• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Radikalisme Ancaman Nyata Bangsa Indonesia

Radikalisme Ancaman Nyata Bangsa Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 10 March 2020

Oleh: Egi Ramadan

Ancaman nyata NKRI dalam 4 tahun kedepan adalah gerakan Radikal, hal ini dikarenakan gerakan tersebut bertentangan dengan NKRI dan tidak ada istilah NKRI bersyariah dalam konteks Negara Pancasila. Diperlukan sinergitas seluruh elemen masyarakan untuk menolak dan mewaspadai paham anti Pancasila tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, bahtiar mengatakan, Sikap Pemerintah akan tetap tegas terhadap ormas yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Ormas boleh tetap hidup namun jangan sampai menjadi musuh negara.
Saat ini nasionalisme di Indonesia mesti ditafsirkan sebagai nasionalisme yang membea nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Menurutnya, Pancasila perlu diterjemahkan dalam laku kehidupan sehari-hari.
Kita juga tidak bisa menutup mata bahwa Pancasila kian dirongrong oleh gerakan radikal. Seakan kampanye tentang radikalisme di media sosial jauh lebih gencar dibanding dengan gerakan membangun rasa persatuan.
Tipisnya rasa nasionalisme juga menjadi salah satu penyebab maraknya penyebaran radikalisme yang anti-pancasila, anti NKRI, anti UUD 45, serta yang tak kalah berbahaya adalah sikap gemar mengkafir-kafirkan orang lain.

Oleh karena itu pembinaan dan validasi ormas sangatlah penting dilakukan oleh negara. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ormas yang masih aktif dan pergerakan mereka.
Semangat nasionalisme harus terus dipelihara seluruh warga negara, sebagai upaya mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Serta menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI dari berbagai macam ancaman, tantangan dan gangguan.
Perkembangan teknologi yang semakin canggih, telah menjadi tren bagi para radikalis untuk menyebarkan ideologinya, melalui video, artikel maupun status di media sosial yang masih mudah dijumpai.
Jika dibiarkan, tentu kelompok radikal ini akan sangat mudah dalam melakukan perekrutan anggota barunya. Tentu saja hal ini semakin jelas menunjukan bahwa radikalisme merupakan ancaman nyata yang perlu diwaspadai bersama.

Upaya pemerintah dalam mengatasi radikalisme di Indonesia adalah dengan membangun kesadaran bahwa perbedaan antar manusia adalah fitrah ciptaan Tuhan. Selain itu, diperlukan juga untuk membumikan Pancasila.
Demokrasi di Indonesia dinilai sudah terbuka dan mampu memberikan ruang pada perbedaan pendapat. Hal tersebut tak lain bertujuan untuk menyegarkan semangat masyarakat dalam berbangsa.

Dahsyatnya radikalisme telah kita lihat secara nyata, dimana saat ini terdapat 600-an orang Indonesia di Suriah yang memutuskan untuk menyobek paspornya, tentu saja hal ini menjadi ironi tersendiri, namun pemerintah juga tidak bisa memulangkan mereka, karena secara sadar mereka meninggalkan tanah air untuk hidup bersama organisasi radikal.
Tentu saja tidak mudah menyembuhkan para eks WNI yang ada di Suriah untuk mengakui NKRI dan Pancasila. BNPT saja membutuhkan waktu hampir 3 tahun untuk melakukan upaya deradikalisasi seorang yang pernah bergabung dengan ISIS.
Hal tersebut sudah cukup menjelaskan tentang bagaimana mencegah agar radikalisme tidak masuk ke Indonesia. Pasalnya bila hal itu terjadi dan masih bercokol di Nusantara, maka bisa diprediksi bahwa seluruh bangsa Indonesia pasti akan menderita.

Masyarakat Indonesia dari berbagai suku haruslah kompak menolak paham radikal yang sudah jelas merugikan banyak pihak. Pancasila sebagai dasar negara sudah final dan tidak dapat diganggu-gugat oleh ideologi apapun.
Sehingga jangan sampai tafsir agama yang sempit dieksploitasi untuk kepentingan tertentu seperti menghantam nilai-nilai Pancasila. Misalnya kelompok radikal yang menganggap Pancasila sebagai thagut atau berhala.
Lahirnya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan buah dari pemikiran para pendiri bangsa yang diperas dari nilai budaya dan ajaran agama. Karenanya, agama sama sekali tidak bertentangan dan tidak dapat dipertentangkan dengan Pancasila.
Untuk itulah perlu adanya penguatan kembali relasi harmonis agama dan pancasila sebagai upaya untuk menolak secara tegas kelompok yang ingin mempertentangkan keduanya.
Padahal korelasi antara agama dan Pancasila sejatinya merupakan korelasi yang sangat positif karena mempunyai posisi masing-masing.

Agama mengatur umat manusia yang tentunya tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga di luar Indonesia. Sementara Pancasila mengatur manusia yang ada di Indonesia yang terdiri dari beragam suku dan agama. Kedua hal ini tentu saling mendukung dan buksan saling meniadakan.
Oleh karena itu, penting kiranya menyebarkan semangat pancasila di berbagai elemen masyarakat sebagai upaya dalam membendung ancaman radikalisme di NKRI.

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

June 20, 2026

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

June 20, 2026

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa Oleh: Margo Nov R Dalam demokrasi yang sehat,…

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi  Oleh: Ahmad Fauzi Demokrasi Indonesia memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara terbuka. Dalam perjalanan bangsa, mahasiswa selalu menjadi salah satu elemen penting yang berperan sebagai pengawal demokrasi, penyambung suara masyarakat, sekaligus mitra kritis dalam proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat dan matang. Namun demikian, seiring meningkatnya dinamika politik dan sosial di ruang publik, kewaspadaan terhadap potensi penunggangan aksi demonstrasi oleh kelompok-kelompok berkepentingan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme, kajian akademik, dan semangat pengabdian kepada masyarakat harus tetap dijaga independensinya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis maupun agenda tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Dalam konteks tersebut, pernyataan BEM Bersatu yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis patut mendapatkan perhatian. Sikap tersebut menunjukkan adanya kesadaran di kalangan mahasiswa bahwa gerakan yang sehat harus tetap berpijak pada kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta orientasi yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Independensi gerakan mahasiswa merupakan aset penting yang harus dijaga agar tetap memperoleh kepercayaan publik sebagai kekuatan moral bangsa. Kewaspadaan terhadap potensi penunggangan bukan berarti membatasi kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan kritik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan bukan didorong oleh kepentingan pihak tertentu. Mahasiswa perlu terus memperkuat budaya intelektual melalui diskusi, riset, kajian akademik, serta penguasaan data yang komprehensif sehingga setiap tuntutan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat dan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan publik. Di sisi lain, pemerintah telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendengar berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa menjadi bukti bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi yang luas bagi berbagai masukan dan kritik yang konstruktif. Sikap terbuka tersebut mencerminkan bahwa pemerintah memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan nasional dan penguatan demokrasi. Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa jalur dialog tetap menjadi instrumen yang efektif dalam menyampaikan aspirasi. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif. Budaya dialog yang semakin kuat akan memperkokoh kualitas demokrasi Indonesia sekaligus memperkecil ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan di luar substansi perjuangan mahasiswa. Sejumlah tokoh juga menilai bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa indikasi adanya pihak yang mencoba memanfaatkan gerakan mahasiswa akan terlihat seiring perkembangan situasi, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.…

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum Oleh: Salsa Viona Konstitusi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.