• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Perlu Disiplin Prokes 5M Saat Beribadah

Perlu Disiplin Prokes 5M Saat Beribadah

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 9 May 2021

Oleh : Ahmad Baiquni

Pandemi covid-19 tidak menghalangi kita untuk tetap berpuasa ramadhan. Namun, ada beberapa penyesuaian dalam pelaksanaan ibadah yang lain. Misalnya salat tarawih dan berbuka puasa bersama. Sebaiknya salat di rumah saja dan buka bersama dengan keluarga inti di dalam rumah sendiri.

Di bulan ramadhan, kuantitas dan kualitas ibadah ditingkatkan. Kita jadi beramai-ramai salat wajib dan sunnah, bersedekah dan mengeluarkan zakat, serta ibadah-ibadah lain. semarak ramadhan makin bertambah ketika semua orang seakan berlomba-lomba untuk mengantarkan takjil ke tetangga dan saudara.

Pandemi covid-19 yang masih melanda dunia membuat suasana ramadhan agak berbeda. Memang kita tetap puasa seperti biasa, tetapi ada beberapa perubahan dalam beribadah, dan harus disesuaikan dengan protokol kesehatan.

Tujuannya agar kita tetap bisa mendekat kepada-Nya tanpa takut akan resiko penularan corona.
Penyesuaian yang pertama adalah salat tarawih berjamaah di masjid. Sebaiknya salat ini dilakukan di rumah saja, karena jamaah di masjid bisa menimbulkan kerumunan dan ada potensi menularkan corona.

Walau sudah banyak yang pakai masker, tetapi kita tidak bisa menjamin siapa yang melepasnya di dalam masjid. Ketika ternyata ia OTG, akan ada penularan dan jangan sampai wassalam alias berakhir di pemakaman.

Pemerintah bukannya melarang umat muslim untuk salat, tetapi imbauan ini untuk memproteksi mereka dari bahaya penularan corona.

Karena lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Lagipula, salat tarawih yang dilakukan di rumah bersama keluarga inti juga tetap sah dan berpahala. Janganlah memaksakan diri karena melindungi tubuh dari corona jauh lebih penting.

Selain imbauan untuk salat tarawih di rumah saja, ibadah lain yang ada penyesuaian adalah buka puasa. Sudah umum dilakukan buka puasa bersama rekan kerja, bersama keluarga besar, maupun buka puasa sekaligus reuni teman sekolah/kuliah. Namun jangan sampai buka puasa berakhir dengan bencana karena menimbulkan klaster baru.

Memang kurva pasien corona belakangan agak melandai, tetapi kita masih harus waspada, salah satunya dengan menahan diri untuk tidak mengadakan buka puasa bersama.

Saat makan bersama di waktu maghrib, otomatis semua orang membuka masker untuk memasukkan makanan dan minuman. Saat itulah corona bisa mengintai, karena droplet akan tersebar dari salah satu atau banyak peserta buka bersama yang jadi OTG.

Jika ada 1 saja yang jadi OTG maka seluruh pengunjung rumah makan yang jadi tempat buka bersama bisa tertular corona. Korbannya bisa dari konsumen rumah makan tersebut, maupun pegawainya.

Apakah Anda mau makan-makan dan buka bersama selama 2 jam tetapi merana selama 14 hari saat isolasi di Rumah Sakit? Jawabannya tentu tidak, bukan?
Selain buka puasa bersama dan salat tarawih di masjid, penyesuaian yang lain adalah ketika sahur.

Jika dulu kita bisa sahur sambil berdonasi nasi kotak keliling ke kaum dhuafa alias sahur on the street, maka sekarang jangan lakukan. Bukannya pelit, tetapi mobilitas banyak orang akan membuat penularan corona makin ganas, walau hanya pergerakan di dalam kota.

Jika ingin berdonasi, maka bisa diganti dengan menyumbang ke panti asuhan atau lembaga amil zakat dan sedekah yang terpercaya. Masih banyak cara untuk menambah pahala tanpa harus beresiko kena corona. Sabar saja dan tunggu pandemi usai, baru adakan acara sahur keliling seperti dulu.

Penyesuaian pada beberapa ibadah saat ramadhan seperti salat tarawih di masjid, sahur on the street, dan buka puasa bersama, wajib dilakukan. Lebih baik sahur, berbuka puasa, dan salat tarawih di rumah saja. Tetap berpahala dan mematuhi protokol kesehatan sehingga bebas dari penularan corona.

Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala

August 16, 2026

Masyarakat Rayakan HUT RI dengan Damai, Gembira, dan Penuh Kebersamaan

August 16, 2026

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala  Oleh : Rivka Mayangsari Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum yang kembali memperlihatkan kuatnya semangat kebangsaan masyarakat. Antusiasme publik untuk mengikuti berbagai rangkaian perayaan kemerdekaan, khususnya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, menunjukkan bahwa rasa cinta terhadap Indonesia tetap hidup dan terus tumbuh di tengah masyarakat. Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang ingin menyaksikan langsung upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Tercatat lebih dari 336 ribu masyarakat telah mendaftarkan diri melalui laman Pandang Istana. Angka tersebut menjadi gambaran kuat mengenai besarnya perhatian masyarakat terhadap momentum bersejarah yang setiap tahun menjadi simbol kebersamaan seluruh rakyat Indonesia. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas tingginya minat untuk hadir langsung dalam momen peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Tingginya partisipasi publik dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana peringatan kemerdekaan yang semarak sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat dengan momentum kenegaraan. Antusiasme tersebut tidak sekadar menunjukkan keinginan masyarakat untuk hadir dalam sebuah kegiatan seremonial. Lebih dari itu, tingginya jumlah pendaftar mencerminkan adanya keterikatan emosional masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa. Upacara kemerdekaan menjadi ruang bersama untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kehadiran masyarakat dalam perayaan kemerdekaan juga memperlihatkan bahwa nilai-nilai nasionalisme masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan yang semakin kompleks, momentum HUT RI tetap mampu menyatukan masyarakat dalam semangat yang sama, yaitu rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. …

Masyarakat Rayakan HUT RI dengan Damai, Gembira, dan Penuh Kebersamaan

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Masyarakat Rayakan HUT RI dengan Damai, Gembira, dan Penuh Kebersamaan Oleh : Garvin Reviano Peringatan…

Antusiasme Publik Rayakan HUT ke-81 RI Tunjukkan Semangat Persatuan Bangsa

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Antusiasme Publik Rayakan HUT ke-81 RI Tunjukkan Semangat Persatuan Bangsa Jakarta – Semarak peringatan Hari…

Perayaan HUT RI Berlangsung Kondusif, Publik Tunjukkan Semangat Kebangsaan

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Perayaan HUT RI Berlangsung Kondusif, Publik Tunjukkan Semangat Kebangsaan Jakarta – Perayaan HUT ke-81 Republik…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.