• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Ribuan Aparat Keamanan Siap Mengawal Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

Ribuan Aparat Keamanan Siap Mengawal Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 9 October 2019

Oleh : Primadi Aryandika (Pengamat Sosial Politik)

Ribuan aparat keamanan siap diterjunkan dalam mengamankan pelantikan Presiden dan wakil Presiden, pada 20 Oktober 2019. Upaya ini dilaksanakan dalam rangka memberikan rasa aman kepada publik dan mendukung kelancaran proses inaugurasi Jokowi-Ma’ruf.
Puncak acara pesta demokrasi ini tinggal menghitung hari. Presiden dan wakil Presiden terpilih agaknya juga telah menunggu prosesi ini.

Guna membangun bangsa lebih melesat lagi, lebih kokoh dan tangguh lagi. Terlepas dari peristiwa yang menghiasi hari-hari menjelang akhir masa jabatannya, pelantikan ini akan menjadi hadiah terindah bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf. Peristiwa yang sedemikian komplek mulai dari yang terkesan kecil hingga sekelas elit politik, kerusuhan yang terjadi di beberapa wilayah cukup menguji kesabaran orang nomor satu ini.

Namun, akan ada pelangi selepas badai. Dan prosesi Pelantikan yang dinantikan akan segera terlaksanakan, menyusul kabar baik dari pelbagai masalah yang dihadapi Pemerintah. Pun dengan aparat keamanan, yang seakan tak kenal lelah mendukung negara. Kiprahnya yang turut menjaga serta mengamankan terhadap insiden yang terjadi harus diacungi jempol dan diapresiasi. Hingga saat ini yang konon tengah mempersiapkan pengamanan pelantikan pada 20 Oktober mendatang.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa, Polda Jatim, Irjen Luki Hermawan tengah menggelar istigasah serta doa bersama guna mendoakan Indonesia damai. Selain itu, dalam acara istigasah tersebut juga terucap doa agar proses pelantikan Presiden RI pada 20 Oktober mendatang lancar, tanpa halangan suatu apapun. Luki menyebutkan selama ini pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan TNI untuk menciptakan kondisi yang aman dan damai.

Luki juga mengatakan adanya support dari seluruh masyarakat Jatim yang selalu guyub rukun sehingga sangat membantu Polri dalam mengamankan wilayahnya.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI, R Wisnoe Prasetja Boedu juga mengutarakan kesiapannya guna membantu polisi untuk menjaga wilayah Jawa timur. Ia menambahkan jika TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut serta Angkatan Udara yang ada di Provinsi Jawa Timur dikhususkan untuk memberikan dukungan pengamanan seperti waktu pemilihan Presiden. Sehingga seperlima kekuatan Polri, nanti akan disebar sesuai dari perintah kepolisian.

Jadi kekuatannya minimal sama seperti saat prosesi Pilpres beberapa bulan lalu.
Tak tanggung-tanggung sebanyak 27 ribu personel yang berupa gabungan Polri-TNI akan disiagakan guna menjaga pelantikan Capres dan cawapres terpilih 20 Oktober mendatang.

Hal tersebut diaminkan oleh Kombes Pol Asep Adi Saputra, selaku Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri menyatakan jika pengamanan ini akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia. Prioritas pengamanan akan dipusatkan di daerah DKI Jakarta, yang mana menjadi lokasi prosesi inaugurasi ini.

Dilaporkan penyiagaan penuh akan dilakukan dengan pengamanan aparat gabungan, sepanjang hari pelantikan berlangsung. Siaga pengamanan ini akan dinyatakan paripurna pada keesokan harinya. Asep menambahkan jika konteks rangkaian proses demokrasi akan dikuatkan dengan dukungan kepolisian yang menggelar operasi mantap brata yang akan berakhir pada tanggal 21 Oktober nanti. Sehingga dapat disimpulkan keseluruhan jajaran kepolisian akan ikut mengamankan.

Sebelumnya, Wiranto selaku Menko Polhukam telah mengklaim kelompok yang menunggangi aksi unjuk rasa mahasiswa. Yang melayangkan penolakannya akan RKUHP serta sejumlah RUU di Gedung DPR/MPR, Jakarta. Dan unjuk rasa ini dilakukan bukan untuk mengoreksi kebijakan pemerintah. Menurut Wiranto, kelompok tersebut ingin menduduki DPR/MPR sehingga upaya pelantikan Joko Widodo presiden dan wakil presiden oleh DPR periode 2019-2024 akan mengalami kegagalan.

Ditengarai Jokowi dan Ma’ruf dinyatakan sebagai pemenang dalam pesta demokrasi beberapa bulan yang lalu. Mereka mengantongi hingga 55,50 persen suara, melebihi pesaingnya Prabowo Subianto – Sandiaga Uno yang hanya berhasil menjaring suara sebanyak 44,50 persen.

Terlepas dari semua itu, pelantikan adalah wujud amanat rakyat yang mana harus dilaksanakan. Maka sebagai warga negara yang baik, mari dukung prosesi pelantikan pada 20 Oktober mendatang akan berjalan lancar. Serta bagi seluruh elemen aparat keamanan baik pihak TNI maupun Polri akan berperan prima dalam mengamankan juga mengawal puncak pesta demokrasi ini. Untuk Presiden Jokowi – Ma’ruf selamat memimpin Indonesia 5 tahun kedepan. Harapan kami sematkan di pundak kalian, semoga kalian bisa membangun Indonesia lebih baik lagi dan lagi.

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan

August 19, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT

August 19, 2026

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan  Oleh: Samhaji Syukur Musibah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur, menjadi ujian ketangguhan nasional sekaligus momentum pembuktian nyata atas keberhadiran negara dalam mengayomi seluruh lapisan masyarakat terdampak. Didasari kesadaran mendalam akan besarnya skala dampak sosial dan kerusakan fisik di lapangan, langkah proaktif pemerintah pusat bersama jajaran pemerintah daerah dalam memetakan serta merespons situasi krisis secara terstruktur layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Kehadiran negara bukan sekadar simbol penanganan krisis formalitas, melainkan wujud pelaksanaan mandat konstitusional untuk melindungi keselamatan setiap jiwa warga negara. Pembentukan Satuan Tugas Terpadu Penanganan Pascabencana Gempa NTT yang diinisiasi oleh pemerintah pusat menjadi konsolidasi instrumen kekuasaan publik yang krusial agar tidak ada satu pun warga terdampak yang terabaikan dalam fase tanggap darurat ini. Keputusan taktis yang diambil oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dalam merespons cepat dinamika pascagempa mencerminkan tata kelola krisis yang terukur, inklusif, dan berorientasi pada keselamatan publik. Pembentukan satuan tugas khusus pascagempa dipusatkan untuk menjangkau titik-titik pengungsian mandiri yang tersebar di wilayah perbukitan maupun pemukiman terpencil. Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa percepatan pendataan pengungsi mandiri merupakan fondasi utama agar pemenuhan kebutuhan logistik, obat-obatan, dan sarana tempat tinggal sementara dapat terdistribusi secara konsisten dan adil. Konsolidasi lintas sektor yang menyatukan peran pemerintah daerah, jajaran TNI, Polri, BPBD, hingga tingkatan kecamatan dan desa membuktikan bahwa sekat-sekat administratif tidak boleh membatasi penyaluran bantuan kemanusiaan pada saat-saat paling kritis. Langkah penanganan yang sigap di tingkat pusat menemukan titik tumpu yang kuat melalui kesiapan instansi teknis penanggulangan bencana di daerah. Kepala BPBD Nusa Tenggara Timur Mahadin Sibarani mengonfirmasi bahwa rincian dampak fisik, termasuk kerugian pada ribuan unit rumah warga serta ratusan fasilitas umum dan infrastruktur sosial, terus diverifikasi dalam basis data yang terintegrasi. Pendataan komprehensif ini menjadi landasan strategis bagi pembentukan satgas daerah untuk memperkuat komando lokal. Dengan komando operasional yang solid di tingkat tapak, berbagai tantangan teknis dalam menjangkau posko penampungan yang sulit diakses dapat diselesaikan secara efektif melalui kolaborasi intensif bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan. Penguatan kelembagaan penanganan krisis ini juga selaras dengan komitmen pengawasan ketat yang dijalankan oleh pimpinan legislatif. Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menekankan bahwa peninjauan langsung di lapangan serta sinergi lintas lembaga merupakan kunci utama untuk memastikan efisiensi penyaluran pasokan logistik, fasilitas kesehatan, dan hunian sementara bagi warga terdampak. Pengawasan melekat dari parlemen memastikan bahwa setiap kebijakan tanggap darurat yang digulirkan eksekutif berjalan secara transparan, akuntabel, dan berfokus penuh pada pemulihan fisik maupun trauma psikologis masyarakat. Kehadiran pimpinan DPR bersama pejabat kementerian di titik bencana menegaskan jaminan bahwa seluruh fungsi pemerintahan bekerja sinergis demi mengembalikan rasa aman publik. Dukungan taktis legislatif semakin konkret dengan adanya kesiapan akselerasi prosedur penganggaran bencana di tingkat parlemen. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menegaskan kesiapan DPR untuk mempercepat proses persetujuan alokasi maupun alih fungsi anggaran pemerintah apabila kebutuhan penanganan bencana di lapangan meningkat. Fleksibilitas serta kemudahan prosedur persetujuan anggaran di DPR menjamin bahwa seluruh tahapan tanggap darurat hingga rehabilitasi tidak akan terkendala oleh hambatan administratif. Komitmen ini menunjukkan betapa harmonisnya relasi kerja antara pemerintah dan DPR dalam mengutamakan keselamatan rakyat di atas segala kerumitan birokrasi anggaran. Pengawasan taktis terhadap efektivitas penanganan bencana di kawasan terdampak juga dikawal oleh pimpinan dewan lainnya melalui peninjauan lapangan yang mendalam. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan pentingnya laporan kondisi riil dan langkah taktis yang diambil selama masa tanggap darurat untuk menjamin kepastian pelayanan pengungsi di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Manggarai dan daerah sekitarnya. Cucun menyampaikan bahwa masukan konkret dari pemerintah daerah serta instansi terkait akan menjadi acuan utama dalam menetapkan kebijakan pemulihan jangka pendek dan menengah. Pendekatan ini memastikan bahwa penanganan dampak gempa bumi dilakukan secara merata tanpa mengesampingkan kabupaten yang membutuhkan intervensi khusus.…

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT Jakarta – Pemerintah memperkuat pembentukan satuan tugas…

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi Jakarta – Penanganan korban gempa…

Kebijakan Transformatif Tunjukkan Negara Bergerak Cepat Membenahi Masalah

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Kebijakan Transformatif Tunjukkan Negara Bergerak Cepat Membenahi Masalah  Oleh: Agus Sasongko Sudah saatnya publik menilai perjalanan pembangunan bukan hanya dari janji, tetapi juga dari arah kebijakan dan hasil yang mulai terlihat di tengah kehidupan masyarakat. Dalam 21 bulan pemerintahan, berbagai langkah yang diambil menunjukkan adanya upaya mempercepat penyelesaian persoalan yang selama ini dianggap rumit dan membutuhkan waktu panjang. Di tengah tantangan pada sektor pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik, rangkaian kebijakan transformatif menjadi sinyal bahwa negara sedang bergerak lebih cepat membenahi masalah sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat bagi masa depan Indonesia. Gambaran tersebut mengemuka dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta. Pada kesempatan itu, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah telah memutuskan sekaligus menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 663 hari pemerintahan. Artinya, rata-rata satu kebijakan lahir setiap lima hari sebagai bagian dari upaya menyelesaikan persoalan negara yang sebagian telah berlangsung selama puluhan tahun dan membutuhkan keberanian dalam pengambilan keputusan. Menurut Prabowo Subianto, pencapaian tersebut lahir dari kombinasi keberanian mengambil keputusan, kerja keras, arah kebijakan yang jelas, serta semangat gotong royong seluruh unsur bangsa. Pemerintah juga tidak mengklaim seluruh persoalan telah selesai, tetapi menilai berbagai tantangan nasional mulai memasuki tahap penyelesaian yang lebih nyata. Cara pandang tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan diposisikan sebagai proses berkelanjutan yang menuntut konsistensi, bukan sekadar mengejar pencapaian jangka pendek yang mudah dilupakan. Salah satu indikator keberhasilan yang paling menonjol selama setahun terakhir terlihat pada sektor pangan. Indonesia berhasil mencapai swasembada delapan komoditas utama lebih cepat dibanding target awal yang diperkirakan membutuhkan empat hingga lima tahun. Beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit menjadi komoditas yang berhasil diperkuat melalui kombinasi kebijakan produksi, distribusi, serta dukungan kepada petani. Pencapaian ini memperlihatkan bahwa percepatan kebijakan dapat menghasilkan dampak nyata ketika hambatan birokrasi dan distribusi mulai disederhanakan. Keberhasilan tersebut diperkuat oleh langkah pemerintah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk yang selama ini dinilai menghambat akses petani. Selain itu, harga pupuk berhasil diturunkan hingga 20 persen sehingga biaya produksi menjadi lebih ringan. Kebijakan tersebut tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga berdampak terhadap kinerja PT Pupuk Indonesia yang mencatat peningkatan keuntungan sebesar 252,8 persen. Situasi ini memperlihatkan bahwa kebijakan yang tepat dapat menghadirkan manfaat ganda, yakni memperkuat kesejahteraan petani sekaligus meningkatkan kinerja badan usaha milik negara. Pada sektor energi, pemerintah juga menunjukkan langkah strategis melalui implementasi diesel berbasis campuran biodiesel B50. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri sehingga mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau setara USD9,5 miliar. Langkah tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri. Keberhasilan itu menunjukkan bahwa hilirisasi sumber daya dan pemanfaatan energi domestik mulai memberikan hasil yang konkret bagi perekonomian nasional.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.