• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Pilkada 2020 Harus Bebas SARA dan Hoax

Pilkada 2020 Harus Bebas SARA dan Hoax

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 2 February 2020

Oleh: Agoes Abidin

Masyarakat di sebagian wilayah di Indonesia, tengah bersiap-siap dalam menghadapi perayaan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada Serentak) 2020. Kendati demikian, publik berharap agar pelaksanaan Pilkada 2020 dapat terbebas dari politik Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA) serta berita keliru (hoax).

Momen yang akan digelar pada 23 September mendatang, bakal berlangsung di 270 daerah, terdiri dari 3 Provinsi, 37 Kota dan 224 Kabupaten. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan Pilkada Serentak 27 Juni 2018 di 171 daerah, terdiri atas 17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten.

Penyelenggaraan pesta demokrasi, tentu saja tidak lepas dari potensi terjadinya berbagai gesekan dan konflik. Masyarakat diuji untuk menghargai pluralisme dan mewujudkan sikap toleransi.
Pada dasarnya, pemerintah menghargai kebebasan berpendapat setiap individu demi mewujudkan demokrasi di Tanah Air ini, Namun, hoax dan provokasi mencedarai asas-asas demokrasi di Indonesia. Jangan sampai keinginan untuk menang mengorbankan keutuhan NKRI dengan membuat dan menyebarkan konten hoax dan isu negatif terkait SARA. Penyebaran hoax memang semakin marak setelah adanya media sosial (medsos) seperti Facebook, Instagram, Whatsapp dan lainnya karena mudah dimanfaatkan dan memiliki jangkauan yang sangat luas.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Pilkada 2020 berjalan aman dan lancar. Jokowi mengajak semua pihak untuk menjaga agar Pilkada yang sebanyak 270 itu berjalan aman, berjalan damai, bermartabat, dan demokratis. Hal tersebut dikatakan Jokowi saat mengadiri acara pengukuhan pengurus DPP Partai Hanura di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Selain itu, mantan Wali Kota Solo ini juga mengingatkan agar tak ada lagi politik SARA, hoax dan ujaran kebencian sehingga Pilkada 2020 bebas dari drama saling memfitnah atau menghujat.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut bahwa dampak berita bohong atau hoax selama Pemilu 2019 masih terasa hingga sekarang sehingga berpotensi mewarnai Pilkada 2020. Komisioner KPU, Viryan Aziz, mengatakan penting dilakukan dialog dengan pakar dan instansi terkait seperti Kementerian Kominfo, Cyber Crime Mabes Polri, dan NGO terkait untuk mengurangi dampak hoax di masyarakat. Apabila hoax masih terpelihara, bukan tidak mungkin, hoax juga akan muncul saat Pilkada 2020 dan menimbulkan konflik antar masyarakat serta dikhawatirkan akan menjadi konflik horizontal yang besar.

Di sisi lain, menurut Presedium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Semarang, Farid Zamroni, penyebaran berita hoax pada Pilkada Serentak 2020 diperediksikan tidak akan semarak seperti Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu, karena pelaksanaan Pilkada merata terjadi di sejumlah daerah. Selain itu, koalisi antarparpol dalam mengusung calon pilkada lebih cair tidak terjadi kubu-kubuan seperti pada Pilpres yang menimbulkan gesekan pendukung masing-masing parpol.
Meskipun demikian, hoax, ujaran kebencian dan SARA harus tetap diwaspadai dan terus diawasi. Pengguna medsos diharapkan agar tidak menyebarkannya karena merupakan tindak pidana yang diancam dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Seluruh elemen masyarakat harus terlibat dalam menciptakan Pilkada Serentak yang berkualitas, aman dan damai, bebas dari Hoax dan SARA. Selayaknya para calon kepala daerah menyampaikan gagasan-gagasan positif dan inovatif yang membangun untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Jangan ajang Pilkada dijadikan sebagai ajang saling menyebarkan kebohongan dan kebencian. Hoax dan isu SARA merusak kedaulatan rakyat dalam proses pesta demokrasi di Pilkada Serentak 2020.
Para pasangan calon beserta pendukung-pendukungnya diharapkan agar bekompetisi dengan jujur dan selalu membawa narasi yang positif, bukan menyebarkan informasi bohong, SARA ataupun ujaran kebencian untuk menjaga kondusifitas dan stabilitas keamanan di daerah. Demokrasi harus menjadi pesta rakyat yang berkualitas untuk memilih pemimpin yang amanah serta memperjuangkan kepentingan rakyat.
Pilkada Serentak 2020 harus berjalan dengan aman dan bebas dari hoax dan isu SARA agar terciptanya demokrasi yang berkualitas untuk memilih pemimpin yang amanah dan mampu memperjuangkan kepentingan rakyatnya.

Seyogyanya, masyarakat Indonesia bisa membuat pluralisme menjadi sesuatu yang indah dan menjadi penopang untuk menjalin kebersamaan dalam keberagaman. Meskipun nantinya terdapat perbedaan pendapat dan pilihan, namun semua memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menjadikan Indonesia maju demi kepentingan dan kesejahteraan seluruh rakyat. Mari menjadikan Pilkada Serentak 2020 bebas dari Hoax dan SARA.

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

September 14, 2026

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

September 14, 2026

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global Oleh : Gavin Asadit…

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 Triliun, Masuk Empat Besar Dunia Jakarta – Menteri Koordinator Bidang…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.