Oleh: Dendi Kusuma (Netizen di Blora)
Sebuah pernyataan yang keluar dari mulut seorang capres, cawapres, maupun pendukungnya seharusnya adalah sesuatu yang baik dan tidak mengandung perkataan yang dapat menyakiti hati seseorang atau sebuah kelompok. Sebuah pernyataan juga dapat digunakan oleh orang lain untuk menyerang balik orang yang memberikan pernyataan tersebut. Namun, hal hal dasar seperti ini tidak berlaku dan tidak pernah dilakukan oleh pasangan calon nomor urut 2 dan juga pendukungnya. Sebab, segala pernyataan yang mereka keluarkan bisa jadi blunder bagi mereka sendiri atau bisa juga menyakiti pribadi seseorang maupun khalayak ramai. Pernyataan-pernyataan mereka sangat mencerminkan kualitas pasangan calon nomor urut 2 dan pendukungnya, yakni bodoh. Mereka tidak sama sekali berpikir sebelum berbicara sehingga akhirnya banyak orang tersakiti.
Belakangan ini, memang paslon nomor urut 2 dan pendukungnya kerap kali melakukan blunder dan menyakiti hati banyak orang. Namun, yang paling parah dan menyakiti hati hampir seluruh rakyat Indonesia adalah pernyataan mereka tentang konflik Palestina dan juga Israel yang sekarang sedang menjadi perhatian dunia. Orang yang memiliki pemikiran yang waras dan sehat tentu bisa melihat dan menyikapi sesuatu secara bijak dan selalu bisa melihat suatu permasalahan dari sisi terangnya. Namun, paslon nomor urut 2 dan pendukungnya tak punya pikiran yang waras dan jernih, isinya hanya dengki dan benci.
Prabowo terekam sudah beberapa kali menyikapi soal konflik Palestina dengan Israel ini. Sebagai Menteri pertahanan, seharusnya Ia tahu kepada siapa Ia membela dan kepada siapa Ia bermusuhan. Namun, jiwa pelanggar HAM akan tetap terus begitu setiap waktu. Beliau selama ini malah terlihat condong dan pro kepada Israel. Saat menjadi Menteri pertahanan, beliau pernah dikabarkan ingin jalin hubungan kembali dengan Israel yang saat itu menuai banyak hujatan dari rakyat Indonesia. Sungguh pernyataan yang menyakitkan bagi rakyat Indonesia karena Menteri pertahanannya ingin kembali berhubungan dengan negara pembunuh.
Kemudian yang paling jelas terekam adalah pada saat debat capres tempo hari. Saat memasuki topik pertahanan dan keamanan negara, beliau sedikit menyinggung tentang konflik Palestina dan juga Israel. Namun, hal itu malah membuat rakyat Indonesia sangat kesal karena dianggap meremehkan Palestina. Beliau berkata bahwa Indonesia tidak boleh lemah dan harus tetap tampil secara kuat dalam bidang militernya. Jika tidak, maka Indonesia akan ditindas seperti Palestina. Secara tidak langsung, Ia menyebutkan bahwa Palestina adalah negara yang lemah dan layak ditindas oleh Israel. Rakyat sontak kaget dengan jawaban Prabowo yang lagi-lagi mengarah kepada pro-Israel. Lalu di beberapa forum juga Prabowo mengatakan bahwa Israel sekarang ini sedang menjajah Palestina, padahal sekarang ini sedang terjadi perang di perbatasan. Disebut sebagai perang karena terdapat perlawanan dari Palestina dan bukan penjajahan selama Palestina berupaya menyerang. Namun, Prabowo menyebut ini dengan penjajahan yang berarti beliau tidak melihat upaya Palestina dalam membebaskan dirinya dari Israel.
Tak hanya junjungannya, pendukungnya pun ikut-ikutan melontarkan pernyataan-pernyataan bodoh yang tak disukai seluruh rakyat Indonesia. Salah satunya adalah Abu Janda, yang merupakan seorang ‘fans’ Prabowo garis keras yang berdiri di barisan paling depan. Karena sangat mengidolakan Prabowo, ternyata bodohnya tertular juga. Dalam sebuah video diperlihatkan Abu Janda sedang berbicara di depan kamera. Dalam video tersebut, Ia menyampaikan dua poin yakni Indonesia membutuhkan presiden yang berasal dari Manado dan yang kedua dia menyatakan bahwa semua orang yang mengutuk Israel, maka terkutuklah kalian dan orang yang memberkati Israel maka diberkatilah dia. Perkataan tersebut memiliki arti bahwa pendukung Prabowo akan selalu maju dengan orang orang yang mendukung Israel dan mengutuk orang-orang yang pro dengan Palestina. Terpampang jelas bukti bahwa Prabowo dan pendukungnya memang suka dengan orang-orang yang suka menindas orang lain, persis seperti apa yang dahulu Prabowo lakukan.
Dengan ini, kita hanya bisa berharap bahwa semoga Nusantara tidak jatuh ke tangan zionis ini dan Indonesia tetap selalu berjuang di samping Palestina. Karena dari anak-anak kecil hingga lansia pun tahu di sini siapa yang ditindas dan siapa yang menindas. Kekerasan bukan jawabannya dan Indonesia tidak akan pernah sudi diperintah oleh orang yang sering dan suka memulai kekerasan bahkan dengan warga nya sendiri.