• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Perwira Tinggi di BUMN Tingkatkan Profesionalitas

Perwira Tinggi di BUMN Tingkatkan Profesionalitas

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 16 June 2020

Oleh : Hananta

Sejak diangkat jadi menteri BUMN oleh Presiden Joko Widodo, Erick Thohir melakukan banyak gebrakan. Ia berusaha keras mengangkat banyak perusahaan BUMN dari jurang kepailitan. Salah satu cara untuk merombak BUMN adalah dengan menaruh beberapa orang yang berstatus Jendral Polisi dan Perwira Tinggi TNI jadi komisaris. Banyak orang yang meragukan keputusannya, namun Erick beropini bahwa hal ini diperlukan agar kinerja perusahaan BUMN jadi lebih baik dan profesional.

Erick Thohir adalah menteri BUMN yang dikenal berani karena membuat beberapa keputusan yang membuat publik bertanya-tanya. Salah satu langkahnya yang membuat orang heboh adalah ketika menunjuk beberapa orang jadi komisaris di perusahaan-perusahaan BUMN.

Baca juga: SP ANTARA Sambut Hangat Kehadiran Dewas Baru

Mereka memiliki background bukan orang sipil, melainkan dari militer dan polri. Bahkan statusnya adalah perwira tinggi TNI dan jendral polisi.
Salah satu perusahaan BUMN yang memiliki komisaris yang berasal dari kalangan militer adalah Pelindo I, yakni Achmad Djamaluddin. Bahkan ia menjabat sebagai komisaris utama. Selain itu, di perseroan plat merah lain yakni PT Aneka Tambang Tbk, komisarisnya adalah Jendral Polisi Bambang Sunarwibowo. Jendral Bambang masih aktif jadi sekertaris jendral Badan Intelijen Negara. Perusahaan BUMN lain yang diurus oleh aparat adalah Bukit Asam, malah ada 2 komisaris yang masing-masing berasal dari polri dan TNI. Yakni Marsekal Madya Andi Pahril Pawi dan Irjen Carlo Brix Tewu.
Masyarakat pun heran mengapa komisaris BUMN harus berasal dari militer dan polri? Apakah tidak percaya pada orang sipil? Apakah nanti jadinya seperti di era orde baru, di mana kekuasaan dicengkram oleh militer? Erick Thohir yang ditemui di kantor kementerian BUMN menjelaskan alasannya agar tidak ada tuduhan lagi di masyarakat. Menurutnya, tidak semua komisaris berasal dari kalangan polri dan militer. Buktinya adalah masih ada komisaris perusahaan BUMN yang berasal dari kalangan sipil, seperti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang ditugaskan di Pertamina.
Pengangkatan para jendral TNI dan polri jadi komisaris di perusahaan BUMN karena ada kebutuhan organisasi. Jadi bukan bagi-bagi kekuasaan. Penunjukan mereka diharap bisa membenahi permasalahan yang ada pada tiap perusahaan BUMN. Sebagai contoh, di sebuah perseroan plat merah yang bergerak di bidang pertambangan. Tentu bakal ada konflik saat mengolah lahan tambang dan juga perizinan. Jadi komisarisnya yang berstatus sebagai petinggi militer bisa menyelesaikan masalah itu dengan ketegasannya.

Selain di perusahaan BUMN pertambangan, Erick Thohir juga menempatkan aparat di perusahaan asuransi plat merah. Menurutnya, penunjukan itu karena sekarang ada banyak isu seputar asuransi, salah satunya adalah uang premi yang susah dicairkan. Jadi diharapkan komisaris yang juga aparat bisa menyelesaikan problem ini, karena dia mengerti tentang hukum. Masyarakat pun jadi percaya lagi terhadap perusahaan asuransi BUMN tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa penunjukan para petinggi polri dan TNI untuk jadi komisaris di perusahaan BUMN karena untuk mengurai masalah yang ada di dalamnya, agar tidak semakin ruwet. Para aparat tersebut juga terbukti cerdas dan paham hukum.

Selain itu, komisaris tersebut tentu memiliki wibawa yang membuatnya dihormati oleh banyak orang. Jadi ketika ada oknum yang berusaha mengakali salah satu perusahaan BUMN, akan jadi sungkan dan takut.
Penunjukan beberapa jendral polisi dan petinggi TNI jadi komisaris BUMN yang dilakukan oleh menteri Erick Thohir ada alasannya.

Mereka dijadikan komisaris karena kecakapannya dalam bidang hukum, dan tentu sudah berpengalaman menangani banyak orang. Diharapkan mereka bisa menyelesaikan masalah yang ada pada perusahaan BUMN tersebut dan mengubahnya menjadi perseroan plat merah yang profitable.

Penulis adalah warganet, tinggal di Bogor

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

August 4, 2026

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

August 4, 2026

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

Disinformasi AI Makin Canggih, Pemerintah Perkuat Moderasi Konten dan Etika Digital

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Disinformasi AI Makin Canggih, Pemerintah Perkuat Moderasi Konten dan Etika Digital Jakarta – Pemerintah memperkuat…

Pemerintah Perkuat Ekosistem Media Digital Nasional untuk Cegah Halusinasi AI dan Disinformasi

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Pemerintah Perkuat Ekosistem Media Digital Nasional untuk Cegah Halusinasi AI dan Disinformasi JAKARTA – Penguatan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.