• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Peran Aktif Milenial dan Netizen Mendukung Keberlanjutan Pembangunan Nasional

Peran Aktif Milenial dan Netizen Mendukung Keberlanjutan Pembangunan Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 11 December 2019

Oleh: Antonius Sihombing

Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo selalu mengingatkan dalam berbagai kesempatan masyarakat untuk berperan dalam membangun bangsa Indonesia agar lebih maju. Pesan tersebut terutama ditujukan bagi generasi muda, yaitu kalangan milenial dan netizen. Kelompok tersebut dianggap sebagai tulang punggung Bangsa Indonesia di era digitalisasi industri.

Di tengah persaingan global yang penuh dengan ketidakpastian, secara umum ada beberapa kondisi yang dihadapi Bangsa Indonesia. Kondisi tersebut diyakini dapat dihadapi oleh milenial dan netizen Indonesia. Generasi tersebut fleksibel terhadap dinamika perubahan zaman. Milenial dan netizen merupakan komponen utama kemajuan bangsa sehingga peran aktifnya sangat diharapkan dalam mendukung keberlanjutan pembangunan nasional. Tiga kondisi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.

Pertama, berlangsungnya revolusi digital dan berbagai pengaruhnya yang semakin kuat dalam mengubah sendi-sendi kehidupan, kebudayaan, peradaban, dan kemasyarakatan termasuk pendidikan.

Kedua, semakin tegasnya fenomena Abad Kreatif yang menempatkan informasi, pengetahuan, kreatifitas, inovasi dan jejaring sebagai sumber daya strategis bagi individu, masyarakat, korporasi dan negara.

Ketiga, terjadinya integrasi belahan-belahan dunia yang semakin intensif akibat internasionalisasi, globalisasi, hubungan-hubungan multilateral, teknologi komunikasi dan teknologi transportasi.

Ketiga hal tersebut berdampak pada munculnya tatanan baru, ukuran-ukuran baru dan kebutuhan kebutuhan baru yang berbeda sebelumnya, yang harus ditanggapi dan dipenuhi oleh dunia pendidikan nasional dengan sebaik-baiknya.

Media pers bisa dikatakan sebagai sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi atau pesan. Dalam konteks pendidikan, proses belajar di abad 21 ini mutlak diperlukan media-media inspiratif dalam rangka mengirimkan pesan karakter baik kepada para generasi muda secara efektif dan menyenangkan.

Media Pers semestinya juga mampu mengambil peran dalam mendukung berbagai kebijakan pemerintah, serta menyaring isu negatif yang mampu mengganggu proses pembenahan yang sedang dilakukan pemerintah saat ini.

Gambaran mengenai realitas yang dibentuk oleh kohesi media menjadi dasar respon dan sikap masyarakat terhadap berbagai objek sosial. Dengan demikian, apabila media telah salah dalam menyampaikan informasi tentu akan memunculkan gambaran yang salah pula terhadap objek sosial. Untuk itu, media dituntut untuk menyampaikan informasi secara akurat dan berkualitas. Karena kualitas informasi inilah yang merupakan tuntutan etis dan moral massa.

Oleh karena itu Media juga harus mampu mengarahkan segenap elemen bangsa untuk percaya sepenuhnya kepada pemerintah, bahwa pemerintah akan terus berjuang untuk mensejaterakan masyarakat Indonesia. Karena tidak akan ada anak negeri yang memiliki keinginan untuk menghancurkan bangsanya sendiri.

Sementara itu, Generasi muda sebagai populasi pengguna sosial media terbanyak di Indonesia, tentu harus berhati – hati dalam menerima setiap informasi yang ada, jangan sampai segala informasi yang ada di sosial media diserap serta merta tanpa melalui penyaringan atau pembandingan dengan informasi lain.

Generasi muda haruslah menjadi akar bangsa Indonesia di masa mendatang. Generasi muda merupakan suatu potensi bagi negara sebagai armada dalam kemajuan bangsa. Peran pemuda sangat penting dalam mengisi pembangunan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Pembangunan Bangsa tidak akan terwujud secara maksimal jika para pemuda tidak mengambil bagian. Kita tentu masih ingat dengan perkataan Bung Karno “Beri aku 10 pemuda maka akan ku goncangkan dunia”, kalimat tersebut tentu menegaskan betapa vitalnya peran pemuda dalam kemajuan bangsa dan negara.

Artinya kemajuan bangsa dan negara. Baik Buruknya suatu negara dapat dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda merupakan penerus dan pewaris bangsa dan negara.

Perpres Ojol Segera Terbit, Pemerintah Perkuat Perlindungan Pengemudi

August 22, 2026

Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional

August 22, 2026

Perpres Ojol Segera Terbit, Pemerintah Perkuat Perlindungan Pengemudi

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Perpres Ojol Segera Terbit, Pemerintah Perkuat Perlindungan Pengemudi JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat langkah menghadirkan…

Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Danantara Perkuat Investasi untuk Pembangunan Nasional  Oleh: Ricky Rinaldi Pemerintah terus memperkuat transformasi ekonomi nasional dengan menempatkan investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan jangka panjang. Dalam arah kebijakan menuju 2027, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memperoleh peran strategis sebagai instrumen untuk mengoptimalkan aset negara, memperkuat investasi, dan mendorong pembangunan sektor-sektor strategis. Kehadiran Danantara menunjukkan upaya pemerintah membangun sumber pertumbuhan baru yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi tersebut dalam penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 14 Agustus 2026 lalu. Presiden menyebut Danantara sebagai dana kedaulatan yang harus menjadi instrumen untuk membangun kapasitas bangsa dalam jangka panjang. Danantara karena itu diarahkan bukan sekadar sebagai pengelola aset negara, melainkan sebagai bagian dari strategi investasi dan pembangunan sektor strategis yang memberikan manfaat berkelanjutan. Arah tersebut memperlihatkan perubahan pendekatan dalam mengelola kekuatan ekonomi nasional. Aset negara perlu ditempatkan pada kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kapasitas industri, mempercepat hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan nasional. Melalui pengelolaan yang terintegrasi, Danantara diharapkan mampu menghubungkan kekayaan negara dengan kebutuhan investasi serta proyek pembangunan yang memiliki nilai strategis dan manfaat jangka panjang. Peran Danantara semakin penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa konsolidasi aset Danantara dapat menjadi katalis peningkatan investasi. Danantara dapat memaksimalkan aset dan proyek untuk menarik partisipasi sektor swasta dan pelaku ekonomi nonpemerintah. Dengan demikian, investasi negara dapat menciptakan efek crowd-in, yakni mendorong dunia usaha meningkatkan ekspansi, membuka fasilitas produksi baru, dan memperluas kegiatan bisnis. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional merupakan tanggung jawab bersama seluruh pelaku ekonomi. Pemerintah tidak hanya berperan sebagai penyedia anggaran, tetapi juga menciptakan kondisi yang memungkinkan sektor swasta berkembang. Investasi Danantara dapat menjadi pemicu awal yang kemudian diikuti modal swasta sehingga kapasitas ekonomi nasional meningkat secara lebih luas. Sinergi tersebut juga berpotensi memperbesar penciptaan lapangan kerja dan memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Strategi investasi Danantara diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki nilai strategis dan potensi dampak luas. Delapan sektor utama yang menjadi fokus meliputi energi terbarukan, mineral, infrastruktur digital, infrastruktur dan utilitas, real estat, layanan keuangan, pangan dan pertanian, serta layanan kesehatan. Pemilihan sektor tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan nasional, dan membangun fondasi pertumbuhan baru yang lebih bernilai tambah.…

Danantara Perkuat Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Danantara Perkuat Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara…

Danantara Kawal Penyederhanaan BUMN agar Aset Negara Lebih Produktif  

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Danantara Kawal Penyederhanaan BUMN agar Aset Negara Lebih Produktif Jakarta – Transformasi dan restrukturisasi Badan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.