Program Pemulihan Ekonomi Nasional Sangat Bermanfaat Bagi UMKM

Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo RI melaksanakan webinar bertemakan “Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Mendukung UMKM di Masa Pndemi Covid-19” yang diisi Dr.Hasyim Gautama selaku Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Slamet Aryadi selaku Anggota Komisi 1 DPR-RI dan Salman Al Farisi selaku Pelaku UMKM yang mana dalam seminar live streaming tersebut Dr. Hasyim Gautama menyampaikan bahwa terkait dengan Pemulihan Ekonomi Nasional kita patut syukuri bahwa di Indonesia pada beberapa bulan terakhir diberikan kesehatan seluruh bangsa ini merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa bahwa kasus covid di Indonesia sangat minimal.

Dan ini patut disyukuri di bandingkan dari negara-negara lain di Eropa, di ASEAN, di Amerika, negara tetangga pun juga melakukan lockdown, mudah-mudahan ini segera berakhir pandemi Global seluruh dunia dan beruntung sekali bahwa kondisi kita cukup baik.

Tentunya covid-19 ini belum selesai, jadi bukan berarti dengan kondisi sekarang ini kita sudah selesai terus bebas, tidak, ini ada kebiasaan-kebiasaan baru yang memang harus tetap di lakukan dengan protokol kesehatan.

Baca Juga

Pengaruh dari covid-19 terhadap ekonomi Indonesia ini luar biasa, bagaimana penanggulangan ekonomi nasional terutama membantu UMKM, bagaimana mentransformasi digital bagi masyarakat sekarang ini sebenarnya dengan teknologi internet lebih mudah, secara individu, secara berkelompok dan juga untuk berusaha, dengan menggunakan teknologi informasi yang kita punya banyak platform marketplace di Indonesia dan itu semua memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh komponen bangsa untuk melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi dan kami dari Kemenkominfo dan dengan bapak menteri Johnny G. Plate mengajak semua komponen bangsa, semua pihak tidak ada yang ketinggalan dalam transformasi digital yang dikawal oleh Kementerian Kominfo, kami juga menyiapkan misalkan membangun backboun internet Indonesia dengan projec Palapa Ring di wilayah Barat, Tengah dan Timur, pemerataan akses internet ke semua sampai ke daerah 3T yaitu untuk infrastruktur dan juga aplikasi, kami menyediakan banyak aplikasi.

Yang penting pada kali ini peserta webinar yang belum percaya diri untuk bisa melakukan kegiatan ekonomi di online yang penting bahwa kami menyediakan training-training yang sifatnya meningkatkan kompetensi. bagaimana kiat-kiat menjadi pelaku UMKM online tetapi seandainya belum pede dan bahkan perlu sertifikasi profesi kami menyediakan training-training secara online dan gratis, itu melalui program yang memang kami sediakan secara gratis, bisa dilihat di website kami https://digitalent.kominfo.go.id/ ini supaya peserta webinar menjadi percaya diri untuk bisa bertransformasi diri, dan tadinya mungkin penjualan secara di pasar-pasar secara fisik, mungkin juga marketnya itu sebagian orang hanya daerah tertentu, maka secara online UMKM ini dengan marketplace yang ada itu pasarnya menjadi Nasional, bisa kirim lewat jasa pengiriman yang sudah ada.

Dalam bertransformasi diri, dalam pelaku ekonomi juga perlu melakukan kegiatan ekonomi, perlu adanya kepercayaan akan kompetensi kita, makanya kami menyediakan, memfasilitasi semua untuk bisa mendapatkan sertifikasi profesi.

Dalam kesempatan yang sama Slamet Aryadi selaku Anggota Komisi 1 DPR-RI menyampaikan bahwa bagaimana pemulihan ekonomi nasional bisa mendapat dukungan secara penuh oleh pemerintah tentunya kita sebagai pelaku UMKM berharap, bagaimana pemulihan ekonomi setelah ini mendapat dukungan mayoritas, kita berharap bahwa pada kesempatan kali ini mudah-mudahan tidak hanya sebatas seremonial bagi teman-teman pelaku UMKM ataupun pelaku usaha yang hadir pada kesempatan emas ini, tentunya kita berharap ini menjadi suatu ajang yang mungkin menjadi motivasi awal, bagaimana kita bisa bertahan dan bisa survive, bahkan mampu meningkatkan transformasi digital dalam rangka untuk memiliki pangsa pasar baru dalam dunia usaha tentunya UMKM. Saya sebagai anggota DPR-RI Komisi 1 bekerjasama dengan Kominfo melalui Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, ingin memberikan sesuatu hal warna baru, ingin memberikan suatu pengalaman dan wawasan bagaimana dalam masa pandemi ini, meskipun kita sudah ada masalah pandemi ini tetapi kita harus mampu bertahan. tentunya dalam live streaming ini merupakan stimulus respon yang diberikan oleh anggota DPR RI bekerjasama dengan Kominfo, dengan pemerintah untuk hadir memberikan suatu pemahaman-pemahaman baru, bagaimana kita untuk bisa bertahan agar bisa survive lagi dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian nasional, untuk bisa mendukung pelaku UMKM, khususnya juga pelaku UMKM masyarakat Madura, karena secara mayoritas ini yang hadir kebanyakan adalah konstituen kami dari masyarakat Madura, tentunya kita berharap Madura juga bisa bangkit dari pandemi covid-19 ini, sering kita bangkit bagaimana kita juga bisa survive, bisa bertahan untuk pelaku-pelaku ekonomi. Saya juga berharap selain kita melakukan, meningkatkan stabilitas perekonomian kita di wilayah Madura khususnya kita juga berharap seperti arahan Bapak Dr.Hasyim Gautama kita untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, kalau kita merasa tidak enak dalam masa pandemi ini tentunya kita harus bersama-sama bersatu padu, kita harus mendukung program pemerintah untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dalam rangka untuk kita menghadapi era baru, untuk kita terbebas dari penyebaran covid-19.
Salman Al Farisi selaku Pelaku UMKM menyampaikan bahwa semua sektor usaha itu terdampak tidak ada yang terdampak, semua berdampak kecuali mungkin di bidang kesehatan yang tidak terdampak dari merosotnya ekonomi, akan tetapi semua itu patuh dan wajib disyukuri apapun bentuknya karena ini diluar kehendak kita sebagai manusia, terjadi bukan di Indonesia saja di seluruh dunia. Saya selaku pelaku UMKM menikmati situasi yang ada dengan aturan-aturan pemerintah, tentu terus berusaha sekuat tenaga. Semua di awal-awal pandemi manusia takut keluar rumah karena takut tertular pada waktu itu, bahkan sampai saat ini orang keluar rumah pun masih berhati-hati, kedua itu menyebabkan masalah keuangan, di era sebelum pandemi menimbulkan problem, menimbulkan masalah yang awalnya keuangannya dari UMKM itu keuntungannya berlipat-lipat sehingga dengan adanya covid orang takut keluar rumah omset atau keuangannya berkurang sehingga menimbulkan permasalahan, yang berikutnya adalah pertemuan terbatas, banyak PHK dan perubahan pada perilaku manusia. Penyebab dari covid terhadap UMKM itu pangsa pasar mengalami kelesuan, distribusi terbatas, omzet turun drastis, modal terganggu, kredit macet dan bahan baku susah, pilihannya menutup uaha, mengurangi produksi dan karyawan, bertahan agar usaha bisa tetap jalan dan karyawan bisa tetap bekerja, diversifikasi produk untuk bisa bertahan, mengganti usaha, memilih menutup usaha, kemudian bekerja di tempat lain, membuka usaha yang memang menjadi kebutuhan utama. Membangun karakter generasi gemilang tanpa narkoba, tuntutlah ilmu disaat miskin karena ilmu akan menjadi harta dan ilmu akan menjadi perhiasan di saat kaya, menerapkan empat sifat kerja ikhlas, cerdas, nyata dan tuntas, hindari talk more do less banyak bicara sedikit amalan. Membangun kekuatan di tengah pandemi covid-19 seperti ini, semua pelaku UMKM perlu beradaptasi secepat mungkin, salah satunya dengan cara membangun kekuatan, dengan memiliki kekuatan, maka segala beban dan kesulitan menjadi lebih ringan dan akan lebih mudah diatasi. Mengatur arus kas dengan kurangi pengeluaran yang tidak penting, tundalah kesenangan, mencari penghasilan tambahan, kurangi gengsi, ingin keren dan hal yang tidak penting, jual aset jika ingin hutang cepat lunas, memikirkan strategi bisnis yang baik jika hutang terkait bisnis. Dalam situasi covid menjalankan bisnis adalah bukan hanya sekedar untung, tetapi juga empati dan simpati. Jika harus ada penambahan modal untuk bisa bertahan dan pengembangan usahanya maka pelaku UMKM mencari pendanaan yang beresiko rendah dan jauhi rentenir lintah darat. Pendanaan dari bank dengan bunga rendah, kartu kredit belanja produktif, lembaga keuangan non bank dengan bunga terjangkau, lembaga-lembaga BUMN dan swasta dalam bentuk pinjaman bergulir dari dana CSR, dukungan programstimulus pemerintah.

 

Related Posts

Add New Playlist