduk pendatang tadi agar segera langsung melakukan pelaporan dan pendaftaran pada aplikasi.
Dewa Nyoman Rai mengemukakan bahwa pendataan para penduduk pendatang tersebut memang merupakan sebuah rutinitas untuk bisa terus menjaga ketertiban administrasi. Tentunya tujuannya adalah untuk bisa terus menjaga situasi yang kondusif di tengah-tengah masyarakat Kuta.
Sehingga banyak langkah konkret yang terus digencarkan oleh pihak Satpol PP Bali dalam menyambut penyelenggaraan KTT G20 pertengahan November mendatang, bukan hanya sekedar melakukan penertiban pada baliho dan spanduk saja, melainkan termasuk juga melakukan penjagaan keamanan di Bali.
Menurut Kepala Satpol PP Pulau Dewata itu, penjagaan keamanan dan kondusifitas di Bali memang menjadi hal yang sangat penting untuk terus dilakukan dan ditingkatkan karena kenyamanan Bali sendiri sangatlah diperhatikan oleh dunia belakangan ini, bukan sekedar sebagai tempat pelaksanaan KTT G20, melainkan juga sebagai destinasi wisata dunia.
Lebih lanjut, Dewa Nyoman Rai menambahkan bahwa pendataan penduduk juga menjadi hal sangat penting untuk dilakukan karena tujuannya untuk bisa meminimalisasi kemungkinan hal tak terduga yang bisa saja terjadi di tengah masyarakat. Jika misalnya tiba-tiba terjadi hal tak terduga, maka diharapkan seluruh petugas, termasuk aparat desa juga akan langsung bisa bertindak secara cepat mengenai identitas tiap warga di wilayah mereka masing-masing.
Karena, jika mengenai identitas masyarakat juga dikantongi dengan pasti, secara otomatis pula penanganan apabila terjadi apapun akan menjadi dipermudah, mulai dari identifikasi dan lain sebagainya, termasuk pelaporan. Maka dari itu, kegiatan pendataan tersebut sangat penting untuk bisa meminimalkan adanya potensi gangguan ketertiban umum.
Sementara itu, seluruh jenis papan iklan yang berjejer di sepanjang jalur perlintasan delegasi KTT G20 pun semanya dibongkar oleh Satpol PP Bali, yang mana kemudian sebagai gantinya akan dipasang sebanyak 2500 penjor di sana. Menurut Kasatpol PP, seluruh jalanan yang akan dilewati oleh para delegasi memang akan dibersihkan dari segala macam baliho, spanduk, billboard, reklame, banner dan sebagainya.
Bahkan pihaknya sudah sangat siap dengan diterjunkan setiap hari di lapangan untuk melakukan pengawasan termasuk juga dalam pembersihan hingga mengawasi apabila ada pemasangan baru. Beberapa jalur yang benar-benar difokuskan untuk pembersihan ini adalah jalan keluar dari Bandara Ngurah Rai menuju Nusa Dua, jalur menuju Garuda Wisnu Kencana hingga jalur menuju Taman Hutan Rakyat (Tahura) Bali.
Tidak sampai di sana, namun pembongkaran berbagai jenis papan iklan juga akan dilakukan di sejumlah objek wisata yang berada di Kuta dan Kuta Selatan, khususnya tempat wisata yang direncanakan akan dikunjungi oleh para delegasi negara anggota G20. Jika seluruh papan iklan sudah bersih, kemudian diganti dengan pemasangan penjor, yang juga sekaligus bertujuan untuk bisa memperkenalkan dan lebih mengangkat nuansa tradisional Bali bagi para delegasi.
Seluruh pihak Satpol PP Provinsi Bali, khususnya mereka yang berada di Kuta dan Kuta Selatan langsung bergerak cepat dan terus menggencarkan upaya-upaya penjagaan keamanan hingga ketertiban demi menciptakan suasana yang sangat kondusif di tengah masyarakat untuk kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan puncak KTT G20.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.