• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Perluas Akses CKG, Pemerintah Utamakan Fleksibilitas

Perluas Akses CKG, Pemerintah Utamakan Fleksibilitas

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 20 May 2026

Perluas Akses CKG, Pemerintah Utamakan Fleksibilitas

Jakarta- Pemerintah terus mendorong perluasan akses Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan mengutamakan fleksibilitas layanan bagi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pemeriksaan kesehatan tanpa terkendala waktu pelaksanaan yang sebelumnya dikaitkan dengan momentum ulang tahun.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari mengatakan, pelaksanaan CKG ke depan akan dibuat lebih terbuka sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kapan saja sesuai kebutuhan. Kebijakan itu dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis pencegahan.

“Persoalan skrining CKG. Pertama yang kami ketahui skrining itu tidak lagi sekarang terikat kepada hari ulang tahun. Jadi ini kapan bisa,” kata Qodari.

Menurutnya, fleksibilitas tersebut penting agar proses penanganan kesehatan masyarakat dapat dilakukan lebih cepat dan tidak tertunda terlalu lama. Di samping itu, masyarakat diharapkan dapat lebih cepat melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus memperoleh tindak lanjut medis apabila ditemukan indikasi penyakit tertentu.

“Yang kedua hasil skrining langsung ditindaklanjuti. Jadi tidak harus menunggu tahun depan atau giliran tahun depan. Terlalu lama nanti kalau tahun depan kalau ada masalah-masalah,” jelasnyanya.

 

Qodari menilai, perubahan pendekatan tersebut akan membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program CKG. Pemerintah juga berharap layanan pemeriksaan kesehatan tidak lagi dipandang sebagai kegiatan insidental, melainkan kebutuhan rutin yang mudah diakses seluruh masyarakat.

 

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni mengatakan pemerintah saat ini tengah memperluas strategi pelaksanaan program agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

“Jadi kita harus mencapai target yang memang sudah kita setting. Seperti contoh 132 juta tahun ini. Kita tidak hanya terpaku dengan ulang tahunnya saja, tetapi penjangkauan kepada target tersebut,” ujar Andi.

 

Ia menjelaskan, pendekatan fleksibel diperlukan agar layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk mereka yang selama ini belum rutin melakukan pemeriksaan kesehatan berkala.

 

Menurut Andi, perluasan akses CKG juga menjadi langkah penting untuk memperkuat deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

 

Pemerintah berharap, fleksibilitas layanan CKG dapat mendorong masyarakat lebih aktif menjaga kesehatan melalui pemeriksaan rutin. Selain membantu mendeteksi penyakit lebih awal, langkah tersebut juga dinilai penting untuk memperkuat sistem kesehatan nasional berbasis promotif dan preventif di masa mendatang.

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus mendorong ekonomi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.