• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Revitalisasi Halte Transjakarta Demi Tingkatkan Mutu Layanan

Revitalisasi Halte Transjakarta Demi Tingkatkan Mutu Layanan

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 2 July 2023

Revitalisasi Halte Transjakarta Demi Tingkatkan Mutu Layanan

Jakarta — Revitalisasi halte bus yang terus dilakukan oleh PT Transjakarta memiliki tujuan demi terus mampu semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh masyarakat, khususnya di DKI Jakarta.

Diketahui bahwa PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sejauh ini sudah melakukan penutupan pada sebanyak 10 halte.

Penutupan tersebut dilakukan dalam rangka untuk melakukan revitalisasi, yang mana proyek itu telah berjalan sejak tanggal 31 Mei dan berakhir hingga 3 Juni 2023 lalu.

Perusahaan tersebut menyampaikan bahwa revitalisasi dari sejumlah halte bus itu dilakukan karena untuk bisa terus meningkatkan layanan kepada masyarakat.

“Dalam rangka meningkatkan layanan, Transjakarta akan melakukan revitalisasi pada sejumlah halte,” tulis PT TransJakarta.

Revitalisasi yang dilakukan adalah pada Halte Jembatan Baru (Koridor 3), yang mana para penumpang bisa menggunakan Halte Rawa Buaya dan Dispenda Samsat Barat.

Kemudian, ada pula revitalisasi pada Halte Cawang UKI (Koridor 7), sehingga para penumpang menggunakan Halte PGC 1, BKN, dan BNN serta pada rute 7D Kampung Rambutan-Tegal Parang, 7P Pondok Kepala-BNN dan 9N Pinang Ranti-BKN.

Selanjutnya, revitalisasi menyasar pada Halte Pulomas (Koridor 2), yang mana kemudian para penumpang menggunakan halte ASMI dan Bermis, serta pada rute 2B: ASMI-Harapan Indah.

Adapun untuk Halte Pasar Rumput (Koridor 4), penumpang diarahkan untuk menggunakan Halte Halimun dan Manggarai serta rute 6M Stasiun Manggarai-Blok M.

Halte Pancoran Barat (Koridor 9) yang direvitalisasi diikuti dengan pengalihan penumpang bisa menggunakan Halte Kuningan Barat dan Tegal Parang serta rute 7D Kampung Rambutan-Tegal Parang dan 13B Puri Beta-Tegal Parang

Berikutnya revitalisasi terdampak pada Halte Grogol 1 (Koridor 3), penumpang bisa menggunakan Halte Jelambar. Selain itu, Halte Grogol 2 (Koridor 9).

Penumpang yang terdampak diarahkan menggunakan Halte S Parman Podomoro City dan Jelambar serta Rute 8K Batu Sari-Jelambar.

Sebelum itu, PT TransJakarta sendiri juga telah melakukan sejumlah revitalisasi lain yakni di Halte Bundaran Senayan (Koridor 1), Halte Karet (Koridor 1) dan Halte Slipi Petamburan (Koridor 9).

Sebagai informasi, sebelum melaksanakan seluruh proyek itu, sebenarnya PT TransJakarta juga telah merampungkan sejumlah revitalisasi lain hingga pada sebanyak 22 halte di Ibu Kota.

Dengan adanya peningkatan mutu layanan yang terus dilakukan itu, mereka sangat optimis untuk bisa mencapai target hingga sebanyak 4 juta pelanggan pada tahun 2025 mendatang.

Peningkatan mutu yang dilakukan itu dengan cara meningkatkan produktivitas, termasuk juga terus mempertimbangkan beban penumpang.

“Mekanisme yang bisa kita lakukan untuk mencapai empat juta pelanggan itu yakni yang sifatnya peningkatan produktivitas dan beban penumpang (load factor),” kata Direktur Utama PT TransJakarta, Welfizon Yusa.

***

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.