• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Posko BIN Jaga Senyum Anak-Anak Penyintas Gempa

Posko BIN Jaga Senyum Anak-Anak Penyintas Gempa

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 7 December 2022

Posko BIN Jaga Senyum Anak-Anak Penyintas Gempa

Badan Intelijen Negara (BIN) sigap dalam membantu warga Cianjur yang kesusahan karena gempa. Fasilitas posko bisa dikatakan sangat memadai dan lengkap, karena tidak hanya memberikan bantuan berupa sandang, pangan, dan papan, tetapi juga termasuk fasilitas kesehatan. Setiap harinya di Posko juga diisi kegiatan _trauma healing_ untuk anak-anak.

Kepala Desa Cijedil, Cugenang, Pudin (47), mengatakan ada 303 orang pengungsi dari Desa Cijedil di Posko BIN pasca gempa Cianjur. “Selama berada di sini warga mengikuti banyak kegiatan yang diselenggarakan oleh Posko BIN, mulai dari pengajian, pendidikan sekolah anak usia dini (PAUD), hingga ibadah shalat berjamaah lima waktu”, ucap Pudin.

Kegiatan lain yang dilakukan adalah hiburan memang untuk menjaga senyum anak-anak penyintas gempa. “Karena selain mengalami kerugian secara materi, warga Cianjur juga mengalami trauma akibat bencana tersebut, jadi acara hiburan dinantikan warga khususnya orang tua yang memiliki anak-anak”, imbuhnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Komunikasi dan Informasi BIN, Prabawa Ajie menyatakan bahwa Desa Cijedil mengalami kerusakan paling parah di Cianjur karena dekat dengan titik episentrum gempa. Untuk itulah dengan maksimal BIN berusaha melayani masyarakat di Desa Cijedil untuk memberikan pelayanan tidak hanya permasalahan makan atau logistik, tetapi juga _trauma healing_, pelayanan kesehatan, serta berbagai kebutuhan dasar yang mencukupi.

Tidak hanya kegiatan bermain, karena banyak anak-anak usia sekolah, pendidikan dasar bagi mereka juga diberikan. Ada perlombaan hingga pengajian, kegiatan belajar mengajar juga kami fasilitasi. Selain dilakukan setiap hari, BIN juga mengadakan kegiatan yang sama ke posko-posko lain.

Selain itu, kegiatan tidak hanya difokuskan di posko saja, namun BIN juga melakukan pendistribusian ke posko-posko lain maupun tenda tenda darurat untuk pengungsian yang belum terjamah. “Kegiatan distribusi ke luar dilakukan karena masih banyak desa-desa terisolir yang belum mendapatkan bantuan”, ucap Juru Bicara Kepala BIN tersebut.

Senada dengan itu, orang tua yang menemani putrinya mengikuti trauma healing merasa sangat terbantu. Peni Febrianti (28) mengatakan anaknya sudah mengikuti kegiatan _trauma healing_ sejak hari pertama di Posko BIN. “Anak saya terlihat gembira setiap hari berkat adanya _trauma healing_ ini, karena anak anak di pengungsian cenderung jenuh dengan lingkungan ini. Namun berkat adanya _trauma healing_, anak saya jadi lebih aktif, bahagia dan sering tersenyum” tutupnya.

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Dampak Krisis Iklim pada Pertanian

July 12, 2026

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

July 12, 2026

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Dampak Krisis Iklim pada Pertanian

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Dampak Krisis Iklim pada Pertanian Jakarta – Pemerintah mempercepat berbagai…

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi Jakarta – Pemerintah terus mempercepat langkah…

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif Oleh : Gavin Asadit Pembangunan kesehatan nasional…

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko 

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko  Oleh Ananda Rusdian Upaya membangun bangsa yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang berpusat di fasilitas kesehatan formal semata. Tetapi negara juga hadir menjangkau kelompok-kelompok yang berada dalam posisi rentan, baik karena kondisi sosial, lingkungan hidup, maupun keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk itu, peluncuran Kick-Off Nasional Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 532 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia dipandang sebagai langkah strategis sekaligus berkeadilan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa hak atas kesehatan menjangkau seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik. Program ini menegaskan bahwa pemerintah mulai menempatkan kesehatan sebagai hak dasar yang harus diakses oleh semua orang tanpa kecuali. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arahan Presiden adalah agar program kesehatan menyasar seluruh masyarakat, termasuk ratusan ribu warga binaan di lapas dan rutan. Pernyataan itu penting karena memperlihatkan perubahan cara pandang negara bahwa warga binaan bukan sekadar objek pembinaan hukum, melainkan tetap subjek pembangunan yang berhak memperoleh perlindungan kesehatan secara layak. Langkah ini menjadi semakin relevan ketika melihat tingginya ancaman tuberkulosis di lingkungan pemasyarakatan. Data yang disampaikan pemerintah menunjukkan prevalensi TB di lapas mencapai 0,54 persen, lebih tinggi daripada rata-rata nasional yang berada di kisaran 0,3 persen. Angka tersebut tidak boleh dibaca sebagai statistik semata, melainkan sebagai peringatan serius bahwa lembaga pemasyarakatan merupakan ruang berisiko tinggi bagi penularan penyakit menular. Kepadatan hunian, sirkulasi udara yang terbatas, interaksi intensif antarpenghuni, serta mobilitas petugas menciptakan situasi yang memungkinkan penyebaran TB berlangsung lebih cepat. Jika tidak ditangani dengan pendekatan luar biasa, lapas dapat menjadi titik rawan penularan yang berdampak bukan hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi petugas, keluarga, dan masyarakat luas ketika proses keluar-masuk penghuni berlangsung. Karena itu, keputusan menjadikan lapas sebagai salah satu sasaran utama skrining TB merupakan kebijakan yang sangat rasional. Budi mengingatkan bahwa TB tidak boleh diremehkan, tetapi juga tidak boleh ditakuti secara berlebihan karena pengobatannya tersedia dan peluang sembuh sangat besar apabila kasus ditemukan lebih awal. Di sinilah skrining rutin, termasuk melalui foto rontgen dada, menjadi instrumen yang sangat penting. Pendekatan ini tidak hanya berguna untuk menemukan kasus aktif, tetapi juga mencegah penularan berantai dan menurunkan angka kematian akibat TB. Pada saat yang sama, pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan secara menyeluruh juga membuka ruang deteksi dini terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal. Ini sangat penting karena kelompok berisiko sering kali tidak memiliki akses pemeriksaan rutin, sehingga penyakit baru diketahui ketika sudah memasuki stadium berat. Budi menekankan pentingnya menjaga indikator kesehatan dasar seperti tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol. Pembangunan kesehatan tidak cukup berfokus pada pengobatan, tetapi harus diarahkan pada pencegahan, perubahan perilaku, dan pengenalan faktor risiko sejak awal. Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung deteksi dini dan percepatan eliminasi TB. Sikap tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan di lapas tidak dapat dibebankan hanya kepada Kementerian Kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan serius dari institusi yang mengelola lingkungan pemasyarakatan. Koordinasi mengenai sarana dan prasarana klinik lapas dan rutan menjadi langkah penting agar skrining tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berlanjut menjadi layanan diagnosis, pengobatan, pemantauan, dan pencegahan yang berkesinambungan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.