• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Radikalisme Masih Menjadi Ancaman Bersama

Radikalisme Masih Menjadi Ancaman Bersama

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 25 May 2020

Oleh : Didi Anggoro

Radikalisme masih menjadi ancaman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Penyebarannya pun semakin masif dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi sehingga dapat menulari siapa saja. Masyarakat diharapkan tidak lengah dan terus mengantisipasi penyebaran paham terlarang tersebut.

Pada tahun 2016 silam, Indonesia mendadak gempar dengan sebuah tayangan viral di youtube yang menampilkan 3.500 mahasiswa dari berbagai kampus yang menggelar simposium nasional di kampus IPB Bogor.

Dalam video tersebut tampak sangat jelas mahasiswa yang hadir mengucapkan sumpah dengan tangan yang teracung layaknya gaya ISIS, ribuan mahasiswa tersebut dipimpin oleh seorang pria dari atas panggung.

Baca juga: Tetap Waspada dan Siaga Akan Bahaya Radikalisme di Medsos Saat Pandemi

Dalam video tersebut sangat jelas mahasiswa meneriakkan ‘kami akan terus berjuang tanpa lelah, untuk tegakkan syariah Islam dalam naungan negara khilafah Islamiyah sebagai solusi tuntas problematika masyarakat Indonesia.

Video tersebut ternyata mendapatkan tanggapan dari kaum veteran yang dulu pernah berjuang bagi kemerdekaan Indonesia.
Mereka seraya mengatakan, bahwa generasi muda mungkin sedang lupa, bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hasil perjuangan satu golongan saja. Sehingga bagaimanapun para veteran akan tetap memilih pancasila sebagai dasar negara.

Mereka juga mengatakan, apabila para mahasiswa tersebut satu suara dengan pihak veteran, janganlah takut untuk menyadarkan segelintir golongan, karena suara veteran akan tetap sama, meski nantinya para veteran sudah tiada.

Maka sudah sepatutnya sikap para veteran ini menjadi refleksi bagi kita semua, bahwa paham radikal memang tidak pandang bulu. Bukan lagi status tertentu, tetapi juga menyerang anak-anak muda di lingkup pendidikan.

Jika hal ini dibiarkan, tentu saja kebhinekaan dan nilai-nilai pancasila akan rusak. Jika hal ini terjadi tentu akan sangat menyedihkan, para veteran tentu akan sangat menyayangkan hal tersebut.

Tentu saja kita tidak boleh abai dengan lingkungan sekitar kita. Irfan Amalee selaku Direktur Peace Generation mengungkapkan, penyebaran radikalisme dilakukan dalam berbagai cara.

Salah satu yang paling tampak adalah dengan digunakannya narasi politik. Anak muda yang tengah mengalami krisis identitas tentu akan melihat adanya ketidakadilan, mudah sekali didorong melakukan jihad.

Kelompok radikal akan menggunakan narasi historis, yaitu pengajaran nilai-nilai sejarah yang bukan membangkitkan kebijaksanaan, tetapi nilai balas dendam. Para pendidik sejarah mesti menjadikan ini sebagai salah satu pekerjaan rumah besarnya.

Selain itu kaum radikal juga masuk melalui narasi keagamaan, mereka mampu menjadikan kegalauan anak muda untuk memberikan doktrin yang berpeluang melahirkan sikap intoleransi.

Sejumlah aksi radikalisme yang terjadi di Indonesia dilakukan dengan mengatasnamakan agama. Hal ini terjadi karena agama paling mudah digunakan sebagai alat untuk berbagai kepentingan.

Tentu saja masyarakat harus berhati-hati dalam melibatkan agama dalam hal apapun. Sebab, tidak sedikit pihak yang menggunakan agama untuk membela diri dan tujuan lainnya.
Aksi radikalisme yang mengatasnamakan agama biasanya tidak ada kaitannya sama sekali dengan agama. Melainkan ada kepentingan atau masalah lain di belakangnya.

Tentu saja kita masih ingat, dimana penganut paham radikal amatlah frontal dalam penyelenggaraan pemilu tahun 2019. Segala narasi tentang kehancuran negara karena memilih pemimpin tertentu juga masih sering terdengar.

Penyebaran paham radikal sebenarnya bisa dicegah dengan meneguhkan moderasi Islam di Indonesia, menanamkan jiwa nasionalisme, berpikiran terbuka dan toleransi, waspada terhadap provokasi dan hasutan, berjejaring dalam komunitas positif dan perdamaian serta menjalankan aktifitas keagamaan dengan toleran.

Salah satu ancaman yang tak dapat dipungkiri adalah pesan-pesan radikal yang disampaikan melalui internet utamanya media sosial, hal tersebut bisa menjadi doktrin untuk menggiring opini masyarakat.

kita-pun tak bisa mengelak, bahwa dengan adanya arus internet yang cepat justru memudahkan kaum radikal dalam menyebarkan ideologinya. Sehingga akan ditemui seseorang yang tiba-tiba mengharamkan ini itu hanya berdasar pada kajian di Internet.

Mantan Kapolri Tito Karnavian pernah menyatakan, bahwa pelaku teror yang melakukan aksinya di Medan Sumatera Utara tersebut mempelajari paham radikal melalui dunia maya.

Para pengguna internet bisa saja mendapatkan paham ekstrem yang dibungkus dengan propaganda dalam bentuk narasi-narasi kegelisahan. Narasi tersebut memunculkan persepsi berupa ancaman bahwa dunia ini akan memburuk.

Narasi ini tentu akan dibumbui dengan beragam hal yang bertema kegagalan pemerintah secara politik, lalu menyemburkannya ke khalayak dengan framing bahwa khilafah adalah solusi.

Tentu saja kita tidak ingin pancasila yang telah menjadi ideologi bangsa digerogoti oleh paham yang tidak sesuai dengan kultur kebhinekaan. Paham radikal tentu harus diantisipasi sedini mungkin.

Penulis aktif dalam milenial muslim bersatu

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.