• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Provokasi People Power Elemen Buruh Tidak Relevan, UU Ciptaker Berpihak Pada Pekerja

Provokasi People Power Elemen Buruh Tidak Relevan, UU Ciptaker Berpihak Pada Pekerja

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 7 August 2023

Provokasi People Power Elemen Buruh Tidak Relevan, UU Ciptaker Berpihak Pada Pekerja

Oleh : Maya Naura Lingga

Rencana demonstrasi buruh yang juga menyerukan people power pada 10 Agustus 2023 di Istana Negara tidak relevan dan perlu dibatalkan. Sebab, tuntutan buruh yang intinya menggugat UU Ciptaker tersebut salah sasaran karena aturan tersebut ternyata berpihak pada pekerja.

Provokasi dari sejumlah tokoh-tokoh kontroversial seperti Rocky Gerung dan Presiden Partai Buruh Said Iqbal yang akan melakukan demonstrasi pada 10 Agustus 2023 membuat kegaduhan.

Terkait hal ini, seorang aktivis Corong Rakyat Hasan menyebut bahwa aksi People Power itu nantinya bisa berpotensi membuat ricuh menjelang Pilpres 2024 mendatang. Pasalnya, gerakan yang mulanya masif itu bisa jadi sengaja ditunggangi karena buruh memang memiliki massa yang besar. Oleh sebab itu, buruh harus berhati-hati dan jangan sampai ditunggangi oleh penumpang gelap.

Tuntutan elit buruh yang selama ini menolak UU Ciptaker memang terlihat mengada-ada. Pasalnya, Seluruh aspirasi dari para pekerja dan buruh benar-benar sudah tertampung dalam UU Cipta Kerja. Terkait hal itu, Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP) Bidang Perekonomian, Edy Priyono menyatakan bahwa seluruh proses dari awal perancangan hingga penerbitan UU Cipta Kerja sendiri memang sebenarnya semua telah sesuai dengan aspirasi publik.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama KSP, Fadjar Dwi Wisnuwardhani membantah adanya anggapan bahwa seolah penerbitan UU Cipta Kerja hanyalah mewakili kepentingan satu pihak saja, yakni pengusaha. Menurutnya hal tersebut tidak benar karena justru sebaliknya, UU Ciptaker berdiri diatas kepentingan semua pihak termasuk para pekerja dan pelaku UMKM.
Jelas sekali bahwa dengan adanya gerakan people power itu sangatlah berpotensi rawan apabila hal itu terus saja dibiarkan begitu saja, sehingga kedepan akan menjadi sebuah kegaduhan yang sangat membesar. Maka dari itu, pihak aparat keamanan dan penegak hukum jangan sampai lengah dengan adanya ancaman gerakan tersebut.

Apabila misalnya tidak diredam dengan baik oleh bantuan aparat penegak hukum, potensi terjadinya kegaduhan akan menjadi semakin membesar, sehingga seluruh masyarakat di Indonesia juga harus mampu untuk melek dan jauh lebih perhatian akan adanya potensi ancaman yang sangat mampu memecah belah bangsa.

Narasi gerakan people power memang sangat erat kaitannya dengan adanya upaya untuk melakukan pemakzulan kepada pemerintahan yang saat ini berdaulat dan sah secara konstitusi. Tentunya sudah tidak ada alasan lain lagi bagi semua pihak untuk mampu terus mengantisipasi agar gerakan tersebut tidak berlanjut dan bisa segera diselesaikan.

Jangan sampai membiarkan masyarakat mengikuti dan menjalankan berbagai macam hal yang kiranya sama sekali tidak ada dasar hukumnya, termasuk di dalamnya adalah ajakan berupa imbauan melaksanakan gerakan people power yang digaungkan oleh sekelompok pihak yang sama sekali tidak bertanggung jawab dan jelas saja mereka memiliki agenda tertentu demi melancarkan kepentingan mereka sendiri.

Gerakan people power sendiri jelas merupakan sebuah narasi yang sangat bertentangan dengan konstitusi serta hukum yang sah dan berlaku dinegara ini bahkan juga telah menyimpang dari jalur yang ada. Karena, sudah sepatutnya pemerintahan yang ada dan sah saat ini sudah berjalan dengan sangat baik, sehingga sama sekali tidak perlu adanya gerakan pemakzulan demikian.

Khususnya untuk seluruh generasi muda pun, hendaknya terus mampu mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan diri mereka masing-masing dan juga belajar untuk bisa semakin jeli ketika melihat apapun yang beredar di media sosial, yang mana sama sekali kurang adanya filter tersebut.

Jika terdapat suatu gerakan ataupun isu yang kiranya sangat berpotensi untuk menyebabkan terjadinya provokasi dengan disertai berbagai macam ajakan yang ilegal dan bermuara pada pemakzulan pemerintahan yang sah dan berdaulat meski didalamnya terdapat embel-embel apapun yang sepertinya seolah itu adalah baik, hendaknya bisa dilakukan pengecekan dan verifikasi terlebih dahulu.

Dalam hal ini, peranan seluruh masyarakat di Tanah Air termasuk juga kepada para generasi muda memang menjadi hal yang sangat penting untuk semakin meningkatkan akan filterisasi apapun informasi yang mereka serap dan mereka terima di media sosial. Biasanya pemuda yang masih mencari jati diri adalah mereka yang akan dengan sangat mudah ikut arus begitu saja dan biasanya juga mudah untuk terprovokasi, sehingga kewaspadaan diri memang sangat penting untuk ditekankan.

Memasuki tahun politik, yang mana pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) pada tahun 2024 mendatang semakin dekat, biasanya memang akan secara tiba-tiba muncul adanya sekelompok massa tertentu yang memiliki agenda praktis tertentu dan berupaya untuk terus mencari massa dengan jumlah yang banyak hingga akan menunggangi massa tersebut hanya demi kepentingan mereka sendiri.

Untuk masyarakat, harus menyadari bahwa memang negara ini menganut dan menjunjung sangat tinggi adanya asas demokrasi, sehingga adanya perbedaan pilihan atau pendapat politik merupakan sesuatu yang sangat wajar terjadi, namun hendaknya hal tersebut jangan sampai menjadi pemicu atas terjadinya pecah belah di masyarakat.

Provokasi elemen buruh untuk melakukan demonstrasi people power pada 10 Agustus 2023 perlu untuk ditentang semua pihak karena tidak akan mendatangkan manfaat apapun untuk kebaikan bangsa kedepannya. Masyarakat pun diharapkan kritis dan tidak termakan provokasi Said Iqbal tersebut yang disinyalir merupakan akal-akalan untuk mendulang suara jelang Pemilu 2024.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.