• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Ramdansyah: Semakin Banyak yang Mengawasi Demokrasi akan Semakin Baik

Ramdansyah: Semakin Banyak yang Mengawasi Demokrasi akan Semakin Baik

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 23 June 2023

Ramdansyah: Semakin Banyak yang Mengawasi Demokrasi akan Semakin Baik

JAKARTA – Akademisi dari STISIPPB Sopeng, Ramdansyah Bakir mengingatkan semua pihak untuk sama-sama menjaga demokrasi Pancasila.

Ia juga meminta semua pihak kut mengawal tahapan pemilu. Semisal silon KPU. Ia pun menjelaskan tentang The Broken Windows Theory.

“Upaya publik untuk mengecek, untuk memperbaiki. Hal itu untuk mencegah ‘maling’ masuk. Semakin banyak yang mengawasi maka akan semakin baik demokrasi,” ujarnya saat menjadi narasumber Webinar ‘Praktek Demokrasi di Indonesia dan Eksistensi Pancasila di Era Globalisasi’ yang digelar Kesbangpol Jakarta Timur, Jumat (23/6/2023).

Webinar yang digelar Kesbangpol Jakarta Timur, mengambil tema Peningkatan Etika dan Budaya Politik Dalam Berdemokrasi.
Asisten Pemerintahan Kotamadya Jakarta Timur Eka Darmawan, mengatakan partisipasi pemilih di Jakarta Timur tinggi pada pemilu 2019.

“Sampai 80 persen, kita harapkan pada pemilu nanti semakin meningkat,” ujarnya saat membuka Webinar.

Dalam acara tersebut, Eka Darmawan, menyoroti demokrasi di era saat ini
yang cenderung kebablasan. Ia berharap Webinar tersebut dapat memberi pemahaman kepada semua pihak pentingnya Etika dan Budaya Politik Dalam Berdemokrasi.

Sementara itu, Ramdansyah saat menjadi narasumber bertema Praktek Demokrasi di Indonesia dan Eksistensi Pancasila di Era Globalisasi, menjelaskan ada lima poin yang saya jadikan satu. Demokrasi, praktik demokrasi di Indonesia, Eksistensi Pancasila, era globalisasi.

“Kita sudah sepakat Pancasila. Kemudian ada juga Sumpah Pemuda. Saya sering ke wilayah Indonesia. Dari Aceh sampai Papua, bahasa Indonesia mereka, walaupun beda dialek, kita ngerti. Beda misalnya kalau di Malaysia. Bahasanya ada yang campur Inggris,” jelasnya.

Lebih lanjut Ramdansyah mengatakan, dari beberapa kali ia melakukan penelitian,
banyak beda pendapat dari suatu gambar.
Misalnya dua orang yang sedang bertatapan, dan cangkir di tengahnya. Jawaban setiap orang saat ditanya gambar apa itu, beda.

Juga misalnya, apakah sebuah batang besi lurus dimasukkan ke air
Itu besinya lurus atau bengkok.

“Persepsi orang terhadap gambar saja bisa berbeda,” jelasnya.

Di era globalisasi, Ramdansyah juga menerangkan, tentang kliktivisme. Ada kecepatan tangan lebih cepat dibandingkan rasio. Ketika kita memforward.

“Hampir banyak aktivitas kita di bawah kesadaran. Misalnya saat kita benci sama orang, kita mengetahui ada berita akan langsung forward. Kita cenderung suka mendengarkan yang kita suka. Aktivitas itu tentu tidak baik,” ujarnya.

Ramdansyah juga menyoroti image politik. Ia mengaku pernah melakukan sosialisasi terkait pemilu di salah satu sekolah.

“Saat saya hendak sosialisasi di salah satu SMA, saya disuruh keluar sama pelajarnya. Karena politik katanya kotor atau brengsek. Oke, saya mau keluar kalau bisa jawab pertanyaan, apakah politik itu brengsek. Saya keluar dan dikejar. Disuruh lanjut materi Saya bilang kalau anda tidak masuk politik dan tidak merubah, maka politik akan brengsek,” jelasnya.

“Ketika mereka bilang politik kotor dan brengsek. Kita harus bercermin,” imbuh Ramdansyah.

Dalam politik Ramdansyah menyampaikan, seperti persepsi orang tentang gambar, bisa saja mereka yang benar atau kita yang benar.

Program MBG Tingkatkan Serapan Hasil Petani dan Peternak

August 20, 2026

Tata Kelola dan Transparansi MBG Diperkuat, Pemerintah Tunjukkan Langkah Serius

August 20, 2026

Program MBG Tingkatkan Serapan Hasil Petani dan Peternak

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Program MBG Tingkatkan Serapan Hasil Petani dan Peternak Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut…

Tata Kelola dan Transparansi MBG Diperkuat, Pemerintah Tunjukkan Langkah Serius

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Tata Kelola dan Transparansi MBG Diperkuat, Pemerintah Tunjukkan Langkah Serius Oleh: Bara Winatha Program Makan…

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat  Oleh: Alfian Dwi P. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perekonomian lokal. Ketika kebutuhan pangan untuk jutaan penerima manfaat dipenuhi secara rutin, program tersebut menciptakan permintaan yang relatif stabil terhadap berbagai komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan pangan lokal. Kondisi ini membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, pelaku usaha mikro, hingga masyarakat desa untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok MBG. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengatakan MBG telah mendorong peningkatan penyerapan pangan langsung dari petani dan peternak. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan yang besar dan berlangsung secara rutin membuat hasil produksi masyarakat memiliki pasar yang lebih jelas. Kondisi tersebut semakin kuat apabila petani dan peternak mengonsolidasikan produksinya melalui koperasi sehingga hasil produksi dalam skala kecil dapat dikumpulkan menjadi pasokan yang lebih besar dan mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ketut menjelaskan bahwa pola tersebut dapat membentuk ekosistem pangan yang menghubungkan produksi di tingkat hulu dengan kebutuhan konsumsi di tingkat hilir. Kehadiran MBG memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak karena terdapat kebutuhan bahan pangan yang dapat diproyeksikan secara berkala. Dengan adanya permintaan yang lebih terukur, pelaku usaha pangan dapat menyesuaikan volume produksi, menjaga kualitas komoditas, serta merencanakan kegiatan usaha secara lebih berkelanjutan. Ketersediaan pangan nasional yang relatif kuat menjadi modal penting bagi keberlanjutan MBG. Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, stok beras pada akhir tahun diperkirakan mencapai sekitar 16 juta ton, yang berasal dari stok awal sekitar 12,4 juta ton dan proyeksi produksi beras 34,7 juta ton setelah memperhitungkan kebutuhan konsumsi sekitar 31,1 juta ton. Selain beras, ketersediaan telur ayam, daging ayam, bawang merah, dan cabai juga disebut berada dalam kondisi cukup kuat bahkan surplus. Kekuatan pasokan tersebut menunjukkan bahwa MBG memiliki peluang untuk menjadi instrumen yang mempertemukan kepentingan gizi dengan kepentingan ekonomi masyarakat. Ketut mengatakan pemenuhan kebutuhan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T dapat mempertimbangkan potensi produksi setempat. Wilayah yang memiliki hasil perikanan melimpah, misalnya, dapat memanfaatkan ikan lokal sebagai salah satu sumber protein dalam menu MBG sehingga kebutuhan program sekaligus menciptakan pasar bagi hasil produksi masyarakat setempat. …

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat  Oleh: Alfian Dwi P. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perekonomian lokal. Ketika kebutuhan pangan untuk jutaan penerima manfaat dipenuhi secara rutin, program tersebut menciptakan permintaan yang relatif stabil terhadap berbagai komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan pangan lokal. Kondisi ini membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, pelaku usaha mikro, hingga masyarakat desa untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok MBG. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengatakan MBG telah mendorong peningkatan penyerapan pangan langsung dari petani dan peternak. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan yang besar dan berlangsung secara rutin membuat hasil produksi masyarakat memiliki pasar yang lebih jelas. Kondisi tersebut semakin kuat apabila petani dan peternak mengonsolidasikan produksinya melalui koperasi sehingga hasil produksi dalam skala kecil dapat dikumpulkan menjadi pasokan yang lebih besar dan mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ketut menjelaskan bahwa pola tersebut dapat membentuk ekosistem pangan yang menghubungkan produksi di tingkat hulu dengan kebutuhan konsumsi di tingkat hilir. Kehadiran MBG memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak karena terdapat kebutuhan bahan pangan yang dapat diproyeksikan secara berkala. Dengan adanya permintaan yang lebih terukur, pelaku usaha pangan dapat menyesuaikan volume produksi, menjaga kualitas komoditas, serta merencanakan kegiatan usaha secara lebih berkelanjutan. Ketersediaan pangan nasional yang relatif kuat menjadi modal penting bagi keberlanjutan MBG. Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, stok beras pada akhir tahun diperkirakan mencapai sekitar 16 juta ton, yang berasal dari stok awal sekitar 12,4 juta ton dan proyeksi produksi beras 34,7 juta ton setelah memperhitungkan kebutuhan konsumsi sekitar 31,1 juta ton. Selain beras, ketersediaan telur ayam, daging ayam, bawang merah, dan cabai juga disebut berada dalam kondisi cukup kuat bahkan surplus. Kekuatan pasokan tersebut menunjukkan bahwa MBG memiliki peluang untuk menjadi instrumen yang mempertemukan kepentingan gizi dengan kepentingan ekonomi masyarakat. Ketut mengatakan pemenuhan kebutuhan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T dapat mempertimbangkan potensi produksi setempat. Wilayah yang memiliki hasil perikanan melimpah, misalnya, dapat memanfaatkan ikan lokal sebagai salah satu sumber protein dalam menu MBG sehingga kebutuhan program sekaligus menciptakan pasar bagi hasil produksi masyarakat setempat. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.