• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Percepatan Industrialisasi Perkuat Fondasi Ekonomi Indonesia Menuju Negara Maju

Percepatan Industrialisasi Perkuat Fondasi Ekonomi Indonesia Menuju Negara Maju

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 7 July 2026

Percepatan Industrialisasi Perkuat Fondasi Ekonomi Indonesia Menuju Negara Maju

JAKARTA – Percepatan industrialisasi terus menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat fondasi perekonomian Indonesia menuju negara maju. Arah pembangunan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi nasional, tetapi juga menempatkan penguatan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan inovasi sebagai faktor utama dalam membangun industri yang tangguh dan berdaya saing tinggi.

 

Komitmen tersebut semakin menguat setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya mempercepat industrialisasi nasional agar Indonesia mampu memproduksi berbagai kebutuhan strategis secara mandiri. Kebijakan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor manufaktur sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui proses hilirisasi yang berkelanjutan.

 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa arah pembangunan tersebut sejalan dengan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang tengah dijalankan Kementerian Perindustrian untuk memperkuat struktur industri manufaktur nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

 

“Pidato Bapak Presiden menjadi penegasan bahwa industrialisasi adalah jalan utama untuk menuju kemandirian ekonomi nasional. Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen, tetapi harus menjadi negara produsen yang memiliki kemampuan manufaktur kuat dan berdaya saing global,” tegas Agus Gumiwang Kartasasmita.

 

Arahan tersebut dinilai semakin relevan mengingat Indonesia memiliki kekuatan berupa sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang besar, serta kapasitas industri yang terus berkembang. Pengembangan industri berbasis sumber daya alam diharapkan mampu menghasilkan lebih banyak produk bernilai tambah sekaligus memperkuat rantai pasok nasional dari sektor hulu hingga hilir.

 

Di saat yang sama, pembangunan industri membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan teknologi. Karena itu, penguatan pendidikan, riset, dan inovasi menjadi bagian penting dari strategi mempercepat transformasi industri nasional agar mampu menjawab kebutuhan ekonomi masa depan.

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah terus mengarahkan APBN sebagai instrumen strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, penelitian, dan industrialisasi sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang lebih inklusif.

 

“Melalui forum KSTI ini, pemerintah mengajak perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk memperkuat kolaborasi dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

 

Penguatan kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan, termasuk peningkatan investasi pendidikan dan fokus pengembangan talenta pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), manufaktur maju, semikonduktor, digitalisasi, kecerdasan buatan, energi, pangan, hingga hilirisasi industri. Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang semakin kompetitif sekaligus memperkuat kemampuan industri nasional dalam menguasai teknologi.

 

Selain memperkuat kualitas SDM, pemerintah juga menjaga stabilitas fiskal agar mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan sektor industri. Kebijakan tersebut diharapkan semakin mendorong tumbuhnya industri nasional yang produktif, inovatif, serta mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas.

 

“Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukung oleh pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi,” tutup Purbaya Yudhi Sadewa.Percepatan Industrialisasi Perkuat Fondasi Ekonomi Indonesia Menuju Negara Maju.

Pemerintah Salurkan Air Bersih Hadapi El Nino dan Kekeringan

September 24, 2026

APBN On Track Menunjukkan Disiplin Fiskal Pemerintah

September 24, 2026

Pemerintah Salurkan Air Bersih Hadapi El Nino dan Kekeringan

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

Pemerintah Salurkan Air Bersih Hadapi El Nino dan Kekeringan Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan…

APBN On Track Menunjukkan Disiplin Fiskal Pemerintah

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

APBN On Track Menunjukkan Disiplin Fiskal Pemerintah Oleh: Nadia Anggraini Kusuma Di tengah ketidakpastian ekonomi…

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal   Oleh: Dwi Saputri Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tetap on track hingga Agustus 2026 menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga kredibilitas fiskal nasional. Hal ini tercermin dari keseimbangan primer yang tetap positif, defisit yang terkendali, serta kinerja pendapatan dan belanja negara yang tetap terjaga. Kondisi tersebut menunjukkan APBN tetap dikelola secara hati-hati di tengah meningkatnya kebutuhan belanja, sekaligus menjalankan perannya dalam mendukung perekonomian dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa kinerja APBN hingga akhir Agustus 2026 tetap kuat dan kredibel. Hal tersebut tercermin dari keseimbangan primer yang tetap positif, defisit yang terkendali, serta realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang masih on track. Hingga 31 Agustus 2026, pendapatan negara tercatat Rp2.055,6 triliun atau sekitar 65 persen dari target. Sementara itu, belanja negara mencapai sekitar Rp2.295 triliun. Dengan perkembangan tersebut, defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Posisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan belanja pemerintah masih dapat dikelola dengan tetap menjaga kesehatan fiskal. Keseimbangan primer yang masih berada pada posisi positif juga memberikan gambaran bahwa pengelolaan APBN tetap berada dalam koridor yang terkendali. Hal ini menjadi sinyal positif terhadap kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan pembangunan dan kesinambungan fiskal. Dari sisi penerimaan, kinerja APBN juga menunjukkan perkembangan positif. Penerimaan negara hingga akhir Agustus tumbuh 25,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan pajak tumbuh 24,1 persen, sedangkan penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp210,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga tumbuh 41,7 persen menjadi Rp435,1 triliun. Pertumbuhan penerimaan menjadi faktor penting dalam menjaga ruang fiskal ketika belanja negara juga mengalami peningkatan. Hingga Agustus 2026, belanja negara tumbuh 17,1 persen. Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp912,4 triliun atau tumbuh 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Percepatan belanja diperlukan agar APBN memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat. Namun, peningkatan realisasi anggaran tetap perlu dibarengi dengan kualitas belanja yang baik, sehingga belanja negara tetap efisien, tepat sasaran, serta bermanfaat secara maksimal bagi masyarakat.…

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal Oleh: Dwi Saputri Kinerja Anggaran Pendapatan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.