• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»PON XX 2021 di Papua: Mentari Harapan Baru dari Timur Indonesia

PON XX 2021 di Papua: Mentari Harapan Baru dari Timur Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 15 August 2021

Oleh: Lisa Wahyuni (Warganet Kota Mataram, NTB)

Pekan Olahraga Nasional atau yang biasa disingkat PON dilaksanakan empat tahun sekali dan melibatkan atlet seluruh Indonesia. PON pertama digelar di Solo pada tahun 1948. Namun, PON XX kali ini spesial, karena dilaksanakan di Papua dengan 4 lokasi, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika.

PON XX akan diselenggarakan pada tanggal 2-13 Oktober 2021. Lokasi utama penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional 2021 adalah Stadion Lukas Enembe. Stadion ini memiliki kapasitas 40.000 tempat duduk. PON XX Papua akan mempertandingkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabang olahraga, 679 nomor pertandingan/perlombaan, dan 6.484 orang (kuota) atlet. Tagline yang diangkat pada edisi ini adalah “Torang Bisa” yang merupakan bentuk penyemangat khas Papua.

Pertama dalam sejarah, PON XX 2020 menggunakan sistem aplikasi untuk pendaftaran kontingen. Jika PON sebelumnya masing-masing kontingen saat pendaftaran wajib membawa bukti fisik semua kelengkapan persyaratan atlet, seperti e-KTP, akte kelahiran sampai ijazah.

Namun, di PON XX kontingen hanya mengirim e-KTP dan ID Card yang sudah teregistrasi melalui aplikasi. Selain aplikasi pendaftaran kontingen, PON XX juga meluncurkan aplikasi online pendaftaran wartawan. Menurut ketua harian Panitia Besar PON, DR. Yunus Wonda, S.H, M.H, menegaskan pendaftaran online ini pertama kali disediakan dan tersambung dengan data kewarganegaraan serta terkoneksi dengan data KTP elektronik Kemendagri.

Keindahan alam yang diciptakan oleh Tuhan di Bumi Papua dan dipadukan dengan kemeriahan PON XX merupakan harapan baru dari wilayah Timur Indonesia. Bayangkan, jika banyak wisatawan yang berkunjung ke Papua, pendapatan daerah meningkat melalui pariwisata. Selain itu, ekonomi warga setempat juga dapat meningkat.

Selain keindahan alamnya, Papua juga memiliki atlet-atlet yang berprestasi. Diantaranya adalah Stevanie Maysche Ibo yang merupakan atlet dayung. Prestasi-prestasinya: PON Jawa Barat 2016-Medali Emas Nomor Kayak Double Putri 500 meter, Asian Games Jakarta 2018-Medali Perak Nomor Traditional Boad Race (TBR) 200 meter, Asian Canoe Sprint Championship Thailand 2019-Medali Emas Nomor Kayak Putri 200 meter dan 500 meter, Kejurnas Pra-PON 2019-Medali Emas Nomor Kayak Putri 200 meter dan Traditional Boad Race (TBR) 1000 meter, SEA Games Filipina 2019-Medali Emas Kategori Kayak Tunggal Putri 200 meter dan 500 meter.

Selain Stevanie Maysche Ibo, atlet berprestasi yang berasal dari Papua adalah Boaz Solossa. Boaz Solossa merupakan altet sepak bola. Berkat kegigihannya, Boaz Solossa berhasil menorehkan prestasi-prestasi yang membanggakan warga Papua, salah satunya yaitu pencetak gol terbanyak (10 gol) Tim PON Papua 2004 dan menjadi pemain terbaik berturut-turut pada Indonesia Super League dari tahun 2009 hingga 2014.

Raema Lisa, atlet angkat besi yang berasal dari Papua juga sukses menorehkan prestasinya dikancah internasional. Raema berhasil meraih medali perak dikelas 48 kg pada Olimpiade Sydney 2000. Kemudian pada Olimpiade Athena 2004, dia juga berhasil meraih medali perak dikelas 53 kg. Terakhir, pada olimpiade Beijing 2008 berhasil meraih perungggu dikelas 53 kg.

Prestasi-prestasi yang ditorehkan pemuda Papua merupakan harapan baru dari Timur. Mereka membuktikan bahwa Papua juga mampu mengharumkan Indonesia dikancah internasional. Dengan semangat dan kegigihan masyarakat Papua, PON XX akan berjalan sukses.

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

September 17, 2026

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

September 17, 2026

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi  Oleh: Indah Prameswari Setiap September, ruang publik Indonesia kembali diwarnai refleksi mengenai berbagai peristiwa yang pernah menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Momentum ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami sejarah, memperkuat kepedulian terhadap nilai kemanusiaan, serta melihat pentingnya menjaga kehidupan demokrasi secara sehat. Refleksi terhadap masa lalu akan lebih bermakna apabila diarahkan pada upaya membangun masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, pembahasan mengenai September Hitam perlu ditempatkan dalam semangat dialog, penghormatan terhadap kebebasan berpendapat, dan tanggung jawab bersama agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi permusuhan di tengah masyarakat. Pengamat politik dari Indeks Data Nasional, Ayip Tayana, mengingatkan agar wacana September Hitam yang berkembang di media sosial tetap ditempatkan sebagai ruang refleksi dan aktivisme digital yang positif. Menurut Ayip, momentum tersebut perlu dijaga agar tidak bergeser menjadi mobilisasi massa yang didorong emosi dan kebencian, karena kondisi demikian justru dapat menjauhkan masyarakat dari tujuan membangun diskusi yang sehat. Ayip menilai penyampaian aspirasi melalui demonstrasi tetap merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Namun, ia mendorong mahasiswa dan masyarakat sipil mengevaluasi bentuk gerakan agar tidak berhenti pada pengerahan massa, melainkan diarahkan pada pembahasan yang lebih substantif mengenai pemulihan korban, efektivitas kebijakan, serta langkah pencegahan, sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi. Ia menekankan, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengambil peran sebagai penggerak solusi dengan memanfaatkan riset dan kajian berbasis bukti. Aspirasi yang disusun melalui data dan rekomendasi kebijakan dinilai dapat memperkaya proses penyelesaian persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus menjaga agar momentum September Hitam tetap produktif dan tidak terjebak dalam mobilisasi emosi. Di sisi lain, kewaspadaan terhadap potensi provokasi menjadi penting karena stabilitas sosial merupakan prasyarat bagi berlangsungnya kehidupan demokratis. Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang membawa nama Black September atau September Hitam. Kepolisian, menurut Alfred, telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat akibat ajakan aksi yang beredar di media sosial.…

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi Oleh: Rania Zafirah September kembali menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengingat berbagai peristiwa kelam dalam perjalanan bangsa. Istilah September Hitam berkembang sebagai simbol untuk mengenang sejumlah kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang masih menjadi bagian dari ingatan publik. Momentum tersebut penting karena mengingat sejarah bukan sekadar menghadirkan kembali luka masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Di tengah perkembangan teknologi informasi, proses mengingat berbagai peristiwa masa lalu semakin mudah dilakukan melalui media sosial. Berbagai arsip, dokumentasi, kesaksian, maupun kajian mengenai kasus HAM dapat diakses oleh generasi yang tidak mengalami langsung peristiwa tersebut. Kondisi ini membuka peluang terbentuknya ingatan kolektif yang lebih luas, sekaligus menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi tanpa konteks, opini, maupun narasi yang belum terverifikasi. …

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis Jakarta – Isu…

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi Jakarta – Sejumlah pihak mengingatkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.