• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Atasi Polusi, Transjakarta Optimalkan Bus Listrik dan Tanam Pohon

Atasi Polusi, Transjakarta Optimalkan Bus Listrik dan Tanam Pohon

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 2 July 2023

Atasi Polusi, Transjakarta Optimalkan Bus Listrik dan Tanam Pohon

Jakarta – PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi umum. Pasalnya, polusi udara di beberapa kota besar saat ini cenderung meningkat

Direktur Utama TransJakarta, Welfizon Yuza, menilai keberadaan transportasi umum adalah wujud dari solusi penurunan emisi karbon di Ibukota.

“Perjalanan menggunakan transportasi umum menghasilkan 94 persen emisi lebih rendah dibandingkan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi,” kata Welfizon di sebuah stasiun televisi.

Dia menambahkan bahwa Transjakarta menyadari bahwa perusahaan transportasi tersebut memang tidak dapat sepenuhnya menghilangkan produksi emisi. Namun, pihaknya berupaya melakukan aksi _carbon setting_ melalui penanaman pohon sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

Menurut Welfizon, aksi penanaman pohon bukan saja dilakukan oleh Transjakarta dan mitra bisnisnya, melainkan juga oleh berbagai lapisan masyarakat.

“Ada operator, kemudian KPM, dan ekosistem yang lebih kurang melibatkan 95 ribu orang karyawan dan mitra-mitra bisnisnya. Kami juga bekerja sama dengan instansi pemerintah,” tuturnya.

Kedepan, kata Welfizon, Transjakarta juga akan banyak berkolaborasi dengan berbagai pihak. Sebab, gerakan penghijauan ini baru merupakan langkah awal demi mewujudkan transportasi hijau.

“Bersih, berdaya, bestari, merupakan prinsip atau guideline di TransJakarta dimana kita akan menghadirkan transportasi publik yang ramah lingkungan” ujarnya.

Transjakarta telah memulai melaksanakan penanaman pohon dalam rangka penghijauan dan mengurangi polusi udara. Kegiatan tersebut salah satunya dilakukan di Waduk Brigif, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sebanyak 242 pohon telah di tanam di area tersebut dan angkanya diyakini akan terus bertambah.

Tidak hanya menanam pohon, Transjakarta juga terus berupaya memaksimalkan pengoperasian bus listrik. Hal itu karena melihat polusi yang kian memburuk dari hari ke hari.

Transjakarta sendiri telah mengoperasikan 30 bus listrik selama kurang lebih 14 bulan dengan total jarak perjalanan dua juta kilometer. Adapun rute yang dilayani meliputi Bundaran Senayan-Senen, Tebet-Bundaran Senayan, dan Tanahabang-Blok M.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan Transjakarta akan mengadakan 100 unit bus listrik lagi pada tahun 2023. Menurutnya, ratusan bus listrik itu sudah bisa direalisasikan paling lambat triwulan IV-2023.

Saat ini, terdapat tiga operator yang menandatangani kontrak untuk memberikan tambahan 70 bus listrik yaitu PT Mayasari Bakti, PT Bianglala, dan Perum PPD yang baru saja merger dengan Damri.

“Tiga operator ini kita harapkan akan segera merealisasikan bus listrik itu, paling lambat di triwulan keempat,” imbuhnya

****

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.