• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kesehatan»Program Vaksinasi Melindungi Masyarakat dari Covid-19

Program Vaksinasi Melindungi Masyarakat dari Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 19 February 2021

Oleh: Raymond Kamindra

Pemerintah Indonesia resmi memulai vaksinasi Covid-19 pada 13 Januari 2021. Untuk saat ini, vaksin Covid-19 buatan Sinovac menjadi pilihan pemerintah. Namun, beberapa keraguan dan pertanyaan muncul di publik akibat angka efikasi vaksin Sinovac yang hanya 65,3%. Angka ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan efikasi vaksin lainnya.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio menjelaskan, angka efikasi 65,3% bukan berarti bahwa apabila 100 orang divaksin, 65 orang akan kebal, dan 35 orang tidak kebal. Meskipun vaksin Sinovac memiliki efikasi di bawah vaksin lain, tetapi saat ini belum ada satu studi yang membandingkan vaksin satu sama lain.

Masing-masing pembuat vaksin melakukan klaim angka efikasi tersebut.
Kinerja vaksin dipengaruhi berbagai hal, seperti etnis, latar belakang genetik, gaya hidup, hingga rentang usia.

Menurut Amin Soebandrio, efikasi diperoleh ketika vaksin masih dalam fase uji klinis. Dalam fase tersebut, subjek vaksin masih terkontrol. Begitu pula dengan kondisi vaksin.
Dengan begitu, angka efikasi belum bisa menentukan efektivitas vaksin Covid-19. Sebab, apabila vaksin tersebut telah diberikan ke masyarakat luas, dengan berbagai hambatan pengiriman, efektivitas vaksin bisa berubah.

Contoh Praktis Efikasi Sinovac penelitian di Indonesia 65%, di Brazil hanya 50% dan Pfizer 90%. Bila 100 juta penduduk Indonesia, jika tanpa vaksinasi ada 8,6 juta yang bisa terinfeksi, jika vaksinasi Pfizer dengan efikasi 90% maka jumlah penduduk yang terinfeksi turun 90 persen dengan vaksinasi, maka hanya 1,9 juta penduduk yang terinfeksi, selisih 7,7 juta,

Bila 100 juta penduduk Indonesia, jika tanpa vaksinasi ada 8,6 juta yang bisa terinfeksi, jika menurut penelitian di Indonesia vaksin Sinovav efikasinya 65% maka yang terinfeksi tanpa vaksinasi penduduk turun 65 persen dengan vaksinasi, maka hanya 3 juta penduduk yang terinfeksi, selisih 5,6 juta,

Dengan efikasi yang tinggi, maka cakupan rasio vaksinasi bisa dilakukan tidak terlalu tinggi.
Tapi kalau efikasinya tidak terlalu tinggi, maka cakupan vaksinasinya harus lebih besar. Ketika vaksin diberikan kepada populasi, faktor-faktor, seperti obat-obatan yang diminum, penyakit kronis yang mendasari, usia, dan bagaimana vaksin disimpan dan diberikan dalam kondisi sehari-hari, dapat mengurangi efektivitas vaksin dalam mencegah penyakit.

Setelah efikasi vaksin ditentukan, mengukur tingkat efektivitas sangat penting untuk memastikan penyerapan vaksin dan untuk memahami bagaimana mengembangkan vaksin yang lebih baik. Data pengawasan sangat penting untuk memahami keefektifan, seperti halnya data imunisasi – menangkap data, misalnya, kapan orang mendapatkan vaksin dan berapa proporsi populasi di negara tertentu yang tercakup.

Efektivitas vaksin diukur dalam apa yang oleh ahli epidemiologi disebut studi observasi karena partisipan tidak secara acak ditugaskan untuk pengobatan versus kelompok plasebo. Misalnya, studi kasus kontrol menilai efektivitas dengan membandingkan status vaksinasi individu yang mengembangkan penyakit (kasus) dengan sekelompok individu tanpa penyakit (kontrol) yang juga mewakili populasi dari mana kasus tersebut muncul.

Jika vaksinnya efektif, kasusnya lebih mungkin pada individu yang tidak divaksinasi. Vaksin tidak selalu harus memiliki keefektifan yang luar biasa tinggi agar dapat bermanfaat, misalnya vaksin influenza 40-60% efektif namun menyelamatkan ribuan nyawa setiap tahun.

penulis adalah pemerhati kesehatan.

Resiliensi Media Kunci Menjaga Persatuan di Tengah Perang Informasi

June 30, 2026

MBG di Papua Perluas Lapangan Kerja Baru dan Gerakkan Ekonomi Secara Transparan

June 30, 2026

Resiliensi Media Kunci Menjaga Persatuan di Tengah Perang Informasi

By Kata IndonesiaJune 30, 20260

Resiliensi Media Kunci Menjaga Persatuan di Tengah Perang Informasi Resiliensi media menjadi salah satu faktor…

MBG di Papua Perluas Lapangan Kerja Baru dan Gerakkan Ekonomi Secara Transparan

By Kata IndonesiaJune 30, 20260

MBG di Papua Perluas Lapangan Kerja Baru dan Gerakkan Ekonomi Secara Transparan *Nabire* – Program…

Pecinta Kuliner Thailand Wajib Coba! Kolaborasi Lyma x Nakhon Luncurkan ‘Brisket Boat Noodle’ Halal

By Kata IndonesiaJune 30, 20260

Industri kuliner tanah air kembali diwarnai oleh inovasi yang berani. Restoran Lyma, pelopor sajian daging…

Percepat Kesejahteraan Masyarakat Papua Pemerintah Cetak 2000 hektar Sawah

By Kata IndonesiaJune 30, 20260

Percepat Kesejahteraan Masyarakat Papua Pemerintah Cetak 2000 hektar Sawah Pemerintah menargetkan perluasan cetak sawah seluas…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.