• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»PSN di Papua Pegunungan Dorong Kemandirian Ekonomi dan Pangan

PSN di Papua Pegunungan Dorong Kemandirian Ekonomi dan Pangan

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 12 January 2026

PSN di Papua Pegunungan Dorong Kemandirian Ekonomi dan Pangan

WAMENA – Pemerintah terus mempercepat pembangunan berkelanjutan di wilayah Papua Pegunungan melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor pangan. Program ini diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi beras, tetapi juga membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing. Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses, PSN hadir sebagai instrumen kebijakan yang menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara nyata.

 

Salah satu fokus utama pengembangan PSN berada di kawasan Tulem, Distrik Witawaya, Kabupaten Jayawijaya. Di wilayah ini, pembukaan lahan persawahan seluas 800 hektare tengah berjalan dan diproyeksikan menjadi pusat produksi pangan baru di Papua Pegunungan. Lokasinya yang berada di sekitar pusat aktivitas masyarakat menjadikan Tulem strategis dalam menopang distribusi dan penguatan ekonomi lokal.

 

Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol pada 9 Januari 2026, menegaskan bahwa pengembangan kawasan persawahan tersebut telah dirancang dalam skema jangka menengah dan panjang yang terintegrasi dengan agenda nasional. Target keseluruhan persawahan di Kabupaten Jayawijaya dipatok mencapai sekitar 2.000 hektare yang tersebar di sejumlah distrik.

 

“Kami melihat langsung kesiapan pembukaan lahan di Tulem dan beberapa wilayah lain. Secara keseluruhan, Kabupaten Jayawijaya ditargetkan memiliki sekitar 2.000 hektare persawahan yang tersebar di sejumlah distrik dan seluruhnya dirancang sebagai bagian dari PSN,” ujar Ones.

 

Lebih jauh, PSN pangan di Papua Pegunungan juga dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali potensi historis Wamena sebagai sentra produksi beras di wilayah pegunungan. Nilai historis ini menjadi pijakan penting untuk membangun optimisme sekaligus kesinambungan pembangunan berbasis potensi lokal.

 

“Sekitar enam puluh tahun lalu, Wamena adalah lumbung padi. Semangat itu sekarang dihidupkan kembali supaya Papua Pegunungan memiliki stok beras yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan,” imbuh Ones.

 

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah memastikan pendekatan PSN tetap menghormati hak masyarakat adat. Skema yang digunakan bersifat pinjam pakai, dengan kepemilikan lahan tetap berada di tangan warga.

 

“Ini murni untuk kepentingan rakyat, tidak ada kepentingan politik. Pemerintah hanya meminjam pakai lahan untuk kepentingan bersama,” tegas Ones.

 

Dari sisi teknis, Kepala Dinas Pertanian Papua Pegunungan, Petrus Wenda, menilai PSN memberikan kepastian arah pembangunan sektor pangan. Dukungan anggaran, pendampingan, serta kesinambungan program menjadi keunggulan utama yang membedakan PSN dari proyek konvensional.

 

“PSN memberikan kepastian anggaran, pendampingan teknis, dan keberlanjutan program. Ini bukan proyek sesaat, melainkan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat Papua Pegunungan,” ujarnya.

 

Selain meningkatkan produksi pangan, PSN juga menciptakan efek ekonomi berganda melalui penyerapan tenaga kerja lokal, termasuk generasi muda. Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

 

“Anak-anak muda dilibatkan sebagai operator alat berat dan tenaga lapangan. Ke depan, mereka dapat menjadi tenaga terampil yang mendukung pembangunan di daerah lain,” tambah Petrus.

 

Ke depan, pemerintah daerah menargetkan percepatan proses tanam agar hasil PSN segera dirasakan masyarakat. Dengan pendekatan terukur dan kolaboratif, PSN pangan di Papua Pegunungan dipandang sebagai langkah strategis membangun kemandirian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkeadilan.

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

August 30, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG JAKARTA — Pemerintah mendorong Program…

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.