• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan Tetap 5,2% Melalui Program Stimulus Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan Tetap 5,2% Melalui Program Stimulus Ekonomi

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 2 July 2025

Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan Tetap 5,2% Melalui Program Stimulus Ekonomi

Jakarta – Pemerintah Indonesia tetap optimistis menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2 persen pada tahun 2025, meskipun tantangan global terus membayangi.

Langkah-langkah strategis telah disiapkan guna memastikan stabilitas ekonomi dan menjaga momentum pertumbuhan di tengah gejolak ekonomi internasional yang tidak menentu.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi situasi global yang kian kompleks. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa proyeksi dari lembaga internasional seperti IMF menunjukkan adanya tren perlambatan ekonomi dunia, termasuk di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Meskipun demikian, pemerintah Indonesia tetap percaya diri menjaga laju pertumbuhan nasional.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa untuk mencapai target pertumbuhan 5,2 persen tersebut, pemerintah akan menerapkan kebijakan fiskal yang bersifat counter-cyclical. Artinya, ketika aktivitas ekonomi melemah, pemerintah akan meningkatkan belanja negara untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan investasi domestik.

“Kami menargetkan angka itu [5,2%], tapi risikonya ada karena situasi global. IMF sudah merevisi turun ekonomi dunia. Banyak negara, termasuk Amerika Serikat, juga mengalami penurunan. Indonesia tidak terkecuali,” ujar Sri Mulyani.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan berbagai stimulus ekonomi yang telah diluncurkan. Menurutnya, Indonesia tidak bisa terlalu bergantung pada ekspor, sehingga penguatan konsumsi dan investasi dalam negeri menjadi kunci utama.

“Kami meluncurkan sejumlah stimulus untuk menjaga daya beli dan investasi. Ini sangat penting karena kita tidak bisa terlalu bergantung pada ekspor,” tambahnya.

Salah satu strategi yang dijalankan adalah penguatan jaring pengaman sosial. Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Arief Anshory Yusuf, menegaskan bahwa bantuan sosial (bansos) yang digelontorkan pemerintah sejatinya bukan sekadar pengeluaran, melainkan bentuk investasi jangka panjang.

“Sering orang mengistilahkan bansos itu sebagai biaya. Padahal bansos itu adalah investasi. Investasi supaya kita mendapatkan *future growth* atau bahkan *growth* sekaligus,” kata Arief.

Menurutnya, pemerintah saat ini juga tengah memperkuat kebijakan kesejahteraan melalui program-program seperti makan bergizi gratis (MBG), deregulasi ekonomi, serta peluncuran paket stimulus ekonomi triwulan II.

Seluruh langkah tersebut merupakan bukti konkret bahwa pemerintah tidak hanya berupaya menjaga kestabilan ekonomi jangka pendek, tetapi juga meletakkan fondasi kuat untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di masa depan.

Dengan sinergi antar lembaga dan kepercayaan masyarakat, target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen bukan sekadar harapan, tetapi tujuan yang dapat dicapai bersama.

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

September 23, 2026

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan Oleh: Nadira Citra Maheswari Program Makan Bergizi…

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional,…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.