• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kuliner»Pecinta Kuliner Thailand Wajib Coba! Kolaborasi Lyma x Nakhon Luncurkan ‘Brisket Boat Noodle’ Halal

Pecinta Kuliner Thailand Wajib Coba! Kolaborasi Lyma x Nakhon Luncurkan ‘Brisket Boat Noodle’ Halal

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 30 June 2026

Industri kuliner tanah air kembali diwarnai oleh inovasi yang berani. Restoran Lyma, pelopor sajian daging asap (smoked brisket) premium di Jakarta Selatan, secara resmi mengumumkan kolaborasi strategis dengan Nakhon, lapak jajanan khas Thailand autentik asal Fresh Market Bintaro. Kolaborasi ini melahirkan menu hibrida baru yang diberi nama Brisket Boat Noodle, memadukan kuah rempah pekat khas Thailand dengan kelembutan daging brisket asap khas Amerika Serikat.

​Meskipun kuliner Thailand menjamur di Indonesia, sangat sedikit yang mampu menghadirkan koki asli dari Negara Gajah Putih sekaligus menjamin kehalalan menunya. Melalui kolaborasi ini, Lyma dan Nakhon menjawab kerinduan para pencinta kuliner akan cita rasa Thai Boat Noodle yang 100% halal namun tetap mempertahankan keaslian rasanya.

Inovasi Rasa dari Nakhon: Membawa Keaslian Thailand ke Lidah Muslim Indonesia

​Salma, koki asli asal Thailand yang membidani menu Nakhon, menceritakan bahwa dirinya berusaha semaksimal mungkin untuk menghadirkan semangkuk mie yang serupa dengan daerah asalnya di Nakhon, Thailand. Guna menjaga keaslian rasa, hampir 90 persen bahan baku utama Thai Boat Noodle ini diimpor langsung dari Thailand.

Meski demikian, Salma memberikan jaminan penuh bahwa hidangan ini sepenuhnya halal dan aman dikonsumsi oleh umat Muslim.

“Kami mengimpor hampir seluruh bahan baku dari Thailand dengan proses seleksi yang ketat untuk alasan kehalalan. Produk kami dijamin halal karena kami juga sudah mengantongi sertifikat halal resmi,” ujar Salma dalam konferensi pers yang digelar di Restoran Lyma, Jakarta Selatan, Jumat (26/6).

Salma menuturkan bahwa boat noodle yang dihadirkannya merupakan hasil inovasi dan perenungan yang panjang. Di negara asalnya, kuah boat noodle tradisional menggunakan campuran darah babi (nam tok) atau hewan lain untuk mendapatkan tekstur yang kental dan gurih. Demi menyajikan versi halal, Salma melakukan modifikasi besar-besaran tanpa mengurangi kelezatannya. Ia mengganti komponen tersebut dengan kaldu tulang sapi lokal yang direbus dalam waktu lama hingga menghasilkan konsistensi kuah yang rich dan pekat.

Selain didasari visi bisnis, resep ini juga lahir dari bentuk kasih sayang Salma kepada sang suami yang merupakan warga negara Indonesia. Suami yang ditemuinya pertama kali di Malaysia tersebut sangat menyukai hidangan berkuah setiap kali makan. Porsi kuah pada menu kolaborasi ini pun sengaja disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia.

“Di Thailand, kuah boat noodle aslinya diberikan sangat sedikit (nyemek). Namun, karena saya tahu orang Indonesia—seperti suami saya—sangat menyukai kuah, kami memutuskan untuk menambah takaran kuahnya agar lebih melimpah. Ini adaptasi yang pas tanpa menghilangkan esensi cara makan orang Thailand,” tambah Salma.

Keahlian Lyma: Daging Brisket yang Meleleh di Mulut

Otak di balik konsep Brisket Boat Noodle ini adalah Ipam, pengusaha kuliner yang telah malang melintang selama tiga tahun membesarkan restoran Lyma. Sebelum berkolaborasi dengan Nakhon, Ipam dikenal sebagai inovator yang gemar mengawinkan daging brisket asapnya dengan kuliner global, seperti Brisket Nasi Padang (Indonesia), Brisket Donburi (Jepang), dan Brisket Bulgogi (Korea). ​

Pertemuannya dengan kuah racikan Nakhon melahirkan intuisi bisnis baru untuk menciptakan gerakan kuliner lintas budaya yang memadukan aroma asap, tradisi, dan inovasi.

“Awalnya saya tertarik mencoba karena kuahnya berbeda. Kuah Thai boat noodle yang saya tahu biasanya cenderung light (encer). Tapi di Nakhon ini, kuahnya sangat rich dan warnanya deep (pekat). Begitu saya cicipi, rasanya enak sekali. Saya langsung berpikir, kalau dikombinasikan dengan brisket Lyma, rasanya pasti mantap. Akhirnya dari situ saya memberanikan diri untuk mengajak kolaborasi,” ungkap Ipam.

Untuk mendampingi kuah premium dari Nakhon, Lyma menggunakan daging brisket berkualitas tinggi yang diimpor langsung dari Amerika Serikat (US Beef). Ipam menjelaskan bahwa mengolah daging brisket membutuhkan kejelian dan kesabaran ekstra tinggi demi menghasilkan tekstur yang sempurna.

“Kami menggunakan teknik low and slow smoking yang legendaris. Jarak kayu bakar diatur sedemikian rupa agar hanya asapnya saja yang mematangkan daging secara perlahan selama 15 hingga 17 jam. Karena saking pelannya proses memasak ini, serat dagingnya melunak sempurna. Dipotong dengan sendok saja langsung terbelah, dan saat dimakan langsung lumer di lidah. Itulah kenikmatan sebenarnya dari brisket kami,” jelas Ipam.

​Harga dan Ketersediaan

​Perpaduan mahakarya kuliner dua negara ini sudah dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Satu porsi Brisket Boat Noodle dibanderol dengan harga Rp85.000,-.

Menurut Ipam, harga tersebut sangat sepadan dengan kualitas bahan baku impor, proses memasak brisket belasan jam, serta sensasi pengalaman kuliner autentik yang layak untuk diabadi menjadi kenangan indah dalam memori para penikmat kuliner.

Tentang Restoran Lyma

Restoran Lyma adalah destinasi kuliner spesialis daging asap (smoked meat) premium yang berbasis di Jakarta Selatan. Berdiri sejak tiga tahun lalu, Lyma berkomitmen menghadirkan kelezatan daging brisket gaya Texas yang halal dengan sentuhan inovasi cita rasa lokal maupun internasional.

Tentang Nakhon

Nakhon merupakan lapak jajanan kuliner khas Thailand autentik yang populer di Fresh Market Bintaro. Dipimpin oleh koki asli Thailand, Nakhon berfokus menyajikan hidangan legendaris Thailand dengan bahan-bahan orisinal yang telah disesuaikan agar 100% halal bagi konsumen Indonesia.

​

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum

November 7, 2026

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

November 6, 2026

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Terbongkarnya Penyadapan Ilegal Menjadi Tonggak Penting Supremasi Hukum  Oleh: Citra Ann Pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang melibatkan sejumlah perwira tinggi Polri menjadi perhatian penting dalam upaya memperkuat supremasi hukum di Indonesia. Perkara yang menyasar komunikasi Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat negara, tokoh politik, media, hingga kalangan masyarakat sipil tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan kewenangan aparat. Penanganan kasus ini sekaligus menjadi ujian bagi komitmen institusi penegak hukum dalam memastikan tidak ada pihak yang kebal terhadap proses hukum. Praktik penyadapan pada dasarnya merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mendukung proses penegakan hukum dengan persyaratan dan mekanisme yang ketat. Namun, penggunaan kewenangan tersebut tanpa dasar hukum berpotensi berubah menjadi tindakan yang melanggar privasi dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, setiap tindakan pemantauan komunikasi harus memiliki tujuan yang sah, mengikuti prosedur, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai peraturan perundang-undangan. Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa dugaan penyadapan ilegal yang menyeret tiga perwira tinggi berinisial LSP, ASN, dan EH merupakan tindakan oknum, bukan kebijakan institusi Polri. Penegasan itu disampaikan menyusul pengungkapan dugaan penyadapan terhadap sejumlah nomor telepon milik pejabat negara dan berbagai kalangan masyarakat. Asep menjelaskan bahwa Polri telah memiliki Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010 sebagai pedoman pelaksanaan tugas Pusat Pemantauan Polri agar kegiatan pemantauan berjalan sesuai prosedur. Dugaan pelanggaran dalam perkara ini berkaitan dengan perintah penyadapan sejumlah nomor telepon tanpa prosedur yang sah dan tidak berhubungan dengan kepentingan penegakan hukum. Para tersangka juga diduga memerintahkan penghapusan berkas hasil sadapan dalam sistem Lawful Interception Management System (LIMS) pada Oktober 2026. Sementara itu, penyidik masih memeriksa seorang saksi berinisial SU untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut. Ketentuan mengenai penyadapan telah memberikan batasan yang jelas terhadap penggunaan instrumen pemantauan komunikasi. Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010, penyadapan hanya dapat dilakukan untuk kepentingan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, serta pemeriksaan di persidangan atas tindak pidana berdasarkan undang-undang. Pelaksanaannya juga harus memperhatikan perlindungan HAM, legalitas, kepastian hukum, perlindungan konsumen, dan kerahasiaan. Pengawasan terhadap kewenangan penyadapan menjadi bagian penting untuk mencegah aparat bertindak di luar batas hukum. Tanpa pengawasan dan pertanggungjawaban, teknologi pemantauan yang seharusnya membantu proses penyidikan justru dapat menimbulkan pelanggaran terhadap hak masyarakat. Karena itu, pengungkapan dugaan penyimpangan di lingkungan kepolisian perlu diikuti evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur dan penguatan pengawasan internal.…

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat JAKARTA – Kondisi perekonomian Indonesia dinilai…

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global  Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.…

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.